nhk

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Fokus Terbelah, Kiprah Pedrosa Terancam Parah

ManiakMotor – Dua seri awal sudah beri gambaran betapa berat perjuangan Dani Pedrosa untuk meraih titel musim ini. Jika gagal ke podium GP Spanyol di Sirkuit Jerez, 3-5 Mei, so pastilah kondisi beliau semakin parah.

MotoGP Spanyol sangat krusial, bukan saja untuk perburuan poin, tapi tak kalah penting adalah pertaruhan posisi Pedrosa dalam tim Repsol Honda Team maupun dalam komunitas balap motor Spanyol sendiri. Performa Marc Marquez yang lebih mantap jelas mengancam eksistensi Pedrosa di berbagai sisi. Singkatnya, jika tak juga membaik di dua-tiga seri berikut, tak akan ada pilihan buat Honda selain mendorong Marquez ke perburuan gelar. Alamak, parah kali bila itu yang terjadi! Tapi, ya begitulah arah logikanya. Ini bukan hanya kompetisi dengan pertaruhan  nama Pedrosa, tapi juga kepentigan bisnis berbagai perusahaan besar yang mengitarinya. Bisnis bro, bisnisssss!

Ironisnya dan benar-benar miris, fokus Pedrosa justru terbelah oleh persoalan sepele tapi dibesar-besarkan jelang laga penting di Jerez. Ia dan manajer sekaligus mentornya, Alberto Puig, terlibat perang ‘media’ dengan Kevin Schwantz.  Seperti tulisan sebelumnya di portal ini, Pedrosa murka atas kritikan pedas Schwantz. Saat itu media-media online baru satu dua yang menulisnya, termasuk salah satunya adalah manialmotor.com.

Dan, dalam dua hari terakhir atau hanya beberapa hari jelang GP Spanyol, Puig pun melibatkan diri secara langsung dalam pertikaian itu. Mantan pebalap sohor Spanyol itu mengirimkan surat terbuka yang sangat puanjaaaaang buat Scwantz yang salinan lengkapnya juga ada di maniakmotor.com. Isi surat sebanyak 15 alinea itu, Puig balik mengkritik habis Schwantz dengan membandingkan prestasi anak buahnya dengan Schwantz. Semua statistik Pedrosa dan Schwantz dihamparkan dan intinya adalah pencapaian Pedrosa jauh lebih baik dari pebalap AS itu.

“Hanya gelar dunia MotoGP yang memang belum diraih Pedrosa, tapi ia masih punya kesempatan,” tegas Puig yang juga menyentil kegagalan  Schwantz sebagai pembina pembalap muda. Sekolah balap milik Scwantz di Texas, katanya, tak menghasilkan satu pun pembalap top sedangkan Puig sudah melahirkan banyak pembalap besar dari Spanyol. “Anda nol besar, Mr.Schwantz!” katanya, jauh lebih ketus dari komentar Pedrosa sebelumnya.

Parahnya lagi, Puig, beberkan fakta kalau keberhasilan Schwantz menjadi juara dunia GP 500CC pada 1993 hanyalah kebetulan. Tidak sepenuhnya karena kehebatan dirinya. Ia juara karena  Wayne Rayne celaka di GP Misano dan tak meneruskan kompetisi. “Kalau Wayne tak celaka, tak ada celah buatnya jadi juara. Ia selalu di bawah ketiak pembalap lain, pertama Eddie Lawson dan berikutnya Wayne Rainey.”

Sebenarnya sebuah kritikan adalah hal sangat wajar di kancah kompetisi yang menggelegar macam MotoGP. Karena itu, agak mengherankan juga kalau persoalan sepele itu ditanggapi serius oleh Pedrosa yang biasanya pendiam dan sekarang diikuti Puig. Adakah strategi tertentu yang ingin dimainkan kubu Pedrosa jelang GP Spanyol? Mungkinkah itu cara Puig untuk melecut ‘amarah’ Pedrosa  agar bangklit dan buktikan diri?

Mungkin saja Bro! Pedrosa memang harus marah dan bikin perlawanan dalam kondisi yang ia hadapi saat ini. Kemarahan itu harus ia tumpahkan secara positif di lintasan. Semoga seperti itu hasilnya, biar pertarungan MotoGP tambah ramai saja Masbro! Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013 Menuju Jerez; Yamaha Tinggal Buktikan Hasil Test Di Jerez

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Marquez, Tarung Melawan Mitos

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Il Grande Rossi, Sensasi dan Selebrasi di Kandang Musuh?

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Biarpun Tua, Rossi Masih Terangsang Bikin Rekor

MotoGP 2013: Pedrosa Murka, Dikritik dan Dibandingkan Dengan Rossi

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353