nhk

Modifikasi Yamaha XS650 (Jakarta), Café Racer Part Racing Asli MotoGP Tempo Dulu

 

ManiakMotor – Pengetahuan MotoGP era 1960 – 1970 yang dulu disebut GP 500, 250, 125 dan bahkan ada 50 cc-nya. Itu tahun keemasan Giacomo Agostini yang rekornya saat ini dikejar Valentino Rossi.  Yamaha XS650 keluaran 1976 ini, bisa menjadi café racer (CR) karena menggunakan barang-barang ‘asli’ GP. Part racing seperti sokbreker, setang kemudi model clip on, pelek jari-jari, dan tangki katanya asli semua.

Rangka double cradle kuning yang standar itu, adalah warna kebanggan Yamaha GP 500 dengan jokinya Kenny Robert Sr. Kayaknya kalau bicara Abah Kenny, baru 70-an ke atas deh eranya. Kalau Phil Read, mungkin ya. Atau sekalian Agostini di ujung karirnya juga pakai Yamaha, sebelumnya MV Agusta.  “Betul. Modifikasi CR ini bukan asal CR, pakai performance parts di era balap zaman itu,” kata Veroland dari rumah modifikasi Kick Ass Choppers, sembari menunjukan salah satu buku berjudul Classic American Racing Motorcycle yang ditulis Mick Walker.

Pada buku ini diulas lengkap teknologi balap GP dan pembalapnya. Katanya, teknologi balap GP merupakan laboratorium terbuka untuk motor harian. Salah satunya rem teromol depan yang diameternya 260 mm. Itu dipakai pembalap Phil Read, juara dunia GP 250 tahun 1964 dengan Yamaha RD 250 2-Tak.

Tul kan… Sebab si Read ini satu-satunya pembalap yang menguntit Agostini dalam hal prestasi dan lamanya jam terbang di MotoGP kuno itu. Berarti sebelum ditemukannya rem cakram di awal 1970an, sampai sekarang. Jangan sebut teromol dong, istilah tekniknya drum brake brosist, ah sama saja.

Cara kerja mirip dengan double disc yang kalipernya empat piston. Ini rem teromol racing. Kala itu disebut four leading shoe atau 4 LS. Memiliki empat tuas pendorong kampas rem untuk menekan dinding teromol, eh drum brake. Materialnyai alumunium, dengan lubang angin dibagian depan, sebagai pendingin eromol dan kampas. Bisa dibayangkan dengan mesin racing gambot, maka butuh empat stut agar kampas bisa menahan roda bersamaan.  

Ini nyambung dengan fairing kecil yang juga dari alumunium.Karena dudukan fairing almu ini berikut sebagai link kabel rem yang terbagi dua. Dari tuas rem atas hanya 1 kabel lantas dibagi seperti selang hodrolik yang memerintah dua kaliper. Sokbreker belakang juga sama, mereknya Redwing Shocks. Terkenal dibalapan flat track dan GP 1970-an,” tambah Vero yang dari workshopnya yang berada di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Redwing ini populer bukan lewat Don Miolo penulis di maniakmotor.com, tapi Don Castro. Ia pembalap Yamaha yang ikut GP dan sempat satu tim dengan King Kenny pada 1973. Itu bedanya dengan Don Miolo yang mempopulerkan pasar senggol, trek dadakan berikut garuk tanah. Singkatnya, ini  menunjukan soal pengetahuan pemodif pada detil penggunaan suku cadang. Semua part ada histori dan modifikasinya. “Tangki itu bahannya alumunium. Bukan bikin tapi kepunyaan motor legendaris Norton Dunstall produksi 1966-1975,sambung Vero lagi.

Pantas saja motor ini salah satu yang dipamerkan dalam acara Sekepal Aspal Indoneisa Motoart Exhibition 2013 (SAIME) lalu. Baru kemudian buat buntut khas CR, yang bahannya sama dengan tangki. Tekniknya dengan buat sketsa kasar dari kawat 6 mm, yang disebut mal. Bentuknya seperti itu karena sebelumnya dari awal sudah dipikirkan konsep kenalpot, yang bahannya dari stainless steel.

Eitsss belum selesai, maksud dari grafis hitam kotak-kotak itu striping motor Abah Kenny. Juara dunia GP 500 3 kali berturut-turut pada 1978, 1979 dan 1980. Ya, kan.  Sama dengan Vero yang memulai karir permodifannya dari tahun 1995. Kick Ass Chopper sendiri berdiri pada awal tahun 2000-an. Menurutnya part racing itu didapat dengan berburu langsung ke Amerika, butuh waktu, biaya dan tenaga. Adib

MODIFIKASI LAINNYA

Modifikasi Suzuki Thunder (Jakarta), Café Racer Ukiran Kayu

Modifikasi Bajaj Pulsar DTSi (Jakarta), Monosok di Samping

Modifikasi D-Tracker (Semarang), Swing Arm DR, Kenalpot FMF

Modifikasi Kawasaki Ninja 250 (Jakarta), Ninja Komputer

Modifikasi Suzuki Inazuma (Tasikmalaya), Lihat Kakinya Dong, Gabungan Turing Street Fighter


Data Modifikasi

Ban depan               : Coker 4.50-18

Ban belakang           : Coker 4.50-18

Pelek                      : Borani Italy

Setang clip on           : Tomaselli

Sok belakang            : Redwing

Knalpot                    : Stainlees Kick Ass Chopper

Tangki                     : Norton Dunstall

Fairing                      : Alumunium Kick Ass Chopper

Buntut                      : Alumunium Kick Ass Chopper

Rem depan               : Yamaha TZ 750 4LS

Spidometer                : Arlen Ness

Kick Ass Chopper        : Jl. Mampang Prapatan Raya, No.3 Jakarta Selatan

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353