nhk

MotoGP 2013 Jelang Brno: Berani Ambil Risiko, Lorenzo Kembali Minta SSG

ManiakMotor – Yamaha sudah tes SSG tapi belum dipasang ke tubuh M1. Kata petingi tim, Lin Jarvis, pihaknya hanya akan memasok SSG jika sudah yakin keamanannya. Kini, Jorge Lorenzo bilang harus ambil risiko karena sudah defisit 35 poin.

Selisih 35 itu bukan hal kecil mengingat seri lomba tertinggal 8 putaran. Artinya, Lorenzo harus unggul rata-rata 4,5 poin atas Marc Marquez di 8 lomba itu. Jelas tak mudah menginat performa ruki Repsol Honda itu yang super apik sepanjang musim ini, 9 podium dalam 10 lomba. Empat di antaranya sebagai juara.

“Kami harus berani ambil risiko pada saat ini. Tertinggal 35 angka, dan jika tak berani ambil risiko maka kejuaraan dunia akan berakhir,” tegas Lorenzo. Menurutnya kekalahan di Indy kemarin jelas karena faktor SSG pada RC213V yang memang sudah diadopsi Honda dari ajang F1 sejak musim 2009. Di Indy lalu Lorenzo sempat memimpin balapan dengan selisih 0,5 detik dari duo Honda sebelum diambil alih Marquez pada lap 13.

“Dengan girboks baru mungkin saya bisa unggul 1,5 detik dan bertarung jadi juara,” tambahnya. Lorenzo sendiri sudah minta dibuatkan SSG itu sejak akhir musim 2012 dan baru sepanjang musim ini dikembangkan Yamaha. Untuk kali pertama SSG versi Yamaha ini pun diuji Lorenzo dan Valentino Rossi di Brno pada awal Agustus lalu.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Valentino Rossi, teman setim Lorenzo mengakui secara umum penggunaan SSG jauh lebih baik ketimbang M1 ‘standar’. Handling dan pengereman sangat nyaman dan in-out  di tikungan anteng sekali. Intinya, kata Rossi, dampak positif SSG baru terasa saat balapan 20-an laps.

Itu kini diamini Lorenzo. Penggunaan SSG, katanya, tak signifikan dalam single lap seperti QTT. Tapi, sangat terasa kala motor diajak mengarungi banyak putaran. Nggak capek. “Pengaruhnya hanya sedikit untuk kecepatan per lap, tapi besar jika diakumulasi dalam banyak lap,” paparnya dan berharap sudah bisa pakai SSG di sisa kompetisi musim ini dan yakin itu adalah salah satu cara untuk melawan Honda, apa pun risikonya  agar tetap berpeluang jadi juara dunia 2013.

Permintaan itu sepertinya dilemma buat manajemen Yamaha Factory Racing. Jika barang bernama SSG itu belum oke banget, risikonya memang riskan. Andai saja itu barang macet, wah tak diibayangkan akibatnya. Soalnya roda belakang langsung berhenti. Kalau berhentinya pelan ndak masalah, coba kalau mengunci di trek lurus, wuiih…

Risiko lain adalah jatah mesin yang dalam kondisi kritis. Yamaha hanya punya sisa satu mesin dari 5 jatah sesuai regulasi 2013. Sudah empat mesin yang dirakit dan sudah disegel oleh panitian teknik MotoGP dari FIM. Tinggal satu mesin yang rata-rata satu mesin digunakan 3 – 4 balapan.

Nah, sekarang Lorenzo sudah cuap-cuap memang saatnya untuk berani ambil risiko. Jika Marquez sampai leading 40-an poin hingga seri Silverstone awal September nanti, bisa jadi itulah saatnya doski lempar handuk untuk perebutan gelar 2013. Apalagi, Honda pun sudah berancang-ancang tes khusus di Misano untuk mengarungi beberapa ronde terakhir.

Belum ada konfirmasi resmi dari Yamaha untuk mengabulkan ‘tantangan’ Lorenzo. Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013 Brno Ceko (Jelang): Marquez Menang Di Brno, Makin Tenang..!

MotoGP 2014: Jerez Hilang Dari Tes, Ganti Losail

MotoGP 2013 Brno Ceko (Jelang); Honda Tak Gentar Tes Awal Yamaha

MotoGP 2013 Brno Ceko (Jelang): Insiden Ducati Di Indy Hanya Motivasi Selanjutnya

BAGIKAN