nhk

Moto2 2013 Rafid Topan; Ngaku Sangat Rumit Setting, Motor Belum Kepegang..!

ManiakMotor – Motor belum ‘kepegang’, saking kencangnya. Itu sudah pasti buat Rafid Topan Sucipto yang baru tahun ini pakai motor Moto2, prototipe racing. “Racing bangat dah. Nggak dikipe. Semua harus telemetri, pahamannya butuh waktu. Terutama setting sesuai sirkuit yang belum saya hapal,” jelas Topan dengan bahasa Betawi ala Tanjung Priuk, Jakarta Utara tempat asalnya. Artinya nggak dikipe, tidak terkira semuanya.

Komentar Topan itu di sela buka bersama di Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang diadakan Evalube sebagai sponsor. Topan berdendang cerita tentang atmosfer balap Moto2 yang rapat. Di sisi lain harus dituntut memahami semua aspek membalapnnya. Ibarat gelas,  saat airnya sudah penuh juga masih terus diisi ya tumpah. Makanya dilakukan bertahap, itu namanya belajar.

Topan pulkam karena Moto2 istirahat panjang sejak dari Sachsenring Jerman dan di Laguna Seca, Amrik, Moto2 tidak ditampilkan. “Refresing sejenak, mengumpulkan semangat baru menyelesaikan sisa seri Moto2 tahun ini. Sangat banyak yang harus diserap, selain mental dan terutama setting motor yang bujubune,” kata pembalap QMMF Racing Team tersebut.

  {Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Cerita setting suspensi saja Topan bilang rumitnya biking pusing-pusing setiap menjumpai sirkuit baru. Ia contohkan swing-arm atau lengan ayun yang beda 1 mm tinggi rendah pada porosnya, pengaruhnya molor setengah detik setiap lap, itu kalau salah.

Perubahan dari lengan ayun akan diikuti setting kompresi memanjang dan memendek pada suspensi. “Bukan hanya belakang tapi juga depan akibat perubahan distribusi bobot bergesernya lengan ayun. Itu salah satu penentu kestabilan. Semuanya direkam 2-D (Two-D) yang tekoneksi ke telemetri,” kata Topan panjang lebar dan  dari mimiknya tergambar ruwetnya persoalan tersebut.

Topan awalnya pakai settingan Anthony West, rekan setimnya di QMMF. Tapi masih terlampau liar untuk Topan. Bukan persoalan bobot yang beda, tetapi kelihaian yang beda. Kian mahir pembalap seperti West, justru butuh motor yang agresif atau liar. Motor yang mudah dibelok-belokkan, karena biasa dan dikuasai.

Tingkatan seperti itu belum bisa ditiru Topan. “Nggak kebawa, nggak kepegang, nggak kehendling, lebih baik set-up sendiri. Tapi saya mulai biasa menentukkan settingan sejak free practice pertama. Tapi begitulah, saya harus belajar banyak menyatukan dengan motor,” tutur adik kandung dari keluarga pembalap macam Sigit Sugiarto dan Rafid Popy Sigiarto. Keduanya mantan juara nasional di eranya.

Itu baru setting yang berujung ke cara bawa. Topan masih sering terkecoh kecepatan motor masuk dan keluar tikungan. Ia mengaku kadang belum yakin settingan apa sama cepat dengan lawan-lawannya. Itu namanya Topan masih didikte tunggangannya. Masih motor bersasis Speed-Up yang membawanya, masih ditunggangi motor. Makanya target tahun ini Cuma disuruh menghapal sirkuit dan membiasakan dengan motor sesuai settingan sendiri pada remaja 18 tahun yang termuda di Moto2 2013 itu. Adit





 

BAGIKAN