nhk

Modifikasi RX-King Juara Indoclub 2019 Super Pro: Ramuan Mesin Satu Rumus Dengan Knalpot B-Pazz

Modifikasi Yamaha RX-King Super Pro
Rere in action dengan RX-King B-Pazz

ManiakMotor – Tenaga mesin 2T ada 35 persen disumbang oleh knalpot.  Apalagi perannya untuk balap, sudah bicara karakter. Mesin yang diciptakan harus bisa diteruskan oleh knalpot two stroke, sebaliknya begitu. “Pipa pelepas gas buang adalah kesatuan dengan mesin. Knalpot pada 2T bisa diandaikan di 4T seperti klep yang mengatur arus buang,”  papar Budi Setiawan dari B-Pazz.

Selalu dideteksi dengan dyno

B-Pazz ini perusahaan knalpot sekaligus punya Yamaha RX-King yang juara umum di Indoclub Championship 2019 di kelas puncak RX-King Super Pro. Jokinya Reynaldi Pradana alias Rere yang pula  seri akhir pada awal Desember 2019 lalu, juara dua race di Indoclub dengan RX-King ini. “Asli ini motor sangat enak power atas-bawahnya,   siem,” papar Rere yang lima seri Indoclub menguasai kelas RX-King modifikasi ini.

Menurut Budi, untuk membangun mesin RX-King yang membuat Rere juara ini, seperti  lajimnya yang telah berjalan untuk korek-mengorek 2T. Maklum mesin 2T lebih duluan berada di Indonesia, bahkan mekanik pinggiran  juga bisa mengorek. Cuma keteletian dan hitungan yang menentukan. Misalnya model terowongan lubang masuk pada transfer yang bikin nyamuk saja terpeleset dibikin 41 mm dan lubang buang 25.5 mm. Terutama angka lubang buang ini penentu volume knalpot.

Katup buluh V-Force3 dan karbu standar reamer

Barulah Budi memakai rumus yang isinya angka di atas untuk mencipatakan knalpot. “Contoh lingkaran perut knalpot yang 37 cm. Itu didapat dari exhaust timing pada derajat, bukan angka. Lubang buangnya sendiri sih model kipas. Jadi gelombang gas buang akan merata dari leher dan akan diolah turbulensi pada perut knalpot. Dijamin tenaga ada isinya terus,” tambah Budi dengan ceria yang B-Pazz-nya bermarkas di Gondosari, Sitimulyo, Bantul, Jogja. Silakan lihat di bawah tulisan ini soal knalpotnya.

Jaminan B-Pazz ini mutu. Maksudnya jaminan mutu. Karena mengandalkan kepresisian yang  tinggi. B-Pazz punya dynotest sendiri produksi Amerika, namanya Dynomite.  Setiap rumus korekan mesin yang efesien dan produktif selalu dideteksi dari dyno. Termasuk setiap perubahan rumus knalpot, pengelasan dan bahannya.

Kepala silinder 125Z

Hasilnya RX-King ini dari data pengukuran dyno B-Pazz  selalu jadi pegangan power RX-King ini adalah 27.8 dk pada 13.200 rpm. Torsinya 15.6 Nm. Itu ukuran yang belum realistis, karena masih di atas dyno. Real-nya di lintasan dong. Kan di sirkuit  settingan akan menyesuaikan dengan derajat pengapian, perbandingan spuyer dan gir.

Tentu saja, kunciannya bukan hanya knalpot dan blok silinder yang di situ ada in-let dan out-let gas pembakaran. Tapi sekalian model ruang bakar pada head milik Yamaha 125Z, kompresi dan pengapian yang silakan dilihat di DATA MODIFIKASI.

Pasukan B-Pazz

Dari data ini juga bagian dari hitung-hitungan yang bikin laju RX-King B-Pazz, ini lain kali dibahas. Kisi-kisinya untuk kepala silinder dikerjakan apik yang kompresinya sangat tinggi, tapi aman. Maklumlah pengapiannya Vortex yang kurva-nya bisa dimainkan atau sekarang disebut mapping atau pemetaan. Juga itu tadi, B-Pazz memiliki dyno dewek untuk deteksi awal.

KNALPOT LAS ARGON + Co Full Stainless Antara C & L

Kembali pada knalpot nggak sebut lap top. Jujur saja, B-Pazz ikut balap lantaran erat dengan promosi. Ingin memperkenalkan knalpot yang bermutu. Dari sistem pengelasannya tampak luar sudah menganggumkan. Macam las-lasan knalpot 2T luar negeri. Pengelasannya rapi macam cacing.

Argon atau aslinya las TIG (Tungsten Inert Gas). Las argon menggunakan gas mulia,  sejenis las listrik elektrode yang setrumnya bekerja pada busur saat pengelasan, “Makanya bersih. Nggak ada sisa-saia atau tahi besi penyambung yang tercecer. Punya B-Pazz, las TIG-nya  masih disatukan dengan Co. Jadinya kuat dan kerapatan sambungan sangat terjamin,” terang Budi yang menerapkan hal sama pada knalpot yang dijual harian.

Knalpot B-Pazz

Dengan las canggih ini, bagian luar pengelasan terlihat mewah pada pelat knalpot B-Pazz dari bahan stainless, bagian dalam juga mulus sambungannya. Hasilnya, sirkulasi gas buang nggak ada gangguan sambungan antar-pelat.  Termasuk saat menerapkan bidang kerucut dari leher menuju perut dan di ujung menuju siilincer.

Makanya kata Rere, tenaga RX-King ini sepertinya tertumpu pada knalpot, hehe. Rere contohkan saat meminta power atas harus lebih jalan. “Eh dengan mudahnya knalpot diganti yang lehernya model ‘L’. Tadinya pakai model ‘C’,” sebut Rere. “Model L dan C pada leher kanlpot ini memang beda sikit karakternya. Kalau ‘L’ yang lebih landai di Sentul Kecil lebih jalan atasnya. Sedang model ‘C’ power tengahnya kuat,” timpal Budi meluruskan.

SUSPENSI NYAMAN

Pantas saja RX-King B-Pazz terlihat menjejak lintasan saat digunakan Rere. Kaki-kaki depan dan belakang yang aslinya sudah ‘lembiru’ alias lempar yang lama ganti baru. Penggantinya untuk sokbreker depan pakai tabungnya lebih besar, milik Ninja 150. Sedang belakang Ohlins punya, bro.

Sokbreker Ohlins

Dengan kombinasi sokbreker tersebut peredaman berjalan dengan mantap. Untuk depan hanya sulingnya yang digeser-geser sikit agar redamannya lebih lambat sesuai fungsi untuk road race. Sekalian kekentalan oli dan jumlahnya yang disetel.

Apalagi yang belakang tuh, sokbreker ngetop di dunia dari Swedia yang kuningnya khas. Mampu meredam tenaga yang dikeluarkan RX-King yang zaman dulu disebut kelas modifikasi. Nggak ada goyang-goyangnya tuh menerima tenaga 27.8 dk sesuai pengukuran di dyno tadi. Raider

DATA MODIFIKASI

Volume Kepala Silinder: 13.7 CC

Langkah Setang Piston:50mm

Squish 9mm Kemiringan 14 Derajat

Piston: ARTY Oversize 125 mm

Tinggi Lubang Buang: 25.5 mm

Tinggi Lubang Transfer: 41 mm

 Pengapiaan: YZ125 Dengan CDi Vortex

Tenaga: 27.8 dk 13.200 rpm

Torsi: 15.0 Nm

Timing Pengapian: 6 Derajat

Karbu: STD Reamer 28.5 mm

Pilot/Main-jet 32/250

Membran: Vorce 3

Shock Depan Ninja

Shock belakang Ohlins

Handle Kopling: ZETA

Rem Depan: Kitaco

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353