nhk

MotoGP 2013 Austin Menuju FP3-Q2; Semua Teriak Grip, Ini dia Jawabannya..!

 


ManiakMotor – Suhu yang dingin dan lembab membuat  ban lambat mencapai panas ideal di trek Austin, Texas, Amrik. Matahari yang ditunggu-tunggu untuk memanaskan trek secara alamiah tak kunjung  datang.  Suhu di seputaran sirkuit 18 derajat dan trek 36 derajat.  Sebenarnya cukup, kok pada ngeluh. Ya itu kalau bandingkan dengan Losail di Qatar dalam sesi yang sama suhu sekitar 18 derajat dan trek bermain 23 derajat. Berarti lebih panas Austin?

Bahkan dikeluhakan Marc Marquez yang sudah jelas-jelas tercepat di free practice pertama dan ke-2. Malah di FP2 meninggalkan 0,5 detik  Dani Pedrosa, rekan setimnya di Repsol Honda Team. “Hari pertama memang soal grip jadi persoalan. Tetapi di sirkuit ini, walau sudah banyak dipakai, grip sore hari hanya sedikit meningkat. Tidak siknifikan dan masih sangat kurang,” jelas Marquez.

Sebabnya? Ya, berbeda dengan Losail di Qatar. Trek di padang pasir itu, karakternya kebanyakan flow atau mengalir. Sedang Austin kebanyakan buntu, eh tikungan patah, coy. Termasuk di dalamnya perubahan  drastis dari kencang ke sangat pelan. Itu butuh cengkeraman antara ban dan trek yang lebih kuat dibanding Qatar. Soal sirkuit ini sudah dijelaskan berkali-kali silakan saja klik cerita-cerita sebelumnya.

Contoh dari trek lurus yang 1.200 meter itu kecepatan puncaknya sangat tinggi. Rata-rata 339 km/jam, dihadang tikungan V sampai ke gigi rendah. Menahan laju motor menuju tikungan itu, tidak semata rem yang pakem, tetapi juga ban yang ngelem dengan trek. Tujuannya, agar jarak motor berhenti semakin pendek. Jika grip kurang, titik pengereman pembalap  akan lebih jauh.

Itu jelas merugikan waktu seperti dijelaskan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sebelumnya. Bahkan Lorenzo terus terang ora wani berspekulasi soal pengereman, karena taruhannya grip roda depan yang  mungil itu. “Saya juga masih hati-hati soal grip dari suhu yang dingin,” timpal Stefan Bradl (LCR Honda) dan Pedrosa, teman setim Marquez.

Bro,  persoalan bukan suhu, tetapi Austin yang kecepatan motor sangat inggi dan berubah drastis ke pelan. Sebaliknya dari pelan dipaksa harus segera kencang di dalam dan keluar tikungan. Itu menuntut akselerasi yang kuat. Kedua keadaan itu butuh traksi yang paten yang dikenal dengan grip.

Akselerasi misalnya, tikungan di Austin kebanyakan diambil dengan gigi rendah. Coba saja  di depan rumah dengan motor sendiri, pakai gigi rendah. Pasti tarikannya sangat kuat, salah sedikit pelintir gas, bannya yang menggasing di tempat ketimbang menempel pada aspal. Tetapi ini bukan motor harian, motor MotoGP yang 240 dk. Kira-kira begitu keadaan di sana, brosist.  Sorry ini hanya elmu kira-kira.

Sebanarnya itu tanggung jawab Bridgestone yang menjadi penyedia ban tunggal MotoGP.  Katanya sih mereka sudah menyediakan ban model A-simetris segala. Tetapi buktinya sampai subuh di sini masih pada teriak soal grip. Macam mana ini, Bridgestone???? Katanya, tunggu saja, pasti akan tambah grip seiring sesi makin banyak ditampilkan. Hehehe. Ito

BERITA TERKAIT:

Hasil MotoGP 2013 Austin, Texas, Amerika, Semua Sesi, 19 – 21 April 2013

MotoGP 2013 Austin Menuju FP3; Jorge Lorenzo, Grip Depan Dan Belakang M1 Masalah Di Texas

MotoGP 2013 Austin Menuju FP3; Rossi Mulai Ubah Omongan, M1 Beda Dengan Di Qatar

MotoGP 2013 Austin (FP2): Marc Marquez, Calon Nih..!

MotoGP Austin 2013 FP2; Marquez Lagi, Tiga Honda Di Depan, Rossi Masih Keteter Di Texas

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353