nhk

MoptoGP 2013 Jelang Le Mans (Prancis): Pertaruhan Valentino Rossi, Berjudi Dengan Sasis Beda

ManiakMotor – Yamaha meluncurkan dua YZR-M1 beda sasis di GP Prancis pekan ini. Dua-duanya punya konsekuensi sendiri-sendiri. Itu sesuai yang dirasakan pembalapnya dan permintaan mereka pada tim.

Lorenzo datang dengan sasis baru di M1-nya dan Rossi lebih yakin pake sasis lamanya. Sasis itu sudah dijajal sejak tes pra musim Jerez beberapa bulan silam dan diintensifkan tes pasca GP Spanyol lalu. Tapi, mau tipe baru ataupun lama, tantangan di Le Mans sama saja, yakni cuaca. Jika adem, bolehlah menjagokan Rossi – Lorenzo naik podium. Mereka tak perlu pusing memikirkan setingan karena sudah punya kuncinya.

Tapi, bila panas, di situlah masalahnya. Fakta sejauh ini adalah M1 berat di lintasan kering dan panas, apalagi jika panas benar seperti GP Spanyol yang lintasannya 47oC saat balapan. Lorenzo, dan terlebih Rossi, kesulitan  menyelaraskan karakter M1 dengan  ban yang dipasok Bridgestone. Di Austin yang suhu trek saat balapan pada angka 38oC, M1 juga keteteran. Set-up yang mereka bangun tak memadai untuk menjaga kinerja ban saat balapan. Hasilnya beda dengan GP Qatar yang main malam dengan suhu lintasan 21oC.

Mencolok adalah hasil tes Jerez pramusim dan balapannya. Saat tes dalam cuaca teduh, Yamaha merajelala termasuk pembalap tim satelitnya, Cal Crutchlow. Begitu balap dengan suhu seperti kemarin, lihat saja hasilnya. Bagi Lorenzo, sasis baru dianggap solusi untuk itu.

Beda dengan Rossi yang pakai versi lama. Konsekuensinya tak main-main, ia seperti berjudi dengan predikatnya sebagai The Doctor dan dewa MotoGP. Pengetahuan dan pengalamannya yang memutuskan piihan tersebut, berbeda dengan para insinyur Yamaha yang mengembangkannya sampai keriting otak. Rossi kudu buktikan pilihannya tepatr. Tempatnya ya podium Le Mans. Jika gagal, ia bakal sulit berdalih. Orang sekitar akan mudah bilang, “Lu sih sok-sokan nolak sasis baru!” Kira-kira begitu kali, Bro!

Karena itu The Doctor segera kerja ekstra di Le Mans. Reputasi silamnya di Le Mans, termasuk dua podium dengan Ducati, sama sekali bukan referensi. Ia harus hadapi kenyataan di Le Mans, terutama kondisi cuaca karena ternyata sangat ngaruh pada kinerja M1 musim ini. “Kerja keras sudah pasti, seperti biasanya kami lakukan. Yang sangat penting cuaca di Le Mans yang mudah-mudahan seperti harapan. Kita tunggu saja apakah nantinya dingin atau bahkan juga bisa hujan,” ujar The Doctor yang tak lagi sebut target podium seperti halnya ke Jerez dua pekan lalu.

Yang pasti, namanya peluang selalu terbuka. Tak ada yang meragukan kehebatan M1, hanya soal set-up. Garangnya The Doctor pun belum sirna. Jika sang suhu Jeremy Burgess bisa dapat setingan trengginas, bolehlah berharap The Doctor naik podium. Lebih apik lagi jadi juara agar kompetisi makin menggigit, karena menghadirkan empat juara dalam empat putaran awal.

Skenario sperti itu pernah musim 2008. Empat juara berbeda di empat seri. Masing-masing Casey Stoner, Dani Pedrosa, Lorenzo, dan Rossi. Kala itu Rossi dapat jatah di ronde 4 yang main di Sirkuit Shanghai, China. Kini ronde 4 main di Le Mans, salah satu trek favorit The Doctor. Jadi, buktikan saja Ros, hanya itu yang dinanti! Andro

Berita Terkait

MotoGP Prancis 2013; Marquez Tetap Merendah Ke Le Mans, Strategi Macan Tetap Bobo..!

MotoGP Prancis 2013; Lorenzo Akan Bermain ‘Keras’ Di Le Mans

MotoGP Prancis 2013 (Jelang); Basah Dan Kering Valentino Rossi Oke Di Le Mans, Lebih Baik Dingin..?

MotoGP 2013 Jelang Le Mans (Prancis): Tradisi Marquez, Podium atau Tubrukan?

MotoGP 2013 Jelang Le Mans Prancis: Pakai M1, Rossi Melawan Teori

 

 

BAGIKAN