nhk

Modifikasi Yamaha Scorpio (Jakarta): Temanya Classic Not Plastic

 

ManiakMotor –  Klasik bukan pelastik sama dengan Inggrisnya classic not plastic. Modifikasinya memang tak kenal plastik untuk bodinya, semuanya besi yang jadi dasar kuda besi zaman dulu yang disebut klasik. Konsep modifikasinya bobber.

Bahannya Yamaha Scorpio 2004 milik Bapak Budi Harsono yang modifikasinya dikerjakan Bapak Topo Goedel Atmodjo. “Tahu sendiri saya, antik, eh anti plastik bodi dan aksesori dalam memodifikasi,” puji Topo pada diri sendiri dari Tauco Custom. Mungkin Bapak Topo lupa, di dalam karburator motor pun tetap ada plastik. Itu baru karburator belum cerita yang lain.

Tetap saja dia ngotot, modifikasinya full  pelat yang sebagian besar menggunakan galvanis 0,8 mm. Pelat ini untuk bodi. Namanya bodi bobber, pasti minimalis. Macam tangki bahan bakar yang model tear drop yang bahasa kampungnya tetesan air yang mengalir sampai jauh. Yang mengalir sampai jauh itu, nggak benar bro.

Lalu, pelat juga dibuat untuk penutup rumah aki yang jadi ciri motor tempo dulu. Sepakbor depan dan belakang. Khusus sepakbor belakang mempertegas harmonisasi klasik yang mendukung penampilan tangki dan penutup aki. Apalagi dengan jok tunggalnya. Manis  memang dipandang dengan cat putih gading. “Jangan lihat manisnya, tapi proses menuju manis yang kamu tanyakan,” kritik Topo pada reporter yang aslinya memang suka menulis.

Yaaah, kalau diceritakan pertukangannya sudah mengulang-ngulang Pak. Tapi proses menuju bobber juga penting.  Kamu kan, eh, Bapak Topo kan untuk membuat itu harus memangkas sasis belakang dari aslinya 80 cm menjadi 47 cm. Lalu Bapak Topo menggunakan pipa galvanis  ¾ inci untuk merangkai ulang rangka yang ringkas. Termasuk lengan ayunnya yang jadi bulat-bulat itu.

Sekarang Bapak Topo lebih maju sikit soal cara merol pipa. Dulu yang baru kemarin, dia pakai pemanas las untuk menekuk pipa. Sekarang  ceritanya dia pakai roll hidrolis. Sehingga, bentuk-bentuk pipa lebih manis, karena teratur lekukannya.

Roda belakang besar dan mudah-mudahan mesin Scorpio masih kuat memutarnya, wujud dari konsep bobber. Maklumlah, bober juga muncul dari sana aslinya motor gede, rodanya juga gede.  Makanya arm tetap pakai pipa. Pipa 1 inci yang panjangnya 66 cm diukur dari as lengan ayunnya. Lebar renggangnya 25 cm, agar roda besar bisa masuk,” yakin Topo, builder asal Jawa yang memegang erat budaya Eropa. Wah…

Untuk mendukung konsep jadulnya, konstruksi lengan ayunnya sedarhana. Lengan yang kerjanya ayun-ayun ini sudah tak menggunakan monosok. Tapi pakai sokbreker stereo. Kembali lagi ke zaman dulu, yang memang saat itu belum kenal sokbreker tunggal.

Lingkar roda juga pakai 16 inci depan dan belakang. Penampilan motor terlihat jadi  ‘gemuk’. Menjadi bobber benaran dengan setang kemudinya lebar seperti trail. Lalu, lampu-lampu menggunakan yang mungil-mungil seperti di foto itu. Semuanya nggak ada plastik. Kecuali mika lampu sein, hehe. Ghalib

BACA JUGA

Modifikasi Yamaha Scorpio Z 20O9: Tukang Bakso Naik Ducati

Modifikasi Suzuki FU-150 (Purwokerto): Robot Keberatan Bodi..!

Modifikasi Honda PCX150 (Bandung): Matik Promosi, Variasi Thailand Semua

Modifiksi Honda CB100 1982 (Bandung); Konsep Bratstyle

 

DATA MODIF

Ban depan : Pirelli Route 130/90-16

Ban belakang : Pirelli Route 150/80-16

Pelek depan  dan belakang : Custom 16 inch

Stang : Fatbar

Sock depan : Honda CB 400

Sock belakang : Yoshimura

Knalpot : Ethana Performance

Arm : Custom

Modifikator: Tauco Custon, Jl. Kebagusan Raya 99, Jagakarsa, Jakarta Selatan

 

 

 

BAGIKAN