nhk

Modifikasi RX-King (Jakarta): Liaran Knalpot Standaran, Sulit Dapat Lawan..!

ManiakMotor – Kenalpotnya standar bobok, sekat-sekatnya hanya dibikin model terompet, preeeeet…  Itu paling pas dengan perkembangan bali atau baliap liar saat itu, maksudnya saat 2013, saat tulisan ini muncul di portal ini.

“Sekarang, bila pakai kenalpot telo atau kolong yang dikenal racing, sulit cari lawan di liaran, Bang. Beda dengan standaran, banyak,” sebut Erwin Bahrudin dari bengkel TEM’s Racing di Jakarta yang biasa main 500 meteran.

Wuih nantang tuh. Kalau ada lawan telepon saja di bawah, langsung sama orangnya, portal ini nggak ada hubungan hehe. Hubungannya hanya menulis. Tuh kan, metode l korekannya agak liar-liar juga nih. Kenalpot liar tadi, eh, standar mengolola kapasitas yang katanya sudah dioversize 250. Itu sama dengan diameter silinder bertambah 2,5 mm sama dengan 2.50 yang disebut bore-up duaratus limapuluh.  

Jadinya diameter silinder 60.5 mm dari standar RX-King 58 mm x 50 mm = 143 cc jika dihitung dengan rumus silinder. Disebut oversize 250 lantaran menggunakan piston TKRJ. Piston ini memang menyediakan oversize segitu yang biasanya dari pabrikan cuma oversize 1.00. “Asli Bang, sebagian besar saya memainkan part standar yang dikorek-korek. Kecuali piston yang pakai TKRJ,” tambah Erwin walau pengorek liar, tapi kelakuannya nggak liar loh. Ia tetap sopan dan santun, coy. 

Blok silinder juga nggak neko-neko amat. Hanya memainkan pisau tunner dan alat korek ‘ekor tikus’. Tunner untuk meniruskan pantat blok silinder dan ‘ekor tikus’ untuk menggali-gali sudut-sudut lubang transfer dan bilas agar satu sasaran ke ruang bakar, terutama menuju squish.  

Masih berkaitan dengan knalpot. Katanya sih tinggi lubang juga hanya dimakan 2 mm. Lebar lubangnya hanya 60 persen dari diameter silinder. Berarti, Erwin masih memperhitungan dengan penggunaan kenalpot standar tersebut. “Memang harus begitu. Beda bila pakai kenalpot racing, lebar lubang bisa mencapai 65 persen,” jelas Erwin pada model lubang buang macam telur lonjong itu.

Dituntaskan dengan wajib korek dan wajib papas. Itu dia kepala silinder yang dipapas 2 mm. Lantas semua dikembalikan dengan ukuran-ukuran ruang bakar untuk adu liar yang panjang. Ya, beda dengan drag bike yang jaraknya 200 meter, ini buat 500 meter, katanya. Yang jelas setelah dihitung dengan rumus kompresi dapatnya pemanpatan ruang bakar adalah 7.4:1. Nah, silakan untuk tanya-tanya lebih lanjut hubungi nomor di bawah. LM

BACA JUGA

Modifikasi Honda CBR250 2013 (Jakarta), Up-Side Down Pelangi CB400, Special Edition..!

Modifikasi Honda CB175K0 Dan CL175SS 1966 (Jakarta), Scrambler Restorasinya Resik..!

MODIFIKASI SUZUKI THUNDER 250 (JAKARTA), Pakai Ban Khusus Bobber

MODIFIKASI YAMAHA SCORPIO (JAKARTA), KONSEP DEUS RP 20 JUTA, TEMBUS HUTAN

Modifikasi RX –Z Drag Bike, 7,212 Detik Di 2T TU 140 cc, Kalahkan Ninja Di 155 cc, Modal PWK Air Strike 38

DATA MODIF
Karburator standar; reamer 2 mm
Pilot-jet : 37.5
Main-jet: 190 
Ruang kepala silinder: 9.7 cc (buret)
Squish : 140
Lebar squish: 8 mm
Busi : NGK Platinium 
Setang seher: Standar  
Ban depan : comet 2.00/80-17
Ban belakang: 60/80-17
Veleg depan: Takasago
Veleg belakang: Takasago
Stang kemudi : Noei
Ring seher : TKRJ
Erwin Bahrudin : 0857-11841173
BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353