nhk

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Weleh..Weleh, Lorenzo Kok Sudah Mikir Main Aman Sih?

 

ManiakMotor – Seperti biasanya, MotoGP Spanyol pekan ini menjadi laga emosional buat seluruh pembalap Spanyol. Semua terlecut dan siap tarung habis-habisan di depan penonton yang acap mencapai 200 ribuan pasang mata. Iya, jangan sampai kalah sama Italiano dan orang Inggris, ini Espanola, Bang.

Kecuali buat Jorge Lorenzo, sang juara dunia MotoGP 2010 dan 2012. Pengalaman mengajarkannya agar mampu mengendalikan emosi di lintasan, agar bermain lebih aman saja ketimbang berisiko klontang dan finish tanpa poin. Ia tak harus fight mati-matian. Mau dibilang strategi atau cari aman, terserah sampeyan. Yang pasti, dengan taktik itulah Lorenzo sukses meraih gelar 2012.

Yamaha memang babak belur di sesi FP dan QTT di Austin. Tapi, mereka temukan set-up lebih mumpuni di sesi warm-up dan bikin performa M1 Lorenzo sedikit lebih baik di raceday. Lorenzo saat itu kalau mau atau berani, sebenarnya punya kans untuk bertarung dengan Dani Pedrosa untuk perebutan posisi runner-up di Austin.

Ini sesuai bicaranya Lorenzo. Katanya, di beberapa lap akhir di Austin, kecepatan motornya bisa mengimbangi RC213V milik Pedrosa. Pada tiga lap terakhir, ia punya kesempatan andai tidak memusingkan risikonya. “Ada celah untuk fight ke posisi nomor dua. Kemungkinannya 50% berhasil, tapi juga risikonya 50% kecelakaan dan kehilangan segalanya. Jadi, saya putuskan, finish ketiga sudah cukup baik,” aku Lorenzo.

Pengakuan jujur itu diulanginya jelang GP Spanyol 3-5 Mei ini. Ia tak akan bertarung mati-matian dengan menempuh segenap risikonya sebagaimana ia lakukan semasa mudanya. Ia tak akan mau dipengaruhi emosi untuk memenuhi tuntutan  penonton tuan rumah. Maklum penonton tersebut selalu bawa kain merah agar pembalapnya marah macam banteng yang ditusuk-tusuk pedang Matador.

Apalagi, dua musuh utama Lorenzo adalah banteng yang sama buasnya melihat kain merah di tangan penonton. Lagi-lagi di ada banteng muda yang tidak ada moncong putih di hidungnya alias Marc Marquez, semua diseruduknya. “Harus berpikir dan bersikap tenang dalam situasi saat ini. Yang harus diutamakan adalah poin di kejuaraan dunia karena serial lomba masih sangat panjang,” ujar Lorenzo jelang Jerez yang mungkin nggak ngaruh dengan kain merah dilambaikan penonton padanya agar ia jadi buas. Tenang, man…

Artinya, ya seperti ia lakukan di Austin, mengamankan poin lebih penting daripada memaksakan kehendak, tapi pulang tanpa poin. Kecuali jika situasinya bisa melaju tanpa ancaman seperti halnya di Qatar, maka ia tak perlu pusing cari aman Brosit.

Kecelakaan demi kecelakaan memang membuat Lorenzo makin matang untuk mengendalikan emosi. Contoh penting adalah insiden di seri pamungkas GP Valencia musim lalu. Ia terpelanting karena kecerobohannya sendiri. Tapi, untungnya sudah menabung cukup poin sehingga tetap jadi juara dunia.

“Normalnya Jerez adalah trek yang bagus buat Yamaha. Trek lurusnya tak terlampau panjang dan model tikungannya yang mengalir sangat jelas keuntungan buat kami. Tapi, jangan lupa, kita tak pernah tahu apa yang bisa terjadi meski balapan di trek favorit sendiri,” pungkasnya, lagi-lagi mencerminkan kehati-hatian.

Bergitulah Lorenzo, kain merah pemancing emosi mungkin tidak mempan. Ia sudah lebih kalem, lebih taktis. Beda ya dengan The Doctor sang penghibur, yang sudah lantang bilang akan bisa tercepat di Jerez. Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013 Menuju Jerez; Ayo Marquez Jangan Terus Merendah, Motor Tergantung Setting

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Valentino Rossi Siap Tempur, Angkat Trofi Lagi

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Pedrosa Akui Kemampuan Marquez, Kecewa Pada Diri Sendiri

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Fokus Terbelah, Kiprah Pedrosa Terancam Parah

 

BAGIKAN