nhk

Modifikasi Yamaha Jupiter Z Jawara MP1 2013, Kompresi Liar..!i

ManiakMotor – Kompresi 12.8:1 disiram Pertamax Plus (PP) termasuk padat pada Yamaha Jupiter Z  di Bebek Tune-Up 125 cc atau MP1.  PP dengan kompresi segitu demi konsumsi pembalapnya, termasuk motornya di MotoPrix Region Jawa 2013.

Itu beda tipis dengan  avgas yang punya oktan tinggi. Avgas lambat terbakar dan butuh pempatan (kompresi) besar meletuskannya. Mak disebut tinggi 12.8:1 “Saya bikin sesuai gaya pembalap. Ketemunya pada kompresi segitu dengan bahan bakar PP,” buka Widya Krida Laksana, peramu mesin dari tim Yamaha Yamalube NHK 3M FDR Ridlatama.

PEMBALAP LIAR

Seperti itulah karakter Sulung Giwa yang katanya liar. Tapi nggak liar-liar amat di luar balap loh. Juga dia bukan pembalap liar yang artinya lain. Tahun ini Sulung bersama timnya dari Jawa Timur itu mencolok prestasinya di MotoPrix (MP) region Jawa.  Sulung menggantikan Yoga Adi Pratama yang naik IP (IndoPrix) di tim yang sama. Taktik bawanya buka gas tinggi-tinggi, engine break keras juga buka gas asal main sentak. Wah, cocok bawa Ducati Desmosedici tuh. Eiiii… kebetulang lagi lowong ditinggal Nicky Hayden. Hehehe bercanda bro.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Di IP aturan PP sudah wajib. Karena Ridlatama juga main IP semua motornya diseragmkan pakai PP, kendati di MP masih diperbolehkan avgas. Penyesuaian kompresi tidak banyak memengaruhi  ruang bakar. Modelnya tetap tungku, hehe. Maksudnya setengah  pent roof alias model atap rumah.  Tidak seperti Zupiter Z1 Racing yang atap rumah benaran. Yang ini sih macam telur dibelah.

Kompresi lebih banyak memainkan pada desain piston yang majenun. “Dome piston Daytona  harus lebih tinggi, mirip-mirip dengan memakai avgas. Tinggi dome-nya 1,5 mm untuk  mempertahankan gesitnya kompresi. Juga ikut memainkan timing pengapian dan desain kem,” ujar pria biasa dipanggil Gendut itu dan memang dia berbedan seperti sebutannya.

Makin tinggi kompresi, derajat pengapian monggo dimainkan ulang. Tapi untuk tetap menjaga binalnya motor, waktu pengapian terjadi 34o  sebelum TMA (titik mati atas). Termasuk tinggi bila dibandingkan dengan pembalap satu tim Sulung yang timing sama tapi kompresi lebih rendah atau 12,5:1.

BALANCER

Kem memiliki durasi 280o  tergolong kalem untuk melayani kompresi. Sekalem-kalemnya, membukanya lama, menutupnya cepat ala kem tinggi, yang tinggi derajatnya brosist. Termasuk lif atau tonjokkan terhadap klep 9,3 mm dianggap masih aman. Yang penting dijaga jangan sampai overlaping, percuma juga dipatok tinggi riskan ke pinggir lintasan, mogok.   

Lempengan balancer kruk-as yang 500 gram ikut memengaruhi. Namun boleh disesuaikan dengan kondisi sirkuit, tapi rata-rata segitu. “Kecuali di Sentul Kecil kemarin pakai lebih ringan. Karena putaran tinggi terus,” tukas Sulung yang dari tadi diam saja karena nggak diajak wawancara. Maklum mekanik yang lebih banyak ngomong ketimbang pembalap urusan modifikasi bro.

Jupiter Z bila ikut MP125 ya ketemunya jadi square setelah dibore-up 125 cc dari aslinya 110 cc.  Di road race dilarang mengutak-atik langkah toraknya. Makanya ketersedian putaran mesin terjamin dengan kompresi yang telah dipilih. Juga   memakai bahan bakar PP rata-rata rpm memang bertambah. Kan seiring turunnya kompresi, rpm dengan sendirinya bisa melengking.

Prakteknya kompresi 12,8:1 tetap berberkurang dari kebiasaan pakai avgas, cabut-cabut motor berkurang. “Ini diakali dari garifik pengapian dan desain kenalpot yang bolak-balik disetel lewat leher. Karbu sih pilihannya Keihin PWK 28 mm yang paling pas dengan kompresi, porting, kem dan kenalpot,” bungkus Gendut yang berjanji akan jadi kurus dan akan meningkatkan kompresi lebih tinggi sesuai riset ke depan. Adit

BACA JUGA

Modifikasi Jupiter Z1 Racing IndoPrix 2013; Buka-Bukaan Korekan Mesin, Pakai ECU YZF250

Modifikasi Honda Karisma Drag Bike; Bebek TU 200 CC, Kruk-As Standar

Modifikasi Bajaj Pulsar 2008; ‘Dichop’ Antik…!

Modifikasi KLX250 2013; Wuiih… Supermoto Nih..!

Modifikasi Honda Win; Dibikin Triumph Mini

 

Data modifikasi    
     
Motor : Yamaha Jupiter Z  
Kelas : MP 1 (bebek tune up seeded s/d 125 cc)
Pembalap : Sulung Giwa  
Piston : Daytona 55,5 mm  
LSA : 102 derajat  
Klep : Honda Sonic  
Diameter klep in : 28 mm  
Diameter klep out : 24 mm  
Per klep : AHRS  
Karburator : Keihin PWK 28  
Selongsong gas : TDR  
Manifold : TDR  
Knalpot : Cream-Pie  
Busi  : NGK  
Kruk as : Standar Jupiter Z  
Pompa oli : Standar Jupiter Z  
Kopling : Jupiter Z  
Rasio gigi-1 : 13/34  
Rasio gigi-2 : 18/32  
Rasio gigi-3 : 21/29  
Rasio gigi-4 : 21/24  
CDI : Rextor  
Sokbreker depan : Standar Jupiter Z  
Sokbreker belakang : Penske  
Cakram depan : TDR  
Rem belakang : Standar Jupiter Z  
Cakram depan : TDR  
Ban depan : FDR MP76 90/80-17  
Ban belakang : FDR MP76 90/80-17  
Pelek depan : Excel Asia Takasago Rim  
Pelek belakang : Excel Asia Takasago Rim  
Sprocket : SSS  
Final gear : 14/42  
Sasis : Standar  
Data Mekanik    
Nama lengkap : Widya Krida Laksana  
Nama panggilan : Gendut  
Nama tim : Yamaha Yamalube NHK 3M FDR Ridlatama
Alamat bengkel : Jogyakarta  

BAGIKAN