nhk

Modifikasi Yamaha YZF-R25 2014 (Jakarta); Aslinya Dari 27 Dk, Didongkrak Jadi 30 Dk

 

 

ManiakMotor – Sesuai hasil dynotest, aslinya Yamaha R25 hanya 27 dk pada peak powernya. Itu menurut Angga Kurniawan yang berkutat dengan motor-motor premium Indonesia. Lalu setelah dikerjain dengan status mesin standar habis, naiknya ke 30 dk. Silakan lihat hasil dyno nggak ngarang.

Disebut nggak ngarang lantaran di spesifikasi Yamaha R25 yang dipromosikan 34 dk, loh. Sekarang posisinya R25 milik AR-1 Racing ini ini telah disuntik dengan piggyback, filter udara dan knalpot racing. “Mengukurnya dari roda menggunakan Ddynojet 250i. Bisa menyentuh 30 dk, koma sekian, cuma pas di meja dyno keliru pada instalsi filter udara,” jelas Angga yang menggunakan dyno milik Sportisi Motorsports tersebut.

Angga menamakan Yamaha R25 sebagai R25 Edition.  Tertera di hasil dyno 29.75 dk/10.500 rpm. Putaran yang sama menghasilkan torsi 19.45 Nm. Atau naik sekitar tiga dk dengan pergantian komponen di atas. Saat digeber pun limiternya sudah los bisa mencapai 12.000 rpm. Tapi tenaga ideal didapat pada 10.500 rpm tadi.

Angga pemilik AR1 Anjany Racing di Kebun Jeruk, Jakarta Barat itu menyebut torsinya sangat kuat. Enak digunakan harian di jalan-jalan macet. Itu ada hubungan dengan konstruksi intake R25 yang modelnya down draft. Model ini  menganut lubang isap berhadapan langsung dengan ruang klep. Bahkan injektor langsung menmbang pada sisi-sisi payung klep.

Tapi, ya pakai dulu piggyback Power Commander V. Alat ini semacam men-tune ECU aslinya bekerja di atas rata-rata. Juga dilengkapi autotune yang real time. Alat yang membaca suhu dari luar dan dari mesin yang dikirm ke piggyback dan dikerjakan oleh ECU.

Tentu saja alat-alat tersebut ikut membaca perubahan perangkat kerasnya yang mengubah langsung kinerja mesin. Misalnya filter udara BMC yang lebih los dari aslinya. Lihat saja modelnya yang ringkas dan sederhana, tapi ampuh. Makin los sama artinya suplai udara kian besar. Nah itu urusan piggyback untuk mendorong ECU menambah pasokan bahan bakar.

Sama dengan AFR pada knalpot yang dibacanya plong alias free flow. Knalpotnya model racing harian produksi AR1 sendiri. Suaranya ngebas ala dua silinder dan tak pecah sampai rpm mentok. “Tandanya juga tenaga bulat yang dihasilkan juga bagus,” tambah Angga.     

Soal bodi lihat sajalah banyak dengan aksesori racingnya khas Anjany Racing. Bahkan kaki-kaki walau belum ganti pelek, tapi pakai ban Pirelli Super Corsa depan 120/70 dan belakang 150/60. Juga pakai rem Brembo RCS15. Ah selanjutnya silakan hubungi Anjany Racing di Jl. Arteri Kelapa Dua No. 21, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sebelumnya hubungi dulu PIN BB 2A9DA35A, Telp: 021-53679239, Hp 08129456913, dan Fax: 021-53679239. Ito

BACA JUGA

Kustomfest 2014; Ban Modifikasi Motyornya Pakai Zeneos

Modifikasi Honda C70 Tahun 1978 (Purwakarta); Motor Dari Kayu Street Cub

Modifikasi Yamaha Mio 2014 (Purwakarta); Pura-Pura Ojek, Eh Taksi

Modifikasi Ninja 250 RR Mono: Pakai Barang Bermerek Di Kejurnas 250 cc Sentul

Modifikasi Yamaha V-Ixion 2014; Pindah Gigi Bukan Di Kaki, Tapi Di Tangan Kiri

 

  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353