nhk

Modifikasi Yamaha Byson 2013 (Jakarta): Ototnya Sih Ducati Yang Berotot-Otot

 

ManiakMotor – Permak penampilan tergantung bawaan tampilannya. Aslinya punya otot walau kecil, hasilnya akan mudah berotot-otot. Yamaha Byson 2013 dengan tambahan material pipa, besi dan pelat, sekejap menjadi Ducati 696 yang berotot. Resepnya tak perlu ngotot, cukup dengan ilmu melotot, hehe. Karena Byson dan Ducati 696 sama-sama petarung jalanan atau streef fighter (SF).

Apalagi ditangani tangan yang telah berotot dan mengaku ahli besi khusus debus, eit, maksudnya pandai besi motor. Terpercaya sejak 1994. Wah, macam jamu, ya.  “Di sini tekniknya tak perlu pakai otot, tapi pakai otak dengan cara menghitung bagian per bagian pelat yang telah dibentuk. Supaya kompak dengan postur Byson. Bukan semata tampang Ducati, tetapi konstruksinya nyambung,” ngotot Topo Goedhel Atmodjo, pemodifnya dari Tauco Custom di Kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan dan kalau bicara memang ngotot.

Topo yang tetap bertahan dengan material pelat besinya berkibar sampai saat ini. Formulanya dengan pelat galvanis tebal 0,7 mm. Pelat ini walau bikin motor berotot, tapi bobot motor bisa ditekan. Contohnya swing arm asli yang dipotong –potong dengan gerinda, kemudian direkonstruksi ulang dengan bantuan pelat. Supaya sesuai konsep otot tadi.

Hitungannya berdasarkan lebar roda dan satu garis dengan rangka belakang. Kini arm Byson lebih panjang 5 cm dan lebih lebar 3 cm. Pelat tadi selain fungsinya menutup bekas potongan, juga sebagai manipulasi berotot moge. Namanya juga pelat, ya bentuknya lembaran. Setelah terpasang di motor jadinya onderdil lengan ayun. Bikin lengan ayun macam menjahit baju yang selalu punya pola awal. Menjahitnya pakai las asitilin.

Masih pelat pada cover rangka Byson yang aslinya bulat. “Itu yang jadi ciri Ducati 696. Tidak perlu potong sub frame, bisa diakali dengan bentuk tangki yang bahannya sama. Terpenting sasis motor tetap aslinya,” tambah Topo.

Ya tidak salah jika dihubungkan dengan niatan PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), soal New Byson 2014 injeksi. Bisa saja bodinya berubah lebih SF, dengan rangka yang sama.

Di luar pelat, tingkatannya sama yaitu pipa diameter 1 inci. Tipikalnya masih rekayasa yang mirip rangka tubular Ducati. Ini pun bisa dikerjakan sendiri alias berdiri sendiri. Itu sasis tubular sifatnya knock down bisa bongkar pasang. Malah saat ini sudah banyak dijual sebagai aksesori.

Jujur saja setelah pertukangan tampang yang bikin penampilan wah adalah suspensi upside down. Fork ini selain fungsinya lebih yahud dengan volume tabungnya besar sehingga kapasitas oli dan angin didalamnya lebih banyak membuatnya empuk. Lebih dari itu adalah penampilan. Apalagi diserasikan dengan lampu depan Honda Scoopy, tetapi rumahnya custom dari pelat yang membuatnya ada otot.  Adib

BACA JUGA

Modifikasi Kawasaki Ninja 150 Drag Bike; Bukan Captain Hock, 7,116 Detik Sport TU..!

Yamaha Mio Soul; ‘Modifikasi’ Cat Marmer, Coyyy…

Modifikasi Kawasaki Ninja 150RR Grasstrack, Rasio Standart, Langganan Jawara FFA!

Modifikasi Yamaha Scorpio 2013; Nggak Kalah Dari Karya Deus

 

Data Modifikasi 
Pemilik : Jimmy Pakpahan
Upside down: Suzuki GSX 400
Pelek : Chemco 17×2.5 – 17×4.5
Ban depan: Zeneos 110/70-17
Ban belakang: Zeneos 160/70-17
Footstep : NUI Racing
Disc belakng: Suzuki Satria FU 150
Setang : Fatbar
Knalpot : Kwangen Custom Product
Spidometer: Koso Digital
Swing arm: Kwangen Custom Product
Tauco Custom: Jl. Kebagusan Raya No. 99, Jagakarsa, Jakarta Selatan
     081288534865 / pin bb 24c30691

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353