nhk

Moto2 2014: Pesawat Pribadi Tito Rabat. Topan Masih Ada Jalan?

 

 

ManiakMotor – Ibarat tinju, MotoGP itu kelas berat dan Moto2 jadi kelas menengah. Kala Marc Marquez dan Pol Espargaro naik ke kelas berat, Spanyol tak kehilangan Matador tipe petarung di Moto2. Doski adalah Esteve ‘Tito’ Rabat.

Naiknya Pol dan Scott Redding ke MotoGP membuat Tito jadi pembalap favorit meraih gelar juara dunia 2014. Garansinya adalah reputasinya yang mampu menggangu Pol dan Redding sepanjang musim 2013. Ia urutan 3 klasemen dengan 3 kemenangan, 4 podium, 2 pole dan tujuh posisi start front row.

Kepindahannya dari tim Tuenti HP40 ke Marc VDS Racing Team juga jadi bekal khusus untuk diunggulkan. Tito menggantikan posisi Redding dalam tim elit Moto2 tersebut. Sedangkan Tenti HP40 yang ditinggalkan Pol dan Tito, kini diisi dua rider papan atas eks Moto3, juara dunia 2013 Maverick Vinales dan Luis Salom.

Dari komposisi tim dan rider saat ini tak pelak lagi memang Tito orangnya yang layak terfavorit. Skill mumpuni, pacuan oke punya, plus pengalaman baris depan pada 2013 adalah gabungan modal untuk meraih gelar 2014. Apalagi, motivasinya pun tengah membara. “Saya banyak belajar di musim 2013. Belajar memenangi balapan dan belajar memperkuat diri saat latihan maupun balapan,” ujar Tito yang masuk kancah balap GP125 cc pada musim 2005 saat usianya baru 16 tahun.

Sayangnya, rider kelahiran Barcelona pada 25 Mei 1989 kelamaan main di kelas 125cc. Baru pada musim 2011 ia naik Moto2 dan akan menjalani musim keempatnya. Dengan usia 24 tahun saat ini, sepertinya sulit memprediksi potensi Tito ke MotoGP meskipun nantinya muncul sebagai juara dunia 2014.

Soal itu Tito jelas tak mau pusing di awal. Soal MotoGP belkangan, yang terpenting adalah gelar 2014. “Dengan kondisi saat ini saya memang punya kesempatan meraih gelar. Banyak rival untuk berebut gelar, tapi musuh pertama adalah diri saya sendiri. Saya hanya perlu terus menerus belajar dan meningkatkan kemampuan sendiri,” tegas Rabat yang ortunya kaya raya dari Spanyol. Kabarnya ia satu-satunya pembalap di jajaran prototipe yang berpergian menggunakan pesawat pribadi milik ortunya dari seri ke seri Moto2. Wuiih… 

Meski tak terlalu memusingkan lawan, Tito merasa Mika Kallio (rekan setim), Thomas Luthi dan Vinales bakal jadi lawan berat 2014.  “Thomas terganggu cidera sepanjang musim 2013. Ia sudah sembuh dan bakal kuat. Mika berpengalaman dan sudah beberapa musim di Moto2. Sedang Vinales, meski jadi rookie, saya yakin ia akan memberi perlawanan serius sejak sesi awal seperti ia tunjukkan di Moto3,” papar Tito.

Omong-omong, bagaimana ya nasib Rafid Topan Sucipto di kancah Moto2? Sampai saat ini namanya belum tercantum resmi sebagai kontestan musim 2014. Pasukannya masih berjuang cari talangan dana. Tapi, dari bisik-bisik orang terdekat, Topan bakal tetap memperkuat QMMF Racing Team milik Qatar. Kira-kira presentasenya 70 persen. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2014; ‘Resolusi’ Rossi Cs Tahun Ini

MotoGP 2014: Rossi Rindukan Rivalitas Dengan Lorenzo

MotoGP: 11 Januari 2014, Duel Awal Marquez vs Pol Espargaro di Bukit Montjuik

MotoGP: Doa Joki MotoGP Buat Schumacher Sang Legenda F1 Yang Kritis

MotoGP 2014: M1 Sesuai Maunya, Pembuktian Terakhir Rossi, Ayo Lakukan…!

 

BAGIKAN