nhk

MotoGP 2013; Efek Sasis Dan Gigi M1, Lorenzo Mantap Di Catalunya

 

ManiakMotor – Yamaha M1 memang mantap di sirkuit menikung panjang. Dua seri Jorge Lorenzo yang menungganginya di sirkuit yang modelnya begitu, sepertinya enteng  podium pertama. Di Catalunya, Spanyol, 16 Juni, kemarin, walau kata Lorenzo kurang yakin dibanding Mugello, tapi motornya macam berlari di atas rel mengitari sirkuit.

Sesuai janji para insinyur Yamaha Factory Racing (YFR) usai seri Le Mans yang buruk, meraka akan fokus mengejar Mugello dan betul berhasil. Nah, Catalunya tak beda jauhlah dengan Mugello. Makanya Lorenzo minta  M1-nya nggak mau jauh-jauh juga set-up-nya. Pastilah ia nyaman dengan pakem setelan itu.

Dilacak-lacak dengan ilmu kira-kira, kesibukan YFR baru lalu hanya seputar sasis baru. Bisa saja YFR berhasil memecahkan inti set-up sasis anyar dengan mantaf’, membuat motor stabil menikung panjang dan tak boros ban. “Hari Minggu yang asyik. Saya bekerja 100 persen tanpa melakukan kesalahan,” cerita Lorenzo usai menang.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Berarti, Honda dan Yamaha saat ini menggunakan andalan berbeda. Honda dengan SSG-nya dan Yamaha bersenjata sasis gress aluminium twin tube delta box yang dipakai Lorezo usai test di Jerez. Perbedaan ajian ini, juga membuat set-up antara Dani Pedrosa dan Lorenzo di Catalunya juga beda, iyalah bro kan  motornya saja sudah beda. Ya, keuntungan  buat Lorenzo. Khusus cerita Pedrosa ada di bagian lain. Misalnya, Lorenzo di R10 mengabaikan gigi satunya. Gigi pertama itu murni buat start.

Dari gigi pertama ini awal menangnya motor bernomor start 99 tersebut. Gigi 1 jadi ringan saat start, karena hanya digunakan untuk start, rasio tak perlu panjang. Lorenzo berangkat dari grid ke-3, melejit melewati Cal Crutchlow (grid-2) sekaligus Pedrosa yang pole sitter (grid-1).

“Start itu bikin terkejut, bisa melewati Dani (Pedrosa). Saya hanya berharap ada di depan Cal (Crutchlow). Itu keuntungan, sebab dari sini gap sudah mulai tercipta, walau 5 lap Dani terus di belakang saya,” cerita Lorenzo yang sudah memenangi tiga kali berturut di Catalunya dan dua kali berturut tahun ini dari Mugello dan Catalunya.

Hasil Catalunya persis pernyataan dua pembalap Spanyol yang 1-2 di klasemen dan 2-1 di Catalunya, sebelum bertanding. Pedrosa ragu akan tikungan-tikungan panjang dan Lorenzo khawatir tikungan dengan penggunaan gigi rendah. Di gigi menengah ke atas, M1 memang ceria menikung lama saat lomba dengan sasisnya. Sebaliknya tikungan panjang itu yang bikin  Pedrosa kelabakan. 

Silakan amati Chronological Analysis of Performance yang dikeluarkan MotoGP.Com. Di T1 (time from finish line to 1st intermediate) yang salah satunya melibas R3 yang tak abis-abis, Lorenzo tercepat dengan 17.159 detik dan  Pedrosa 17.196 detik. Sedang T4 dan di sanalah R13 berada  yang dikeluhkan Pedrosa, juga lebih cepat Lorenzo. T2 dan T3 yang tikungan-tikungannya pendek, RC213V Pedrosa yang oke coy dengan SSG-nya.  Selebihnya klik MotoGP.Com di sana lengkap, hehe.

Coba, apa kurangnya RC213V soal top speed. Berhubung menuju trek lurus Catalunya diawali tikungan dengan motor yang telah meluncur (gigi-3), keuntungan RC213V jadi tipis di ujung trek lurusnya. Lihat saja hasil top speed, Pedrosa yang ke-3 (338.8 km/jam) dan Lorenzo ke-4 dengan  338.5 km/jam. Lain bila trek lurusnya diawali menikung pelan, jelas santapan Honda yang mengandalkan reduksi mulus.

Di seri berikutnya di Assen, Belanda, sirkuit ini masih satu karakter dengan Catalunya dan Mugello. Tetapi, trek lurusnya tak sampai 500 meter. Miolo

BACA JUGA

Hasil MotoGP Catalunya Spanyol, Semua Kelas Dan Sesi, 14 Juni – 16 Juni 2013

MotoGP2013 Catalunya: Rossi Bongkar Bobrok Bautista

MotoGP Catalunya Spanyol 2013: Pedrosa Ngamuk Soal Ban, Lorenzo Tanpa Keluhan, Rossi Tanda Tanya

MotoGP 2013 Catalunya (Race): Crutchlow Versus Espargaro, Isu Soal Yamaha Tech3

BAGIKAN