nhk

Motocross 2017 Solo: Sempat Mau Dihentikan IMI, Nih Saran Irwan Ardiansyah

MX, Kejurnas, Solo
Pertarungan di kelas MX2, safety trek aman

ManiakMotor – Kejurnas motocross seri 3 yang digelar malam hari berlangsung sukses di Sirkuit Goro Assalam, Solo, Jateng (14-15/4). Meski event ini sempat hendak dihentikan, tapi Irwan Adriansyah dan Aep Dadang, dua mantan crosser nasional mengapresiasi positif gelaran dengan kekuatan lampu 147.500 watt yang dihajat oleh Marichi Production ini.

Pembalap Ananda Rigi dari Lamongan, Jatim yang berlaga di MX2 Junior jadi pengalaman pertamanya dan mengaku sangat menarik. Hal senada disampaikan Hilman Maksum dari tim Bintang Romadhan yang tarung di kelas MX2 dan sangat menikmati dua moto. “Saya pernah balap malam begini di California, tapi kali ini lebih asyik,”jujur Hilman asal Kroya, Cilacap, Jateng yang sukses di posisi ke-2 total point MX2.

Suasana pembukaan. Insert: Mariachi dan Tjahyadi Gunawan

Marichi selaku komandan Marichi Production sempat menyimpan rasa kecewa.  Mendekati hari ‘H’, masalah jadwal yang berbarengan dengan Hari Raya Paskah juga hangat dibacarakan. “Puncaknya, kita dapat surat pemberitahuan dari PP IMI bahwa event ini tidak bisa dilaksanakan malam hari. Tanpa disebutkan apa yang jadi alasan.  Padahal, belum ada inspeksi tentang kelayakan sirkuit,”urai Mariachi yang justru dapat support dari pembalap, manajer tim, dan pemerhati motocross.

Bentuknya, para pendukung itu, bilang Mariachi membuat surat pernyataan dukungan yang ditanda tangani para pendukung agar event tetap jalan. Salah satunya datang dari Tjahyadi Gunawan, pemilik dari Genta Auto & Sport, di mana Mariachi Production bagian dari Genta.  Genta, katanya hamper 20 tahun bikin event otomotif, termasuk bikin balap malam hari pun sudah dilakukan beberapa tahun silam. “Kami tidak ingin ‘fight’ dengan IMI, tapi mari kita saling menghargai,”ujar  Gunawan.

Sayangnya, balap pada malam pertama batal lantaran sejak sore trek diguyur hujan dan banjir.  Sesuai dengan harapan, Sabtu malam Solo dan sekitarnya terang benderang, upacara pembukaan ditandai dengan parade peserta. Pertarungan di kelas 85 cc, MX2 Junior, MX2 Novice dan MX2 yang disuguhkan malam hari berlangsung seru dan ketat. Penonton pun nyaman menikmati aksi crosser lantaran disediakan tribun oleh panitia.

“Next tata cara upacara pembukaan bisa diatur lagi biar lebih greget dan lebih entertain seperti dibeberapa kejuaraan di Amerika. Mestinya, crosser diperkenanlkan satu persatu ke penonton, dikasih ilustarasi tentang crosser yang dimaksud. Cukup 10 pembalap terbaik aja yang dikenalkan. Lainnya, kalo pingin begitu, harus berprestasi dulu,”saran Irwan Adriansyah yang memang kerap nonton langsung event motocross kelas dunia. Anyway,  happy ending! Ardel

      

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353