nhk

Modifikasi KLX250 2013; Wuiih… Supermoto Nih..!

 

ManiakMotor – Pemiliknya doyan  adventure. Katanya itu mainan laki yan kotor penuh lumpur dan identik cari sengsara. Gimana tidak, mainnya di hutan yang jauh dari mall sama café.  “Sampai di rumah saya dimarahi istri karena berhari-hari di hutan,” jelas Muah Husain, si pemilik Kawasaki KLX250 terbitan 2013 yang sebelumnya bermain adventure dengan KLX150.

Jelas istri marah, dari rumah katanya mau main motor. Jika sudah berhari-hari, ya si istri kira main konde yang lain atau buka cabang. Ssst… segera saja dia mengubah mainan baru jadi supermoto. Katanya sih dengan supermoto tak perlu berhari-hari di hutan. Malah sekarang istrinya ikut mencuci motor ini saban ada waktu, hehehe. Mantap ya.

Ia bayar lagi KLX250 yang baru  pelampiasan gengsi dan harga diri. Dia lepas ban tahu dan roda asli KLX250. Katanya kalau pakai ban macam itu gampang botak untuk harian di aspal. Kalau roda dan ban supermoto memang aslinya pakai karet hitam aspal. “Ada waktu lagi tinggal ganti pelek dan ban pacul, sudah bisa bertualang,” kata pria asli Ponorogo  Jawa Timur ini. Wah, berarti supermoto ini hanya meredam amarah istri dong.

Dual purpose atau motor dua alam yang beda dengan ampibi juga dikerjakan modifikator dua alam, yakni alam normal dan alam keriting. Walah seyem ini pemdofikasinya?  “Bikin motor begini mah enteng. Asli KLX sudah begitu kok. Tinggal pakai aksesori bolt-on,” jelas modifikator Topo Goedel Atmodjo yang mengaku modifikator ngetop yang noraknya gak ketulungan dari padepokan Tauco Custom.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Kalau tuh orang memang bisa hidup alam apa saja.  Alam gaib saja dia pernah kok. Tapi belum sampai alam baka. Topo yang bengkel modifnya di Kebagusan Raya, Jakarta Selatan, bilang kerjaan macam ini nggak perlu mikir. Yang perlu dipikir tuh gimana caranya pemiliknya yang tinggal teriak duuuuuuit langsung nongol di ATM-nya Topo. Ya buat beli suku cadang bolt-on yang dibutuhkan supermoto.

Kalau hanya pasang bolt-on mah tutup mata juga bisa. Tapi yang ini dipaksa menghilangkan unsur standar dari depan ke belkang. Muah memang bukan pembalap, tapi unsur safety dan harmonisasi warna tetap diutamakan. Maklum tiap hari menjadi kuda pacu ke kantor.

Lagian butuh teknik mengendarai motor macam ini, dan soal ini Muah kembali berguru.Membawa rail atau supermoto ada caranya. Badan harus senantiasa menyatu dengan motor. Posisi belok badan harus berlawanan arah dan kepala sejajar setang sembari tekan motor ke arah belok. Libas jalan keriting berdirilah dengan posisi tangan model ‘O’, sembari kaki jepit bodi motor. Niscaya yang keriting-keriting mudah disikatg karena badan jadi seperti suspensi,” kata Topo seperti menggurui reporter maniakmotor.com.

Hehehe, dia bicara begitu karena sudah sering klik portal ini. Tapi reporter manggut-manggut saja, karena yang nulis cerita ini ya si Topo itu, wkwkwk. Wah macamnya nih manusia. Eh, ngomong-ngomong masih dipakai Adventure nggak? “Bisa dong kan tinggal seting sokbreker depan. Jika pakai ban pacul oli sok lebih banyak, pakai roda minimoto olinya tinggal dikurangi,” kata Muah yang diajari Topo.

Motor bermesin 250 cc baru lalu ke belantara  Hambalang  sampai Bandung selama dua hari  di hutan. Hasilnya lumayan pegel linu dan meriang seminggu ditambah omelan istri. TGA

BACA JUGA

Modifikasi Honda Win; Dibikin Triumph Mini

Modifikasi Kawasaki Ninja R150, Tampang 90-An

Modifikasi Yamaha New Vixion 2013 (Jakarta), Fairing Street Fighter..!

Modifikasi Jupiter Z Drag Bike; Power By Rpm, Quick Shifter, 8 Detik Bebek 130 Cc

Modifikasi Yamaha Scorpio (Jambi), Kerangka Supermoto Dan Salah Swing Arm

DATA MODIFIKASI 

Knalpot; FMF full system

Head lamp; Trailtech USA

FRONT + REAR FENDER; Kawasaki KLX 250

Setang; Renthal twin wall

Ban dpn/blkng: Metzeller  120/60/17 + 180/50/17

Kopling; Hidrolik type R

Hand guard; Zeta

Decal bodi; DCW / Decal Custom Work

Modifikator; DCW  Decal Custom Work

Telp ; 0811 922470

Pin bb ; 27ce 1042

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353