nhk

Motocross 2017: Travis Bradley Cahyadi, Istimewa Penampilan Perdana, Potensi Papua!

Travis, MX, Yogya

ManiakMotor – Bicara stok pembalap, cabang motocross tak bakal habis. Sebaliknya, bibit-bibit bertalenta bagus cukup banyak saat ini. Itu bisa ditengok dari kejurnas motocross seri 1  di sirkuit Tambakrejo, Sleman, Yogyakarta (11-12/3). Satu lagi, Travis Bradley Cahyadi menunjukkan bakatnya di kelas 65 cc.  Padahal bocah kelahiran 31 Mei 2008 di Yogyakarta baru kenal motocross 4 bulan lalu.

”Bagi saya istimewa, main pertama langsung berada dibarisan tengah. Moto 1 finish ke-13, moto2 ke-8, poin klasemen sementara ke-12. Sebagai catatan, kelas ini diikuti 22 crosser dan dia paling yunior di antara yang lain,”nilai Zulfikar, mentor ditempat putra pasangan Lucky Cahyadi dan Budasari menimba ilmu garuk tanah.

Travis dan sang ayah,Lucky

Zulfikar merupakan  salah satu pemandu bakat cakar tanah saat ini. Zulfikar yang mantan crosser asal Aceh mengasah skill bibit-bibit crosser di Irwan Adriansyah Motocross Academy.  Artinya, apa yang dinilai Zulfikar terhadap talenta Travis berdasarkan pengalaman dan instingnya selaku pelatih.

“Awal suka motocross saat akhir tahun 2016 lihat seniornya Joshua Pattipi main di Magelang. Dari situ, lantas  minta diajari naik motor. Berbekal kemauan mulailah berlatih sendiri di Sirkuit Tambakrejo ini, ”bilang Lucky, ayahanda yang mantan pembalap grasstrack. Ya, meski lahir di Yogyakarta, bocah yang terdaftar di Yogyakarta Independen School Grid 3 sejatinya mengalir darah Papua dari ayahanda  seperti pula Joshua Pattipi. Yoshua adalah crosser asli Papua yang tahun lalu runner up nasional MX2.

Merasa ada potensi, terhitung sejak 1 November 2016 Lucky mendorong Travis untuk bergabung di Irwan Adriansyah Motocross Academy. “Rencana tetap diarahkan ke motocross sembari melihat prestasinya,”tutup Lucky. Go Travis Go! Ardel   

 

BAGIKAN