nhk

Modifikasi Ninja 250 2017; Café Racer From Cikupa, R&D RCB

Modif Kawasaki Ninja Cafe Racer

ManiakMotor – Sub frame sudah pasti kena babat. Itu rangka di bawah jok, paling utama bagian atasnya dibikin rata atau sejajar dengan back bone. Yang disebut back bone adalah tulang-tulang di belakang komstir. Sub frame wajib menyesuaikan dengan rangka utama tersebut.

Mantap dengan aksesori RCB

Kan begitu trik modif membuat café racer seperti Kawasaki Ninja 250 keluaran 2008 dan dikerjakan 2016. Bahkan sampai sekarang masih terus dipermanis penampilannya. “Ini motor R&D untuk RCB dan aksesori yang dijual PT Enwan,” kata Robby Ganie, si pemodif dan sekaligus kepala divisi R&D PT Enwan di Cikupa, Tangerang, Banten.

Sifatnya motor R&D, suku cadangnya adalah pilihan. Tapi berhubung cerita modifikasi, yang dipermak dong yang diceritakan. Itu tadi, rangka yang di buntut yang kena papas, lantas dirakit ulang dengan pipa-pipa yang sesuai. Pengelasannya juga dilakukan sendiri bro. Pengelasannya terlihat detil dan rapi.

Aksesori yang lumayan pas

Kecuali tangki yang diorder pada ahlinya. Tangki café racer, bukan tangki bahan bakar Ninja yang sport. Jok juga rekayasa sendiri yang berulang-ulang berubah desainnya. “Jok itu susah-susah gampang. Tapi sebenarnya di sinilah salah satu letak cantiknya penampilan café racer,” tambah Robby.

Jok single seater itu akhirnya disimpulkan dibagi dua. Bagian depan hanya untuk diduduki. Ya iyalah, namanya juga jok, ya diduduki dong, masak iya diinjak. Lantas sisanya yang disatukan dengan batok bulat seperti buntut tawon yang seksi bohay. Sebab ada juga buntut tawon yang kurus, bro.

Dari namanya R&D RCB, yang menonjol pada peleknya. Pelek kuning depan lebarnya 3.5 inci dan belakang 4.00 inci ini, sebenarnya untuk Vixion. Karena itu lahernya harus menyesuikan dengan Ninja pada depan dan belakang.

Dudukan gir juga dipermak, karena harus menggunakan gir yang menggunakan rantai ukuran 428, padahal aslinya Ninja 520. Tentu saja itu melewati proses modifikasi dengan bantuan tukang bubut. Hasilnya memang mantap dengan ban depan IRC 110-70/17 dan belakang 130-70/17. Kaki-kaki ini menggunakan sokbreker streo, bukan lagi mono seperti aslinya Ninja.

Robby dan knalpot 1-1

Ada lagi yang bikin pusing terhadap mesin. Maunya menggunakan knalpot dua keluaran. Maksudnya setiap silinder Ninja 250 ini menggunakan knalpot dewek-dewek. Lalu apa yang terjadi? Itu mesin nggak pernah langsang dengan system knalpot sendiri-sendiri. Dia harus dibikin konvigurasi 2-1 sesuai aslinya Ninja.

Lantaran menggunakan karbu vakum, dengan knalpot sendiri-sendiri, itu karbu bingung memvakumnya. Sebab tekanan setiap silinder berbeda. Sangat sulit diseting langsamnya. “Akhirnya tetap menggunakan knalpot Proliner sendiri-sendiri, tapi pada bagian bawah mesin, ada pipa penyambung dua knalpot tersebut. Sehingga turbulensi gas buang seimbang panas dan tekanannya. Ya sudah , normal tuh,” pungkas Robby yang setiap ketemu bertanya mulu kapan ditulis motornya.

Nih sudah. Ingat aksesorinya RCB. Miolo

BAGIKAN