nhk

Modifikasi Suzuki Satria 120R (Jakarta); Tampang Grasstrack, Tapi Buat Harian

ManiakMotor – Di zamannya ini bebek 2-tak nggak ada matinya. Buktinya sampai sekarang Suzuki Satria 120 ini tetap hidup, hehe. Hidupnya pun sudah jadi sport. Juga ndak sekadar sport, tapi motor penjatan yang laki bangat. Tampang sih buat garuk tanah, ternyata malah dipakai harian dan tak pernah lindas tanah, cukup trabas trotoar di tengah kota Jakarta.

Tampang Satria dibeli 2003 yang  6 speed ini sebenarnya biasa untuk arena grasstrack dan para pehobi enduro.  Tapi yang ini pemodifikasinya orang umum lho, bukan bengkel grasstrack dan pencari susah, maksudnya keluar-masuk hutan yang doyan advebture. “Saya pakai sasis Hyosung RX125, motor Korea full set bersama bodi,”ucap Dogol dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sebagai pemilik dan pemodifnya.

Dengan sokbreker depan upside down yang punya travel 250 mm, jalanan aspal berlubang mah, malah senyum saja tuh motor. Lacak punya lacak, itu fork masih sokbrekernya Hyosung, termasuk juga monosok. Walah-walah, berarti ini motor Hyosung pakai mesin Satria dong. “Mesin Hyosung asli udah tidak enak, banyak yang harus diganti. Susah cari suku cadangnya, penjualnya nggak tahu sudah di mana,” jawab Dogol.

Ya sudah, fokusnya hanya memasang mesin Satria bisa duduk di sasis. Medalnya pelat strip 4 mm. Tapi sebelumnya dirangkai dulu menjadi model ‘A’ yang pakai las listrik. Ini untuk titik pemegang mesin dibelakang blok silinder. Sama dengan pegangan kolong mesin kanan dan kiri. Gampang brur, asal ada waktu seharian dibengkel las pinggir jalan.

Waktu tadi termsuk menghitung panjang pelat. Kira-kira, ya maaf reporter tidak sempat bongkar mesin, bisa habis waktu seharian juga untuk liputan ini doang. Panjang pelat kurang lebih 15 cm, sebagaimana telah diukur menggunakan sigmat. Supaya posisi mesin di dalam rangka tidak miring dan mentok sana sini. Lihat juga single cradle frame, itu pipa satu batang di bawah komstir yang dudukan mesin asli Hyosung masih digunakan untuk memangku mesin Satria.

Pelat di kolong masih sama tebal, panjangnya 4 cm. Pelat ini dicantum dengan pipa. Tuh difoto, tai lasnya gede bangat, tetapi jaminan kuat. Serta menjamin Dogol aman ke mana-mana. Kolo knalpot itu saya order di tukang knalpot pinggir jalan juga, tapi spesialis. Agar bentuknya sesuai yang saya pingin,” tambah pria yang keberatan disebut nama aslinya karena nggak mau terkenal sebagai pemodif, takut ramai ditelepon, lantaran ini hanya modif sambilan alias hobi.

Ya sudah ndak papa, yang jelas ini modif bukan ambil dari internet, hehehe. Sekujur hitam doff pada bodi bukan apa-apa, sekali lirik ya oke sajalah. Kan item disebutnya warna elegan, bisa juga berubah jadi garang. Tergantung tampang dan bentuk. Kalau mau komentar, tuh silakan di bawah.

Ya oke. Data modifikasi sekalian dicantumkan disini deh. Ban depan Swallow 80/100-21, Belakang Excella 140/80-18. Itu lampu depan, sepatbor, dan hand guard, dari produk yang mereknya Acerbis. Lalu, ya selesai deh. Adib

BACA JUGA

Modifikasi Yamaha Mio Drag Bike, CFM Yang Rapi Dapat 7,605 Detik, Matik 200 cc!

Modifikasi Honda GL-100 (Tangerang), Tidak Jual Tampang, Berani Potong Leher..!

Modifikasi Yamaha RX-King (Jakarta), Café Racer Penggemar Berat The Doctor, King of King

Modifikasi Kawasaki Ninja 250 (Jakarta): Berotot Six-Pack

Modifikasi Yamaha New Vixion 2013 (Krawang), Kaki-Kaki Yamaha 250 cc..!

 

BAGIKAN