nhk

Modifikasi Suzuki Satria FU 150; Pakai Knalpot-Kenalpot WRX Dan CDI Rextor, OMR 7.6 Detik

 

ManiakMotor Satria FU150 ini masih sodara dengan FU Solo yang bermain di Bebek Tune-Up 200 di drag bike, milik tim dan tunner yang sama. Kalau yang ini, kapasitasnya sesuai untuk kelasnya one make race FU150, ya 150 cc. Namun bisa setara catatan waktu Bebek 200 yang juga sering diikuti FU Solo. Yang ini  bisa 7.6 detik dipacu Dwi Batank. 

Resepnya tentu  mesin yang telah dikorek-korek, hehe.  Perancang FU ini  adalah Abakura  Racing Team yang tunnernya Wawan Kristianto, tunner FU Solo yang ngetop di Bebek 200.  “Yang penting tepat  penggunaan suku cadang racingnya, Agar alur masuk dan buang jadi seimbang,” tutur Wawan sembari menjelaskan poin utama dalam mencapainya.

Yakni,  karbu, kem, pengapian dan kenalpot.  Pipa pelepas gas buang seperti janji  rumah modifikasi kenalpot WRX, sanggup memainkan performa 20 persen, kata Wawan itu tak meleset. Makin tepat, bila ia ikut disponsori WRX, hehe. FU ini memakai WRX Oval Series khusus drag bike. Karena didesain untuk kebut jarak pendek, maka lebih mudah disetting. Maksudnya settingnya langsung ketemu dengan beriringan naiknya tenaga FU.

WRX Oval Series pakai metode terompet. Alasannya, mesin drag bike dalam 200 meter, tenaganya sambung menyambung. Rpm tak ada jedanya dari start ke finish. Kan beda dengan road race yang di depan tikungan harus tutup gas dan gasnnya dimain-mainkan. Drag bike panteng terus. 

Jadi turbelensinya harus lebih longgar aliias free flow. Dari leher sampai tabung bertingkat membesarnya. Dan diameter ujung kenalpotnya besar. Mulutnya kenalpot sekadar menghambat untuk memancing turbulensi. Kira-kira begitulah yang berbeda dengan kenalpot harian, ujung kenalpot diameternya harus kecil agar tendangan balik gas buang lebih kuat…

Kenalpot melepas gas buang hasil pembakaran yang diolah kem racikan Wawan. Durasi tak dibikin ekstrem, lantaran ada dua kem yang harus dipresisikan bentuknya. Maklumlah, FU kan DOHC alias doble over head chamshaft. Volumetriknya  cukup dengan durasi sekarang untuk OMR FU, jauh lebih rendah yang digunakan pada FU Solo. “Nggak perlu tinggi-tinggi durasinya, sesuai kapasitas dan maunya kenalpot. Begitu uji cobanya,” jelas Wawan sembari mengajak melihat di DATA MODIFIKASI soal angka-angkas durasinya.

Kem mengolah bahan bakar yang dikirim PWK Air Strike 35 mm. Sudah dijelaskan, karbu ini punya kemampuan  atas bawah yang lebih baik. Untuk putaran bawah-menengah memang sudah tipikal PWK. Atasnya dibantu oleh pengolah udara di moncong karbu, makanya disebut airstrike. Itu sesuai dengan kenalpot WRX yang menurut perencangnya memiliki kemampuan pada semua putaran. 

Jangan lupa,  masuk-keluar gas bila tak dibakar api, ya percuma, nggak bakal hidup  tuh motor. Ya iyalah, coy. Nah, ini dia tugas CDI Rextor Pro Drag. CDI yang kurvanya telah disetting untuk trek lurus. Pemetaan kurvanya sesuai yang dibutuhkan untuk 200 meter. Untuk bali juga bagus. Kombinasi ini dimainkan dengan kompresi sekian-sekian. Sekiannya itu silakan lihat DATA MODIFIKASI, di situ lebih lengkap. Ardel

BACA JUGA

Modifikasi Kawasaki Ninja 150 Drag Bike; Bukan Captain Hock, 7,116 Detik Sport TU..!

Modifikasi Suzuki Satria FU150 Drag Bike: 7,745 Detik OMR FU 155, Kem Standar

Modifikasi Satria FU Drag Bike; Ikut Bebek TU 4T 200 cc Dipacu Eko Chodox, Juga Buat Turing Harian

Data Modifikasi :       
Motor : Suzuki Satria F 150   
Pembalap : Dwi Batank (Semarang)  
Best time : 7,6 detik (Brebes)   
Kompresi : 13, 6 : 1    
Volume Head (buret) : 12 cc    
Piston : Suzuki FU (merek NPP)  oversize 100  
(diameter 63 mm, stroke standart, tinggi dome 1,7 mm, diameter dome 45 mm) 
Timing pengapian : STD    
LSA : 110     
Durasi kem : In 260, ex 258   
Klep : Kawasaki KLX 250   
Diameter klep : 23-21 mm (in-ex)   
Per klep : Jepang    
Dimeter inlet : 30 mm (bulet)   
Dimeter outlet : 29 mm (bulet)   
Karburator : PWK Airstrike 35 (main jet 148, pilot jet 48)
Selongsong gas : TDR    
Manifold  : Modif    
Busi : NGK    
Kruk as : standart    
Pompa oli : standart    
Kampas kopling : Suzuki Thunder 125  
Per kopling : TDR    
Rasio : (14/32, 15/25, 19/24, std, 22/21, 24/20) 
Final gir : 13/44    
CDI : Rextor ProDrag   
Sok depan : Yamaha Mio   
Sok belakang : YSS Z series (MX)   
Cakram depan : Yamaha Mio   
Ban depan : V-Rossi 50/90-17   
Ban belakang : Eat My Dust 6080-17  
Pelek depan : TDR 1.20-17   
Pelek belakang : TDR    
Rantai : Ozaki    
Knalpot : Silincer WRX    
Bengkel : Abakura Racing Team  
Mekanik : Wawan Kristiarto   
Alamat  : Jln. Solo-Semarang Km 3, Kartusuro  Ngasem RT 1/I, Colomadu, Karanganyar
Hp : 081229843111   

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353