nhk

Modifikasi Yamaha R25 Di Mata Builder, Upside Down Dan Lengan Ayun R6

 

ManiakMotor – Yamaha R25 yang 250 cc dan dua silinder belum dijual, bahkan baru konsep dipajang di Tokyo Motor Show. Dijanjikan, R25 baru akan dijual pertengahan tahun depan oleh Yamaha Indonesia di Indonesia. Tetapi builder alias pemodifikasi tampang dan tunner performa mesin mulai mengkhayal akan motor ini bila jatuh di tangan mereka. Sasarannya tetap kaki-kaki dan memainkan aksesori. Wah, bakal rame nih toko aksesor dan modif.

Para perusak motor yang kemudian dibetulkan ulang lebih ciamik dari aslinya alias modifikasi itu, mengaku akan mempertahankan rangka dan bodi di awal-awal motor ini muncul di bengkelnya. “Saya rasa para peminat modifikasi R25 juga mempertahankan rangka pipa dan bodinya yang mirip M1. Masih sayang, karena terobosan baru di Indonesia,” jelas Topo Gadhoel Atmojo, pemodifikasi dari Tauco Custom di Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Rangka tubular pada R25 memang keluar dari pakem Yamaha yang biasanya deltabox. Rangka ini akan dielus dan belum mau dipermak termasuk untuk sub-frame yang biasanya dimakan mata gerinda dan las. Tapi ada celah yang akan ramai diganti, terutama suspensi depan dan lengan ayun. Dari foto R25, fork masih teleskopik biasa seperti Kawasaki Ninja. Juga, lengan ayun bila dari foto samping depan, sepintas mirip lengan ayun Yamaha R6 yang khas.

“Tapi dari foto menyamping ternyata lengan ayun butuh diperbesar lagi, ya masih kurus. Saya sudah siap dengan ini, limbah moge apa pun pasti cocok dengan pertukangan modifikasi seperti yang saya terapkan pada Ninja 250. Ganti lengan ayun dan sokbreker depan, sudah otomatis ganti pelek dan ban,” timpal Ariawan Wijaya, modifikator dari Baru Motor Sport (BMS) dari kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Rumah modifikasi ini ngetop dengan limbah moge bekualitas tinggi. 

‘Kasus-kasus’ modifikasi pada Kawasaki Ninja 250, kedua bagian ini yang jadi sasaran. Penggantinya memang macam-macam upside down dan lengan ayun dari moge. Bahkan ada yang bulat-bulat dicopot dari Ducati 848 yang punya lengan ayun tunggal atau pro-kontra, eh, pro-arm. Namun kebanyakan memakai milik kaki-kaki Yamaha R6, lantaran lebih terjangkau dan mudah didapat.

Aplikasi limbah R6 pastilah lebih ringkas pada R25. Kan  masih satu turunan atau sama-sama dari Yamaha. “Namanya modifikasi, apa saja bisa.  Apalagi Yamaha R25 punya basis yang tidak kalah dengan Ninja 250. Dua silinder itu, bikin  padat ruang mesin yang biasanya sulit diakali dalam konsep modifikasi penampilan. Jika hanya pasang upside down mah, sehari juga jadi, asal limbahnya tersedia,” janji Topo sambil berdoa segera ada order R25 ke rumah modifikasinya. Amin, amin, bro, sebab hanya amiiiiiin yang bisa dibantu portal ini. 

Angga Kurniawan dari Anjany Racing kurang peduli dengan bodi, karena ia dikenal lebih pada performa, termasuk suspensi bagian dari itu. “Saya lihat difoto dengan hanya memainkan aksesori di luar lengan ayun dan upside down, R25 sudah pasti cantik. Mesin awal-awalnya boleh didongrak dari piggyback untuk memperkuat ECU-nya. Juga ganti kenalpot racing harian full system. Ingat kenalpot dalam foto yang Akrapovic, itu bukan kenalpot standarnya nanti,” jelas Angga yang langganan para penggemar 250 cc untuk menaikkan performa mesin.

Angga yang berdomisili di Jalan Panjang, Kebun Jeruk, Jakarta Barat itu juga langganan ikut IRS Sentul di mana kejurnas 250 cc dipentas. Dan baru lalu, divisi motorsport Yamaha Indonesia memastikan akan ikut event ini. “Wah itu pasti rame, sudah ada tiga merek. Ninja 250, CBR250 dan R25 ini,” tambah Angga yang sudah membayangkan permintaan akan sukucadang performa meningkat, maklum yang mampu beli motor ini mereka yang punya daya beli tinggi, nggak pake nawar.

Ya, tunggu saja deh. Ito

BACA JUGA

Yamaha R25; Mesin DOHC, Busi Di Tengah, Terobosan Yamaha Indonesia

 

BAGIKAN