nhk

MotoGP 2013; Ditunggu Komentar Rossi Selanjutnya..!

 

ManiakMotor – Ketika Valentino Rossi naik podium di Qatar, ia beri harapan pada para penggemarnya. Fans ini telah membayangkan model dan gaya selanjutnya permainannya usai di Losail. Yakinlah akan terhibur, nonton MotoGP nggak ngantuk, walau modalnya hanya podium ke-2. Apalagi masih ditambah komentar Rossi, bahwa dengan podium 2 di Qatar, M1-nya siap tempur dengan berbagai model sirkuit untuk seri-seri ke depan. Wuih…

Untuk itu, masuk ke Austin, Amrik, harapan pada permainannya tinggi. Namun begitu sesi latihan dan kualifikasi, mulai deh bertanya-tanya, apalagi disusul lomba, Rossi hanya ke-6. Tapi, Rossi seorang entertain  balap motor. Usai kalah di Austin ia lempar komentar.  “Jerez dan Eropa kesuluruhan adalah sirkuit favorit saya. Prestasi Yamaha di sana juga meyakinkan. Saat test pramusim, Yamaha juga di atas,” jelas Rossi seperti akan balap dendam.

Komentar-komentar Rossi ini agak berbeda dengan dulu. Saat itu, komentarnya sederhanya saja, ingin main bagus dan habis-habisan. Sekarang sperti  Muhammad Ali di ring tinju. Kalah menang yang penting ia panasi dulu suasana. Ali walau prestasinya mulai turun akhir 70-an, tetap dinanti. Makanya Ali disebut si ‘Mulut Besar…’

Sama dengan Rossi menuju dan usai Austin. Sorry, ini hanya opini portal ini, mengamati semua komentar Rossi. Saat lomba mulai ada tanda-tanda The Doctor sudah nggak doctor alias tak memberi perlawanan, berbagai komentar muncul. Sudah toku, sudah nggak mempan, sudah nggak jago seperti dulu dan sebagainya. Yaah, sama dengan Ali saat itu juga dan jenis-jenis permainan diikuti para legenda.

Nyatanya di Jerez, ia sama sekali tak berkutik untuk ukuran seorang doktor. Makanya, menuju Le Mans, sesumbarnya memang sikit disimpan. Ia baru komen  ketika di free practice 2 berada di atas Jorge Lorenzo.  Hanya ia juga yang membocorkan dua set-up berbeda yang harus dipilihnya menuju race-day di Le Mans.

Paling kontroversi komentarnya usai jatuh di Le Mans yang agak bertolak belakang dengan jalannya lomba. Katanya saat itu, motornya baik-baik saja. Bahkan ia sesumbar bila tak jatuh, akan bisa podium ke-2 untuk mengalahkan Cal Crutchlow (Yamaha Tech3). “Motor saya dan Cal sama kencang. Seharusnya saya bisa berebut ke-2,” jelas Rossi.

Padahal, Cal bisa mengejarnya dari posisi 7 di saat yang sama Rossi telah ke-3 dan digeser Cal ke posisi 4. Selanjutnya Cal mulai memberi jarak. Bahkan sebelum jatuh sudah ditekan Nicky Hayden dengan Ducatinya. Di depannya masih ada Dovisiozo yang akhirnya mundur dan Marc Marquez yang akhir-akhir lomba bisa mencetak fastest lap melulu sampai ke-3.

Tetapi ndak masalah, itu komentar seperti si Ali tadi agar MotoGP tetap ramai. Memang sajak awal Rossi telah ultimatum, bahwa kedatangannya kembali ke Yamaha tidak berharap langsung menang seperti ia di Yamaha dulu. Alasannya, motor versi 1.000 cc, bukan murni riset darinya. Di 2013 hanya beberapa podium yang ia incar. Tapi, tidak bilang podium nomor berapa??? Memang, tiga seri ke belakang, ia terkendala set-up M1-nya.

Juga target ultimatum sebelumnya, sudah dilupakan pemirsa terutama fans berat Rossi yang ingin dia podium melulu. Nah tunggu saja komentar selanjutnya dari Rossi. Iya, nunggu omongannya saja, ketimbang juaranya kan, hehe. Ito 

BERITA TERKAIT

MotoGP 2013; Rossi Sangat Menyesali Hasil Le Mans..!

MotoGP 2013: 5 Atau 12 Mesin Untuk Suzuki 2014?

MotoGP 2013; Nakamoto Bicara Motor, MotoGP 2014 Akan Ramai

MotoGP 2013: Lorenzo Salahkan Ban, Aoki ‘Menyerang’ Balik

MotoGP 2013: Dovi Bersaksi, Honda Memang Oke

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353