nhk

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Biarpun Tua, Rossi Masih Terangsang Bikin Rekor

 ManiakMotor – Kembali ke pelukan mamah, ehYamaha, Valentino Rossi ngakunya kini sangat kompetitif. ”Tapi, buat apa? Finish urutan empat, podium, atau juara?” tanya The Doctor begitu rasakan kencengnya YZR-M1 usai tes perdana di Sepang silam.

Pertanyaan yang juga jadi pertanyaan para Rossimania itu lantas ia jawab sendiri. “Tujuan utama adalah meraih kemenangan setelah puasa sejak GP Malaysia 2010. Jika tak menang, podium saja memang sudah bagus. Tapi, sebuah kemenangan pada saat sekarang akan jadi momen yang sangat berbeda.”

Yoi Bro, pasti akan sangat beda. Bukan cuma untuk memperkuat rekor 79 kemenangan yang sudah ia kantongi, tapi akan bikin beda atmosfer MotoGP itu sendiri. Bakal lebih dahsyat. Lha, buktinya, jadi runner-up di Qatar saja sudah luar biasa sambutan publik. Macam mana pula kalau juara? “Tanpa Rossi, MotoGP itu seperti balapan biasa,” jelas Kevin Schwantz mantan juara dunia GP500 dari Amerika.

Betul, di Austin doski hanya finish ke-6. Tapi, itu sudah ia prediksi sejak awal memang akan sangat sulit melawan pasukan Honda yang merajai tes pra musim di negeri koboi itu. Rossi hanya menyukai keindahan dan fasilitas modern yang mengitari Austin, namun sama sekali tak suka dengan karakter lintasan yang tak cocok dengan pacuan dan riding style-nya saat ini. Beda kalau empat tahun lalu, itu Austin disikat dengan rear wheel steering, gaya yang rada hilang seiring usia Rossi.

Lupakan Austin dan kini menuju Jerez di Spanyol, 3-5 Mei ini. Di situkah ia akan meraih kemenangan ke-80-nya? Nah itu rekor. Hasil tes Austin memang bisa jadi panduan. Logika sederhananya, hasil tes Jerez pun bisa berakhir sama degan raceday. Seperti halnya rider Yamaha yang skeptis menuju Austin, saat ini pun rombongan Honda pun merasa Jerez itu sirkuit yang cocoknya buat Yamaha. Buktinya, tes pra musim Jerez dirajai geng Yamaha. Rossi dan Cal Crutchlow (Yamaha Monster Tech3) silih berganti bikin catatan waktu tercepat. Kala itu Jorge Lorenzo hanya apik di sesi pembuka. Ya, itu hanya analisa, karena Jerez beda dengan Austin. Jerez sudah dipakai puluhan tahun di MotoGP, semua tim punya data.

Toh, reputasi The Doctor sendiri terbilang fantastis di Jerez. Tampil 12 kali di kelas premier, ia sudah 9 kali naik podium di Jerez, 6 di antaranya sebagai kampiun. Jadi, sangat beralasan kalau ia dan fans setianya berharap gelar ke-80 bisa dipetik di sana. Rossi pun selalu antusias menyongsong serial Jerez yang merupakan salah satu trek favoritnya. “Setelah ini kompetisi bergulir di bumi Eropa, di dalam sirkuit-sirkuit lama yang sudah sangat saya kenal. Kami akan tampil jauh lebih baik di sana,” ujar The Doctor pasca GP Amerika.

Dan, satu hal penting lainnya Coy, jangan  dulu berpikir The Doctor sudah terlalu tua dalam usia 34-nya. Saksinya adalah Lorenzo yang bilang usia segitu tak ngaruh buat seorang Valentino Rossi. Pada saat pacuan seimbang, Rossi pun buktikan kemampuan tarung dengan rider belia macam Marc Marquez seperti di GP Qatar. Fakta lain adalah banyaknya pembalap yang masih mampu meraih kemenangan di atas usia 35. Contohnya ada beberapa dari zamannya Phil Reed dan Geoff Duke  sampai era modern MotoGP. Yang masih segar dalam ingatan adalah pembalap Italia, Max Biggi, yang juga musuh besar The Doctor.  Biaggi yang kelahiran  26 Juni 1976 ini meraih kemenangan terakhir MotoGP-nya di GP Jerman 16 Juli 2004 alias dalam usia 38 tahun 20 hari.

Kalau Biaggi bisa, biasanya Rossi pun harus bisa. Apalagi, masih lebih muda. Dan, kalau bisa, itu ia raih di Jerez. Lebih cepat, lebih baik. Biar tambah sengit, Masbro! Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013: Pedrosa Murka, Dikritik dan Dibandingkan Dengan Rossi

MotoGP 2013: Hmmmm….Andai Valentino Rossi Juara di Circuito de Jerez!

MotoGP 2013; Marquez ‘Ogah’ Juara Dunia, Terkuat Pedrosa Dan Lorenzo, Tak Sebut Rossi

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Crutchlow, Ancaman Nyata Buat Valentino Rossi

 

BAGIKAN