nhk

MotoGP 2013 Assen (Race): Rossi Unggul Manuver, Kalah Top Speed

 

ManiakMotor – Valentino Rossi mengakui kemenangannya di GP Belanda barusan berkat setingan terbaik yang berkembang sejak tes Aragon lalu. Ya, sejak ganti onderdil swing-arm dan garu depan itu.

“Cukup lama saya mencari keseimbangan dengan M1 dan baru dapat saat tes Aragon. Hari ini di Assen terbukti itu mumpuni meskipun sesungguhnya hanya menang tipis dari kubu Honda. Jelang finish, saya hampir seperti tak percaya dengan kenyataan hari ini,” ujar The Doctor yang kembali jadi doktor tikungan.

 {Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Dengan mata separoh berkaca-kaca, The Doctor bilang apa yang ia tuju dengan kembali ke Yamaha kini sudah didapat, yakni merasakan lagi atmosfer kemenangan setelah yang terakhir di GP Mlaysia, 10 Oktober 2010. “Penantian yang lama. Saya hanya ingin menguji diri saya pribadi apakah masih bisa memenangi balapan dan hari ini ternyata masih bisa. Saya berharap bisa meneruskan sisa lomba musim ini pada level yang sama,” tandasnya walau cerita ini belum tandas masih menuju tinggal landas.

Boleh saja ada yang bilang kemenangan Rossi saat ini belum teruji 100% karena rekan satimnya Jorge Lorenzo sedang bermasalah. Tapi, seperti kata Rossi sendiri, ketika ia mampu menyalip Stefan Bradl, Cal Crutchlow, lantas Marc Marquez dan Dani Pedrosa maka saat itulah ia makin percaya diri terhadap M1-nya dengan pengembangan hasil Aragon.

Di Assen, M1 Rossi unggul sangat tipis atas RC213V milik Marquez pada sektor-sektor sirkuit. Tapi yang tipis-tipis itu dengan konsintensi  membuatnya bertahap menjauh. Dari empat sector trek Assen, rata-rata keunggulan Rossi didapatkan pada sector 1 yang berawal dari garis start/fiish hingga R5.

Sektor itu wilayah Assen yang praktis didominasi tikungan lambat dibandingkan mayoritas tikungan Assen yang katagori fast corner. Di sektor ini The Doctor konstan melahap waktu 31 detik koma kecil dari lap 2 sampai lap 25. Beda dengan Marquez yang main dengan waktu 31 detik koma besar di sana.

Sedangkan di tiga sector lainnya yang rata-rata bisa ditarik dengan kecepatan tinggi, Marquez lebih banyak unggulnya meskipun itu hanya koma kecil terutama di sektor 2 dan 3. Sektor 4 relatif imbang. Tetapi keuntungan motor yang kurang top speednya, masuk tikungan lebih cepat, karena pengeremannya tidak sebesar yang kenceng banget. Bukan begitu, brosit..?

Fakta itu mempertegas omongan The Doctor sebelumnya bahwa kini ia bisa bawa M1 lebih bermutu  dan lebih mulus bergoyang-goyang di tikungan. Bukti dan fakta, Rossi bisa fastest lap saat lomba. Rossi 1:34,894 (lap 5) dan Marquez yang ke-2 dengan  1:34,921 yang dibikin pada lap 11. Ke-3 Cal Crutchlow nah silakan klik MotoGP.Com di sana lebih lengkap.

Dan, dari segi melaju puncak, RC213V masih memilih itu di Assen. Marquez, misalnya, bisa bikin top speed 311,4 km/jam dan rata-rata top speed-nya di kisaran 300-an km/jam. Bandingkan dengan The Doctor yang top speed-nya hanya 307,0 km yang dicetak pada lap 4. Itu juga buktinya, Rossi lebih memlih manuver sesuai karakter bawanya yang The Doctor tikungan.

Dengan data dan fakta itu, kini sampeyan silakan tetap beri kesimpulan apakah kemenangan Rossi karena kekurang sempurnaan Lorenzo atau murni karena kehebatan The Doctor yang masih ada? Pasalnya, mengalahkan Pedrosa dan Marquez itu bukan perkara gampang lho! Andro

BACA JUGA

Hasil MotoGP Assen Belanda Semua Sesi dan Kelas 27 – 29 Juni 2013

MotoGP 2103 Assen (Race): The Doctor Is Back, Tiga Yamaha Jadi Bintang

MotoGP 2013 Assen Belanda (Race); Huhui.. Rossi Juara Mengalirkan Distribusi M1, 2.5 Tahun Menunggu

MotoGP 2013 Assen (Warm Up): Lorenzo Balapan Lagi, Hanya Kalah 0,7 Detik

BAGIKAN