nhk

Modifikasi Kawasaki Ninja Drag Bike Rangka STD: Terra Pekajaman Juara AHRS 2016!

modif-ninja-std-pekajaman-3

ManiakMotor – Bukannya singgung-singgung payudara yang dekat dengan  birahi. Cowok pun punya punya payudara. Ini soal model kepala silinder pada mesin Ninja STD alias di drag bike disebut Sport 150 Frame Std alias rangka standar. Bentuk payudara ini sebagai penampang untuk menerima, mensirkulasi, memusatkan, dan lalu mengarahkan pembuangan campuran udara dan bahan bakar usai terbakar.

Bahan bakar dan udara wajib diolah jadi energi, asal utuh terbakarnya untuk menciptakan kompresi. Macam-macam pula bentuk porting dan kepala silindernya untuk menghasilkan pembakaran tersebut. “Diawali dengan mangkok kepala silinder yang dipapas 2 mm. Bentuknya memang harus seperti payudara dengan squish 7o. Lebar squish 9 mm. Gabungan sudut dan lebar squish pada mangkok (combustion chamber) kepala silinder tersebut membentuk payudara,” jelas Potter alias Nugroho, mekanik trek lurus dari Jogja tersebut.

Tapi ngomong-ngomong derajat squish terlalu kecil tuh? Nggak papa, itu sesuai data dari omongan Potter sendiri pada Ninja STD milik OTD Pekajaman Racing Team dari Purbalinga. Angka itu katanya untuk membongkar torsi lebih besar. Itu mengingat Ninja di kelas ini bobotnya lebih berat. Kan masih pakai tangki bahan bakar standar. Juga sesuai nama kelasnya Ninja rangka standar alias tulang-tulangnya harus seperti aslinya, bahkan sub frame atau rangka dudukan jok kudu std.

Sudah dibuktikan dua kali podium tertinggi di drag bike AHRS 2016 dengan best time 7.2 detik. Waw… lawan-lawannya di sana seyem semua bro. Itu prakteknya, angka dan model payudara tenaga sejak awal sudah bisa menghela rangka dan jokinya. Bahkan joki pemula sekaligus mudah memainkan power-nya. Ya macam juara di AHRS itu, pembalapnya bukan yang ngetop. 

Seperti tulisan di atas, squish bisa terima dan meneruskan uap udara dan bahan bakar ke titik tengah kepala silinder. Maksudnya, itu bahan bakar akan diterima dengan manis dan diantar dengan sopan ke ke titik tengah busi memercikan api. 

Seperti biasa untuk mengrim bahan bakar dari crank case,  kruk-asnya sendiri menggunakan Kawasaki ZX. Otomatis kompresii primer dengan kruk-as ini lebih padat memompa gas bakar. Makanya torsinya naik. Torsi itu sama dengan akselerasi. Bahan bakar ini melewati porting bilas dan transfer yang ukuran tingginya 42 mm.

Mulut portnya sudah mengarah ke squish. Lalu diterima kepala silinder model payudaralah. Seperti payudara umumnya yang bisa memproses air susu ibu, lalu si bayi meyedotnya, bukan kamu yang bisa baca. Lalu diproses pada langkah buang yang langsung disalurkan pada lubang buang menuju knalpot

Tinggi lubang buang 28.5 mm atau mencukur lubang buang 5 mm dari standar 34 mm. “Angka seperti ini di drag bike power band jadi lebih sempit. Tapi nggak sempit-sempit amat, masih bisa dibawa pemula tadi,” tambah Potter yang tidak bawa-bawa sapu. Ardel

BACA JUGA

Modifikasi Montrack, Supermoto Dari Rongsokkan

Modifikasi Klasik; Basic GL 100 Tahun 1982 Bermesin Tiger, Bodinya Detil

Modifikasi Yamaha Mio Konsep Nano-nano Monkey, Pura-Pura Drag Benaran

Motor Listrik Juga Bisa Dimodifikasi Jadi Café Racer

Modifikasi Jupiter Z Grasstrack (Semarang): UMA 24 Rizky HK, Selebihnya TK Racing, Juara Nasional 2016!

BAGIKAN