nhk

Modifikasi Mesin Yamaha R15 VVA, ECU Juken 5 Dan Busi Brisk, Harian 29 Hp Dari RAT Motor

Teliti dengan dial

ManiakMotor – Sesuai nama inisial di instagramnya @r15_carbon. Bos yang satu ini agak nyentrik dengan tunggangannya. Masih kuliah, seleranya tak diragukan, full aksesori carbon pada fairingnya. Suspensi belakang kualitas tinggi dengan Ohlins, dipastikan telah merogoh kocek belasan juta. Itu hasil mark-up uang kampus lumayan juga hasilnya hahaha…

Porting head dari segala arah

Sadar tampilannya sudah sporty abis, masak iya lari motor masih standar. Nanti kalau disalip cabe2an bonceng tiga naik matic, bisa serangan jantung, sampeyan. Maka dia mulai main-main alat vital, mesin maksudnya. Sabagaimana pemula yang malu-malu modif mesin. Pertama diganti ECU dengan BRT, busi Brisk yang mampu menaikan tenaga, koil URS dan knalpot Leovince. Mentok tambah filter udara bermutu. Hasilnya getu-getu wae, mentok 19 Hp  alias satuan daya kuda, bukan handphone, 😋

Digas pol kok nahan, maka mulai racun knalpot ganti WRX. Eh bener kan atasnya malah lebih plooong! Disitu dia mulai tertarik ikut belajar modif mesin cara lelaki sejati. “Maka silinder bore-up ceramic set dengan piston forging diameter 62mm dipinang. Itu juga  plus porting ulang pada head dan penggantian camshaft,” papar Mr Swega dari RAT Motor Surabaya yang kebagian jatah memainkan ala pria sejati.

velocity stack

Nahhh… momen porting head ini ditemukan celah up-grade mesin yang lebih istimewa. Terutama pemilihan klep. Herannya Yamaha mengubah kebiasaan dari head R15 sebelumnya yang pakai stem klep 4.5mm malah jadi 5mm. Padahal pesaing-nya seperti Suzuki FU, Honda Sonic, atau CBR tetap menggunakan klep ringan. Maka ada celah  banyak  meningkatkan efisiensi mekanikal maupun efisiensi volumetriknya. Ntaaappp!!! “Itu versi mekanik loh. Kalau versi pabrik kan keamanan mesin dan daya tahan sampai cicilan lunas, haha,” tambah Swega yang bermarkas di Sidoarjo, Jawa Timur itu.

Agustus 2018 dibiarkan sang pemilik menikmati paket bore-up, porting, upgrade kem, plus tuning ECU BRT tadi  membawa R15 VVA ini bisa 22 hp di dyno milik RAT-Motor SBY. Memang untuk bikin power 22 hp gampang dicapai tipe Yamaha seperti Vixion dan setipenya, apalagi R15 VVA . Lantas apa istimewanya VVA? Kalau untuk standar, VVA nambah kuat di atasnya.

Lagi dikerubuti kru RAT

Usai Natal 2018 si pemilik @r15_carbon ada uang Natalan. Ngandang lagi di RAT Motor, makin gila. Dibantu mekanik andalan, klep ganti diameter 23 mm masuk dan buang 20 mm by SND dengan batang klepnya 4.5 mm, ringan dan kuat. Kepala silinder diblueprint ulang. Dari klep besar desain curtain valve area lebih luas. Otomatis lega pintu masuk udara dan bahan bakar ke silinder. Logikanya begini, percuma porting besar-besar karena toh fungsi porting itu cuma jalur, selama pintunya (klep) kecil, ya gitu-gitu aja. Mau dibantu kem durasi besar? Mau seberapa besar, sampe klep ga nutup gitu? Wkkwkwk…

Ukuran porting diubah sedetail sesuao pembesaran klep, gar flow maksimal namun gas speed tetap cepat. Ukuran detail silahan cermati catatan si Boy, eh si Ridho 😁
Bahan valve seat pun diganti dengan fosfor bronze karena dianggap lebih licin dan tahan panas. Selain itu bronze lebih cakep kalau dibentuk multi angle. Dan kelihatan mewah, difoto… Soalnya pas dipasang juga gak keliatan. 😂😂😂 bos klep juga diganti bronze biar seiman.

Klep yang ringan dan tujuan awal untuk rpm tinggi, maka penguncinya ganti titanium. Dipilihlah retainer Kawahara tipe Mio. Mengapa Mio? Soalnya per klep subtitusi dengan per klep Akutagawa Japan. Full race specs ini 😁 Bahan katup karbon memang ringan namun dia memiliki sifat non magnetic yang tidak dapat di hardened, maka mencegah agar klep ga mudah jeber maka diberi shim dari bahan titanium pula.

Naik dyno milik RAT

Camshaft berdurasi in 246º dan ex 251º. Angkatan klep maksimum in 8.22 mm, lift ex 8.45mm. Keduanya memiliki LSA 108º, sehingga tinggi overlap ketemu in 1.85 ex 2.35 sesuai tujuan untuk putaran atas. Celah klep  0.20mm imbang. Untuk membantu mendongkrak putaran bawahnya kompresi 12.7:1 dengan bahan bakar Pertamax Turbo. Aman tenteram damai sejahtera hehehe…

Serta velocity stack panjang dibuat pesanan khusus ke mas Rian dari Saonone Motorsport agar muat pada box filter. Lumayan untuk dongkrak torsi karena udara makin padat masuk ke silinder. Setiap lontaran perpindahan gigi dibantu pegas kopling RMG.

Oke fine tune supaya lebih presisi, otak komputer kita ganti dengan perangkat Juken 5 Pro senilai Rp 2.4 juta. ECU ini telah  dilengkapi AFR meter dengan install bolt on pada  knalpot, serta data logger untuk merekam kondisi campuran udara bahan bakar secara real  mampu terbaca baik saat dyno run maupun speed test di jalan.

Alhamdulillah, kenaikan signifikan mampu tercipta. Power mesinnya meningkat 30 persen dari sebelumnya, betapa signifikan rubahan pada kepala silinder ya. Hehehe… Power sang R15 carbon sekarang mampu berlari di 29 daya kuda dengan torsi 18 n/m. Mantap nih buat kejar-kejaran sama Kodrat, motor punya Mael yg dituning Ironman kwkwkkw… Swega Dari RAT Motor

Catatan harian

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353