nhk

Modifikasi Ninja 150 Drag Bike; Kubah Model Parabola, Juara Nganjuk Sport 2T TU 155!

 

ManiakMotor – Kali pertama diturunkan di Sport Tune-up 155 cc 2T, Ninja 150 milik tim Ramajaya Bimasakti DS7 dari Surabaya, Jatim  ini, langsung podium. Tidak sekadar podium, tapi podium tertinggi atau juara satu saat event Nganjuk, Jatim (2/2) lalu.

Catatan waktunya masih 7,512 detik dalam kondisi lintasan basah. Seiring riset lanjutan, Dila Osato selaku bos tim optimis bisa tembus 7,0-7,1 detik seperti lawan-lawannya saat ini.  Agung  Boter selaku juru korek menyebut  kunciannya ada pada ruang kruk-as yang padat sekali.

“Saya tambal rapat celah-celah di ruang kruk-as. Tak ada sekecil apa pun di situ untuk menghambat aliran bahan bakar ke head.  Tinggi lubang transfer dihitung dari bibir silinder, nggak jauh bergerak tapi efesien,” sebut Agung yang sudah pakai membaran V-Force3 berbahan karbon yang oke punya untuk memperkuat asupan yang dimaksud.

Seperti cerita saat lomba, Ninja masih memainkan ‘korek harian’. Misalnya saja, lubang porting seperti transfer dan bilas cuma dihaluskan dengan mencukur 0.5 mm. Karena itu, saat joki lain repot menyesuaikan grip pada lintasan basah, dia malah tenang-tenang saja. Powernya pas. Ya, kalau begitu, harus selalu tunggu lintasan basah dulu, hehe. Kalo kering minta dibasahin… huhu, eh, hehe… Sory becanda…

Aliran bahan bakar ini dikirim dari ruang kruk-as, transfer dan bilas ditampung kubah kepala silinder model parabola. Namanya juga parabola, sinyal nggak bakal lolos agar siarannya televisinya jernih. Sama dengan kabut bensin, semua tertampung dan nggak ada yang lolos digebuk piston.     

Agung mengatur sudut squish 13° dan lebar 8 mm.  Katanya, hitungan dan modelnya satu arah dengan mulut transfer dan bilas. “Tujuannya mengantar kabut sampai ke titik tengah ruang bakar, itu funsi desain mulut transfer dan squish,” cerita Agung pada Ninja yang sebenarnya sering ikut di Sport Rangka Standar di Jatim itu.

Dari angka kompresi memang tinggi lantaran lubang buang belum banyak digerus pada silinder PDK. Kan tinggi lubang buang bagian  dari hitungan kompresi untuk mesin 2-Tak. Tuh, tinggi lubang buang diukur dari bibir silinder 30 mm. Sayang, buret masih rahasia dan masih akan terus beranjut modifikasi motor ini. Maklum di Ngajuk kemarin hanya ujicoba, tapi membawa hasil.

Rasio pun masih standar pabrik saat dikebut Richo Bocel (Surabaya), maka Richo harus star dari gigi 2. Bahkan magnet pengapian juga std. CDI milik Suzuki Tornado. CDI model AC itu punya kelebihan non limiter. Ya, untung saja lintasan basah sehingga tenaganya tidak banyak terbuang dengan data tulisan di atas. Ardel

BACA JUGA

Modifikasi Yamaha 125Z Drag Bike; Power Naik 1,8 HP, 7,2 Detik Bebek 125 cc TU 2T

Modifikasi Honda Tiger Drag Bike (Banjarnegara); Kem Estilo, 7,901 Detik Sport 4T 200 cc!

Modifikasi Ninja 150 Drag Bike; Tinggi Lubang Buang 28,8 mm, Target 7.2 Detik Rangka Standart!

  

Data Modifikasi :

Motor: Kawasaki Ninja 150 R

Kelas: Sport 2 Tak Tune Up 155 cc

Pembalap: Richo Bochel (Surabaya)

Tim: Ramajaya Bimasakti DS7

Kepala Silinder

Squish : 13°

Lebar squish : 8 mm

Celah piston  : 0,3 mm

Bentuk Kubah: Parabola

Dipapas : 0,8 mm

 Silinder

Tinggi lubang buang    : 30 mm

Lebar lubang buang  : 41 mm

Tinggi lubang transfer   : 43 mm

Membran : V-Force 3

Piston (diameter x stroke)  :  standart

Tebal paking : 0,4 mm

Per kopling  : CMS

Kampas kopling  : Standart

Karburator : PWK Air Strike 38 (main jet 162, pilot 65)

Kenalpot+silencer : KDX

CDI  : Suzuki Tornado

Kolil  : YZ125

Magnet  : Satandart

Timing pengapian : 8o sebelum TMA

Busi : NGkB10EGV

Bahan Bakar+oli  : 1 bensol : 15 (Castrol 747)

Gigi Rasio : Standart

Final gir  : 13/35

Mekanik : Agung Boter

Contact Person   : 081332000737 (Dila Osato)

 

 

 

 

 

BAGIKAN