nhk

Modifikasi Road Race MX-King MP1 CV Dua Srikandi, Porting Ekstrem Double Injector..!

Bolang sedang testing MX-King Dua Srikandi di Sentul Kecil

ManiakMotor – Porting ekstrem pada kepala silinder. Memang harus begitu salah satu jurus bermain di kelas Expert Bebek 4T 150 cc. Kelas yang lebih dikenal dengan MP1, ganas semua mekaniknya. Yang ini tanpa mengandalkan bubut canggih, tapi pisau korek dari tangan tunner sendiri. Jadilah terowongan saluran in-out pembakaran yang  besar-besar lubangnya bro sampai dilayani dua injektor alias injector.

Porting karya Gogon

Korekan membuat didinding luar saluran masuk-buang sampai tipis-tipis itu, sasarannya memperbesar debit bahan bakar, “Makanya saya menggunakan dua injektor pada throttle-body. Itu demi melayani konsep porting yang sesuai hitungannya,” kata Gogon, tunner dari CV Dua Srikandi Racing Team yang jadi peserta MotoPrix (MP) 2020 yang belum terjadi, juga mulai incar event One Prix.

“Sebab, dengar-dengar hanya One Prix yang memenuhi syarat untuk protokol Covid-19. Artinya hanya One Prix yang bisa jalan,” kata Gogon yang bermarkas di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Gogon rajin  kelihatan di Sentul Kecil untuk trial and error riset mereka. Belakangan, Gogon tinggal fokus atur daya tahan dan bikin mesin cadangan.

Double Injector Mio J

Rata-rata di Sentul Kecil tersebut catatan waktunya sudah 54 detik koma kecil. Dan kelihatannya pembalapnya Damar Arbi alias Bolang tidak kesulitan menaikan dan mempertahankan putaran mesinnya di Sentul Kecil. Artinya, walau ekstrem galian lubang saluran masuk-buang, reaksi power mesin sudah tersedia sejak awal. Nggak kosong-kosong.

Injector tambahan

“Itu karena pakai dua injecktor tadi. Injektor keduanya standar Mio J yang pertamanya aslinya MX-King. Melayani TB diameter 32 mm,” tambah Gogon yang memasang salah satu injektornya di depan corong TB. Seyem memang gagasan mekanik yang tinggi kurus ini. Dan memang dibutuhkan akal-akalannya sebagai insinyur racing mesin bebek yang aslinya untuk motor harian dibikin balap, kelas paling tinggi pula.

Dicermati cara Gogon pegang pisau korek dan perkakas racing, penulis seperti ingat sesuatu. Mirip dengan trik  Ahon atau Herman Lo, mekanik 4T generasi awal di Indonesia, “Ya saya murid dari Achos. Achos sendiri lama dengan Ahon,” kata Gogon yang tahun ini MX-King yang ditulis lumayan di seri 1 YCR di sirkuit Boyolali, Jateng pada Februari lalu. Itu satu-satunya event yang berhasil diikuti sebelum wabah Corona. Eh Achos alias Achos de Lalang adalah chief mecanic  Proliner RCB 549 Kaboci Racing Team yang saat ini bermain di ARRC.

Gogon dan pembalapnya

Kembali ke injector satunya nggak masalah lantaran sudah paten sesuai aslinya MX-King yang debitnya per menit 125 cc. Satunya lagi dari Mio J yang dipasang persis di depan velocity yang debitnya 85 cc per menit. Keduanya bekerja sama pada real time putaran mesin.

Logika yang di depan TB itu sebagai pendukung agar nggak kehabisan uap. Cuma takutnya itu perangkat malah menghalangi laju udara menuju velocity, “Sampai saat ini sih aman-aman saja. Saat dimapping nggak masalah dengan perbandingan AFR yang wajar sesuai tipikal  sirkuit,” tambah Gogon dengan wajah yakin sekali dan bilang riset mesin sesuai karakter pembalapnyya yang sering gantung rpm.

Kompresi Tinggi

Porting besar-besar harus dilayani empat klep diameter yang cukup besar pula sesuai regulasi MP1. Yakni isap menggunakan klep RC3 diameter 23 mm dan buang 20 mm. Serasi dengan lubang portinganya untuk menyalurkan uang bahan bakar diubah jadi energi atau power.

Batang payung klep-klep ini digerakan oleh kem racing yang durasi masuk dan buang 271º. Lobe atau benjolan terhadap kem paling tinggi (lift) mampu mengangkat klep sampai 9.1 mm untuk masuk dan buang 9.05 mm. Spesifikasi kem punya reaksi cepat tertutup. Tapi saat terbuka mampu memasukan bahan bakar yang banyak dan membuang dengn bersih pembakarannya yang dibantu dilepas oleh pipa knalpot Proliner. Itu knalpot hitungan Gogon dewek.

Blok dan kepala silinder

Seperti disebut tadi, porting head Gogon produksi lokal alias dikerjakan sendiri oleh pisau korek. Tentu sekalian mengatur perbandingan kompresi pada ruang bakar. Lumayan padat yang memang ditujukan untuk MP yang eventnya di pasar senggol dengan tikungan-tikungan berdekatan. Tapi nampak efisien di 14 tikungan Sentul Kecil. Iya sih, galak dari putaran bawah.

Kompresi tersebut diatur pada 14.2:1. Pemampatan dikelola oleh piston UMA tipe forged yang masih disempurnakan coakan klepnya. Supaya aman atau nggak tabrakan saat di rpm tinggi. “ECU Super aRacer yang rutin dengan AFR 12.3:1 kalau saat menguji di Sentul Kecil. AFR ini boleh berubah sesuai karakter dan cuaca sirkuit,” tutup Gogon.

Pantas telah mengincar 53 detik di Sentul Kecil dengan kondisi aspal kurang mulus. “Soal aspal ini dibantu suspensi depan-belakang PSD dari Magelang. Redamannya pas dengan Bolang. Nyaman motornya,” tambah Gogon menirukan laporan Bolang pada suspensi.

Ayo kamu bisa..! Raider

DATA MODIFIKASI

Komperesi: 14,2:1
Durasi camshaft in: 31+60+180: 271º
                Ex: 61+30+180: 271º
           Lift in: 9,1 mm 
                ex: 9,05 mm
Blok silinder: UMA Racing Ceramic
Knalpot: Proliner

Reduksi Rasio Percepatan (Girboks)
Sesuai karakter pembalap
1. 13:34
2. 16/28
3. 19/26
4. 22/27
5. 22/23
Velg: RCB
Pijakan kaki: RCB


BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353