nhk

Modifikasi Mesin Drag Bike Bebek 130 4T TU Ivan Bangun (Aben Racing), Monosok Traxx-D

ManiakMotor – Asli mesin 5TP Jupiter Z. Tulennya juga bebek atau underbone bertulang bulat. Suspensi belakang stereo dan depan teleskopik pendek. Tapi pada foto ini tinggal mesin yang 5TP. Sasis sudah kotak pakai suspensi monosok dan depan teleskopik panjang mirip Vega  dulu. Yang ini rekayasa drag bike mutakhir di Kelas Bebek 4T TU 130 cc.

Pasti stabil dengan rangka macam itu untuk trek lurus. Stabil di drag bike berbeda dengan road race loh. Kalau di drag sasis dibikin lebih kaku atau rigid. Lihat saja rangka kotak pasti jauh lebih rigid dari asli rangka Jupiter Z. “Semakin kokoh kian rigid. Tinggal diatur pada suspensi depan dan belakang. Sokbreker depan saya akali dengan kekantalan oli dan lubang sulingnya dibikin lebih jauh-jauh,” papar Rahardian atau kerap disapa K_cil Madiun.

K_Cil ini chief mekanik RC3 Aben Racing. Ini tim dihuni Ivan Bangun dan Alvan Chobonk. Kemarin saat di Meikarta, Cikarang dalam rangka Gebyar RTP Cup Drag Bike 2019, ini motor unggul di heat 2 Bebek 130 cc 4T TU Open lewat Bangun. Saat itu sirkuit lagi basah, tapi mampu mencetak 8.035 detik, “Motor masih kurang bersih pada rasionya. Sering loncat persneling ke gigi rendah,” papar Bangun yang baru tahun ini membela Aben Racing.

Kembali pada rancang bangunnya. Suspensi belakang menggunakan monosok yang sudah ternama mereknya, yakni Traxx-D. Soal set-up-nya paling beragam dari rebound dan kompresi. Ada 60 tingkat penyetelan di situ, sampai preload-nya. Makanya, rigid tadi bisa ditemukan dengan monosok ini.

MESIN

Untuk ukuran drag bike yang lurus saja, kompresi nggak tinggi-tinggi amat. Masih bisa menkonsumsi Pertamax Turbo, perbandingan kompresinya silakan lihat DATA MODIFIKASI.  Dengan perbandingan segitu, K_Cil mengajar dua karakter sekaligus, walau sulit tercapai. Paling tidak, bisa dapat tengahnya.

Apa itu? Yakni torsi terhadap akselerasi dan putaran mesin untuk limiter lebih tinggi. Pantas saja batas CDI memberi tolerasi ada pada 15.500 rpm. Terlihat dan terdengar saat di Meikarta memang rata lonjakan powernya, “Sebenarnya soal ini sering berubah-ubah sesuai temuan kepala silinder. Mekanik kan bukan hanya mengandalkan satu hitungan. Kebetulan saja hitungan ini yang dibawa ke Meikarta,” tambah K_Cil.

Pula, perbandingkan kompresi tadi masih ada hitung-hitungan dengan rasio atau reduksi dari gigi ke gigi. Kebetulan lagi di Meikarta, rasio belum dianggap mulus karena masih sering loncat. Menurut Ivan dan K_Cil selain, joki belum terbiasa lantran baru tahun ini memperkuat tim, juga hitungan masih bisa berubah sesuai rumus kompresi di kepala silinder tadi.

Knalpot RC3

Belum lagi masalah kompresi masih ada kaitan dengan durasi kem. Yang dipakai pada mesin Ivan ini, kelihatannya nggak tinggi-tinggi amat angkatannya, silakan lacak ada di DATA MODIFIKASI bro. Kalau bingkai tulisan ini hanya mengulas tekniknya, bukan cerita angka. Paham kan, kamu!

Ada pada doping mesin yang menurut K_Cil berguna dalam risetnya. Terserah sedang promosi atau apa pun namanya tapi buktinya bisa juara, “Saya pakai knalpot produk RC3. Tenaga lebih nendang. Model knalpot murini memainkan diameter kerucut dan bahan. Lumayan tenaga jauh bertambah. Pengapian juga ditambah yang kami sebut power-up RC3,” sebut K_Cil pada knalpot yang sekaligus jadi nama awal tim Aben Racing.

Demikian dulu ya. Riz

DATA MODIFIKASI

Karburator: PWK 28

Spuyer: 115 /62
Knalpot: RC3
CDI: Rextor Prodrag 2
Limiter: 15.500 rpm
Piston: SND single ring 55.25 mm
Klep: 30-25 titanium
Durasi Kem: 272° in dan out 272°
Koil: Pro-Tech
Kompresi: 13.8:1
Rasio: Custom
Final gir: 13-33

Velg: Excel Asia Takasago Rim

Rantai-Gir: SSS

BACA JUGA

Drag Bike Meikarta 2019: Final Bebek 130 4T TU, Jupie Bangun Data Loger, Fachri Ke Rumah Sakit

BAGIKAN