MotoE Semakin Cepat akan Gantikan MotoGP Konvensional? Pirro: Rasanya Seperti MotoGP

    Maniakmotor – Michele Pirro merupakan Test Rider Ducati Corse yang sudah memiliki jam terbang banyak dengan motor MotoGP, tetapi selain itu Pirro juga telah menjadi test rider motor Moto-E sampai 2023 semenjak tahun lalu.

    “Selain suaranya, Motor V21L ini memiliki feeling yang sangat mirip dengan motor balap biasa,” kata Pirro membuka pembicaraan.

    Tentu komentarnya kredibel bro! Kan Pirro yang menjadi pembalap pertama yang telah mencoba motor balap listrik dari Ducati yakni V21L, sejak akhir 2021 lalu.

    Pertama kali tengok, Michele Pirro mengatakan bahwa handling dan feeling keseluruhan motor tersebut sangatlah mirip dengan MotoGP, atau bahkan motor WSBK.

    “Sebelumnya saya memperkirakan handlingnya akan sulit karena ketinggian motor yang tinggi. Tetapi yang saya rasakan malah sebaliknya, pada lap pertama langsung terasa bahwa motor ini memiliki  handling dan pengantaran power yang sangat mirip dengan motor MotoGP atau Panigale V4R yang sering saya kendarai,” tutur Michele Pirro menjelaskan perasaan bawa motor listrik dari Ducati.

    Pirro juga melaporkan bahkan melaporkan beradaptasi dari motor MotoGP menuju MotoE V21L Ducati ini juga mudah, itu karena pada hari testing, Pirro juga sedang melakukan ujicoba pada Ducati MotoGP dan sekalian mencoba V21L juga pada hari yang sama.

    “Respon dan perilaku motor sangat mirip dengan motor balap Ducati yang saya sering kendarai, selain suara dan transmisinya, tetapi anda sangat cepat terbiasa dengan itu setelah 3 atau 4 lap berkendaranya,” ucap Michele Pirro.

    Mengenai transmisi dan elektronik motor, Pirro mengatakan feeling yang diberikan motor sangat mirip dengan MotoGP.  Motor V21L memberikan engine brake yang mirip dengan motor bertransmisi seperti MotoGP atau Superbike.

    Berdasarkan info, V21L ini memiliki bobot total 225kg dan berhasil raih top speed 275 km/h pada sirkuit Mugello pada private test yang mereka lakukan. Yang berarti motor kira-kira memiliki kecepatan yang berada di antara Moto2 (300 km/h)  dan Moto3 (250 km/h) pada sirkuit Mugello tersebut.

    “Tentu saja dibandingkan MotoGP dan Superbike motor ini terasa kurang kencang bagi saya, tetapi saya yakin dengan waktu orang-orang pintar di markas Ducati dapat mengakali itu dengan terus menambahkan perkembangan,” pungkas Michele Pirro.

    Lantas, apakah motor ini semakin cepat akan menggantikan MotoGP konvensional dengan mesin bakarnya? 

    Rupanya tidak demikian kalau menurut bos Ducati MotoGP, Luigi (Gigi) Dall’ Igna. Walaupun dikabarkan akan menjadi lebih kencang dengan pembaharuan yang ada, namun tujuannya bukan melampui kecepatan MotoGP.

    “Pasti ada kelebihan dari MotoE generasi sebelumnya. Lebih kencang, ringan, dan compact. Namun tujuan kami saat ini hanya untuk mematahkan catatan waktu Moto3, masih jauh dari MotoGP,” kata Gigi.

    “Perlu diingat, bobot motor secara keseluruhan adalah 225 kg dengan tenaga yang dibawah atau setara dengan Moto3. Masalah bobot komponen baterai masih menjadi kesulitan,” ucapnya.

    Kecepatan motor itu hanya mampu mencapai 285km per jam di sirkuit MotoGP dengan trek lurus terpanjang, Mugello.

    BONE

    BACA JUGA