nhk

Moto2 2015 Motegi (FP3): Motegi Memang Milik Zarco, Pol-Polan Demi Gengsi

 

ManiakMotor – Sekarang ada tiga alasan mengapa Sirkuit Twin Ring sangat difavoritkan oleh Johann Zarco. Dua momen penting dalam karirnya memang terukir pada trek milik Honda tersebut.

Yang pertama, Zarco meraih kemenangan pertama di seri Grand Prix, ya di Motegi ini. Tepatnya saat bertarung di level 125cc pada 2011. Kemenangan yang manis karena diraih susah payah sejak gabung  di kelas nyamuk itu pada 2009.

Alasan kedua karena di Motegi juga Zarco menjadi jurdun Moto2 meski balapan belum berlangsung. Itu tak lain berkat pengunduran diri Tito Rabat yang jadi satu-satunya pesaing Zarco di klasemen. Unggul 78 poin saat ini maka tak mungkin dikejar lagi hingga akhir musim di Valencia.

Itu sekaligus bukti kalau hasil akhir sebuah balapan memang acap tak terduga. Banyak faktor berperan, termasuk keberuntungan seperti diperolehnya di Motegi. Menjadi juara pada jadwal latihan, belum balapan karena Rabat undur diri. 

“Tentu saja ini menjadi kejutan yang luar biasa, seperti mimpi. Datang ke Motegi, saya tak ingin memikirkan poin di klasemen meski saya tahu peluang jadi juara dunia sangat terbuka. Orientasi saya adalah memburu kemenangan seperti seri-seri sebelumnya,” tegas Zarco yang jalani tiga musim 125 cc (2009-2011) tanpa pernah jadi juara dunia. Prestasi terbaiknya adalah runner up 2011, kalah dari Nicolas Terol yang jadi jurdun.

Naik ke Moto2 pada 2012, peruntungan Zarco belum datang.Tak lain karena motornya kurang kompetitif dengan sasis Motobi (2012) dan sasis Suter (2013 dan 2014). Dalam tiga tahun itu tak sekalipun ia juara.

Semuanya berubah saat rider berumur 25 tahun itu menggunakan sasis Kalex pada musim 2015. Ia dapat  kemenangan di GP Argentina setelah sebelumnya runner up di GP Texas. Setelah itu Zarco dominan di setiap race dan selalu podium hingga GP Misano. Di Aragon ia apes dan finish ke-6, padahal kala itu juga terbuka peluang jadi jurdun.

Meski sudah jurdun, Zarco bilang akan tetap fokus meraih gelar juara di Motegi biar gelarnya lebih bergengsi. Itu ia tunjukkan dengan terus fight di FP2 dan FP3. Doski tercepat di FP2 dan tercepat kedua diFP3.  “Selalu menikmati balapan di Motegi. Karakter lintasannya cocok dengan gaya saya dan lay out tikungannya sangat menantang, terutama di area yang butuhkan pengereman tajam,” kata Zarco yang tahun depan bertahan di Moto2 sekaligus jadi tester Aprilia dan baru naik ke MotoGP pada 2017.

Nah, soal sirkuit itulah yang menjadi alasan ketiga mengapa Motegi jadi favoritnya. Andro

BACA JUGA

Hasil MotoGP Motegi Jepang, Moto2, Moto3, Spanyol, 9 – 11 Oktober 2015

Klasemen MotoGP 2015, Moto2 2015, Moto3 2015

Klasemen Dan Kejuaraan Tim ARRC 2015

BAGIKAN