nhk

Modifikasi Mio Drag Bike Matik 200, Korek Akal Dewek Part Bawaan Motor..!

Tuh masih ada standart tengah

Maniakmotor – Matik yang turun di kelas Matic 200 ini asli karya akal-akalan ala mekanik daerah. Stroke atau langkah torak saja standar. Kata mekaniknya masih banyak mengandalkan bawaan motor. Nah itu namanya karya dewek bro. Tidak seperti pesaingnya dari  Jakarta yang sudah engine Thai. Lha itu kenalpotnya Cha, kan itu Thailand? Maksudnya mesinnya Thailand, bro. Yang ini kerekan made in  Nganjuk, Jatim asal bengkel D3 SFL Karya Bersama sebagai pengorek.

Dulu status new comer di Matic 200 cc. Itu lima tahun lalu, hehe. Patut dihitung, walau dijumlah hanya 1 (satu), ya Mio itu yang dihitung hanya siji. Istilahnya dihitung di kelasnya untuk drag bike khususnya seputaran Jatim. Ini motor terus bersaing. 

 “Saya pakai part bawaan motor yang dikorek-korek. Disesuaikan dengan dana. Tapi saya yakin bisa bersaing pada rata-rata catatan Matik 200,” sebut Saiful si juru korek yang namanya tenar dari portal ini berkat Supra 125 yang merepotkan Jupiter Z d Bebek 130 cc.

Kruk-as masih mengirim langkah 57,8 mm alias estede. Padahal untuk kejar torsi mekanik doyan dengan cara stroke-up hingga 60 mm. Itu pun ditunjang kruk-as berkode 5VV versi Thailand. Namun kata Iful sapaan akrabnya, torsinya dikail lewat rasio kompresi.  Kompresinya 14,8:1 untuk menopang  tenaga awal agar kuat, tapi memang belum kuat-kuat alias masih defisit 0.2 detik tadi.

Sebagian kompresi dihitung dari piston LHK yang dome atau puncaknya ada kelebihan 4 mm. Dome boleh diistilahkan jenong piston. Piston yang berdiameter tengah 66,25 mm ini sekaligus melejitkan kapasitas. Kalau dihitung masih sesuai regulasi alias 199 cc, belum sampai 200 cc. “Piston ini ngetop digunakan untuk urusan bore-up matik,” jelas Iful yang bukan penyanyai dangdut dan mantan suami DP itu.

Tapi kata Iful mesin ini masih akan berubah. Tergantung dompet tim. Bila dompet sudah ada isinya, tentu akan direkayasa ulang naiknya kapasitas. Tak melulu diameter piston yang besar. Tapi akan dipaksa naik dari stroke-up tadi. Ya otomatis diameter piston akan mengecil dibanding dari yang terpasang pada setang piston saat ini. Bila tetap pakai piston sama, nanti kelasnya naik jadi Super Matic, hehe.

 ‘Perutnya’ sudah bengkak otomatis perlu asupan bahan bakar dan udara yang lebih kaya. Makanya diametger klep jadi 34 mm untuk masuk dan diameter buang 85 persen dari diameter masuk, dapatnya 28 mm. Klep ini dimainkan noken-as yang durasinya moga-moga tepat 275°. Disebut moga-moga karena pengakuan Mas Iful masih menggunakan gerinda sendiri. 

Rekayasa komponen di atas disuplai karbu PWK 34 mm. Katanya tipe karbu ini digunakan karena ramai di drag bike. Kalau ramai, komponennya sudah pasti banyak diperjualbelikan sehingga mudah dalam setting. Arus keluar juga dituntaskan knalpot Thailand, lihat saja di foto. Lho, katanya nggak pakai Thai? Tapi dari cerita tadi sudah dua onderdil khas Thai disebut. Yakni knalpot dan piston.

Disempurnakan lewat  CVT, tepatnya bagian puli depan yang dibubut ulang. Kemiringannya jadi 13°. Itupun hanya mengandalkan part original. Sama juga dengan puli sekunder alias kampas gandanya cukup pakai standart yang hanya maen ganjal kampasnya. GS

BACA JUGA

Modifikasi Honda Karisma Drag Bike; Nekat Ikut Bebek TU 200 CC, Kruk-As Standar..!

Modifikasi Honda Karisma Jadi Kawasaki KLX150, Bebek Jadi Trail Garuk Tanah..!

Modifikasi Satria FU 200 Drag Bike: Empat Tahun Lalu Sudah Laju Dari Efisiensi Volumetrik

DATA MODIFIKASI

Tim: D3 SFL Karya Bersama

Pemilik: Denny

Manager tim: Dedy

Mekanik: Saiful

Pembalap: Yopi Nexcom dan Johan Timothy

Best time: 7,844 detik

Alamat Bengkel:Ds cangkring RT03 RW 10, Desa Pace Kulon, Nganjuk Jatim

Tlp:085649493131

Motor:Yamaha Mio

Kelas:  Matic 200 cc

Kompresi:14,6 : 1 (avgas)

Piston:LHK 66,25mm

Durasi  Kem:275 °

Lift klep: 9 mm

Karb: PWK 34 MJ : 112 PJ : 38

Kampas: Standart Modif

Puli: Bubut 13 derajat

Roller: 8 gram

Rasio: 14-41

Cdi: Fino

Koil: YZ 4SS

Ban depan: SwallowSwallow 50/90-17

Ban belakang: IRC Eat My Dust 60/90-17


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353