nhk

Modifikasi, Pelat VS Fiberglass

 ManiakMotor –  Modifikasi harus tahu ajining saliro gumantung marang busono. Asli, itu pepatah Jawa kuno. Artinya, bersolek silakan, tapi ada aturannya juga dong! Sama dengan modifikasi, ada yang pakai pelat biasa, pelat galvanis dan yang paling umum fiberglass atau serat kaca (resin).

Di dunia modifikasi, itu bahan disebut bodi. Tapi secara umum boleh juga busono. Setiap bahan punya kelebihan dan kekurangan. Tergantung tujuan dan kemampuan mengolahnya. Fiber enteng, mudah dibentuk,ekonomis dalam proses. Sedang pelat? Pasti berat, sulit dibentuk dan yang jelas kuat. Juga butuh keterampilan mengolahnya.

Namanya modifikasi apa pun bisa terjadi. Di sana dihuni para pesulap pelat dan fiber. Sim sala bim yang tidak bisa, jadi bisa. Mantranya hnya dana. Walau di kanal lain ada ‘CB 100, ‘Balada Pemodif Cekak’,  “Tetap saja saya keluar dana untuk modifikasi,” cerita Muhamad Rinudin, pemilik sekaligus builder CB100dari cerita Pemodif Cekak itu.

Di situ dilema membangun motor modifikasi. Sebuah hobi harus dibayar dengan nominal yang tak terhitung. Itu gaya hidup yang kadang tidak masuk akal. Bagi pemodif menyebutnya, Anda Puas Kami Lemas! Ah, yang bener..? Biasa, pedagang gak pernah bilang untung. Sama dengan yang berjudi, semua kalah.

Hampir 20 tahun terakhir jagad modif akrab dengan fiber. Karena itu tadi, terjangkau dan mudah diaplikasikan. Tinggal tiru bodi moge yang dimau, segera terwujud. Beda kalau pakai plastik ember dan pelat panci. Hehehe… tetap butuh molding sebagai pencetak. Mahal, coy! Hanya pabrikan besar yang sanggup.

Fiber jadi material ampuh. Bahkan, menggoda untuk bikin produksi massal seperti tudung lampu dan variasi bolt on. Pokoknya, up to date seperti maniakmotor.com. “Bodi bolt on dari fiber sudah banyak dibikin. Misalnya untuk Ninja 250, Scorpio, Vixion dan Byson, itu tanpa potong rangka,” cocor Jaidun Muktar alias JJ,   pengrajin fiber di Kayu Manis, Jakarta Selatan. Pria asal Purworejo, Jawa Tengah ini menekuninya dua tahun terakhir.

Modifikasi macam itu, tentu beda dengan modifikasi total. Bukan hanya tampilan berubah yang dikejar. Kalau itu sih, siapa pun bisa. Tetapi modif yang punya nilai  eksklusive, bukan pasaran. Misalnya seperti yang dilakukan Topo Goedol Atmojo dengan bahan pelat galvanis. Apa gak berat dan bahaya tuh? “Tidak juga. Kan nilai seninya yang dibutuhkan dalam modifikasi. Buktinya, permintaan modifikasi tetap ramai,” kata Topo yang punya rumah modifikasi di kawasan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Apapun bentuk dan konsep bisa dibikin Topo yang punya Tauco Custom Builder itu. Dia memberlakukan pelat galvanis sama mudahnya dan sama cantiknya dengan fiber. “Jusrtu pada nilai kesulitan tinggi itu dibanggakan pemilik motor yang dimodifikasi. Apalagi pemodifnya,“ ujar Topo, builderyang berlogat medok ini.

Masih ingat kan pepatah Jawa tadi? Nah, klik terus maniakmotor.com

BERITA TERKAIT:
Yamaha Vixion, Chopper Jarang Di Darat
Modif Matik Edan-Edanan..!!!
GL-Pro Hypermotard Rangka Tubular
Sanex QJ 250, Dari JJS Ke Penggaruk Jalanan
Honda CB 100, Balada Pemodif Cekak…
Honda RVF 400 Bumble Bee
Honda S90Z, Asli Man…!
Kawak Ninja, Drag Tipu-Tipu
Yamaha F1ZR, Motor Drag Tiga Arena!
Aliran Flat Track Thunder 125
Yang Orisinil Tinggal Mesinnya
Modifikasi Manis Pelat Galvanis
CB650 Jok Tunggal Buntut Tawon
Skydrive Pelek Gambot Ban Jumbo
RX King Jogja, Jago Semuanya
Byson Jadi Ducati
Suzuki TS, Semakin Trail
BAGIKAN