nhk

MotoGP 2013 Jelang Silverstone Inggris; Menakar Skill Marquez Dan Lorenzo, Petarung Vs Petarung

 

ManiakMotor – Mari ukur kemampuan adik kita Marc Marquez dan brother kita Jorge Lorenzo lewat pertarungan mereka di Brno, Ceko, ronde 11 MotoGP 2013, kemarin. Dikesampingkan soal teknologi motor. MM dan JL petarung sejati. Fighter tak pakai street, itu mah tipe motor. Ngotot bertempur, tak gentar. MM punya tipe berrmain ceria dan JL  serius. Itu dari hasil pertarungan selama ini loh.

Tutur kata mencirikan tabiat keduanya setiap jumpa pers pemenang. “Saya senang dan menikmati duel,” jelas Marquez dalam posisi nomor satu atau hanya podium ke-3 dengan mimik sumringah, mirip-mirip Rossi. “Saya dapat perlawanan keras. Harusnya bisa lebih bagus. Tapi saya senang,” jelas Lorenzo dengan senyum disungging sikit saat ia juara, tapi kelihatan kecewa bila ia kalah, serius kan.

Kemarin di Brno, Marc bisa bermain dengan tensi yang tinggi. Dalam tekanan dan menekan itu otaknya masih jalan yang dibawa ceria. Doski menyallip JL, sudah dirancang sekitar 10 lap menguntit Lorenzo. Di salah satu chicane pada lap 15 dengan pakai otak, cerdik, lantaran cerianya, kalee. Taktinya di luar dugaan Lorenzo.  Menikung ke kiri ia tempel sisi luar JL, sampai di tikungan kanan berikutnya, ia sudah di dalam.

Hebatnya tetap di jalur dalam alias tidak ada gejala out dan panik. Mau tahu? Iya, dong! Teknik itu ia dapat dari dirt track yang saban waktu ia berlatih dengan special engine garuk tanah. Lengannya kuat menahan dan menekan motor. Tikungan ia bisa tikam tajam, diikuti dorongan roda belakang pas dari rpm sembari disetel dengan tubuhnya yang gelantungan. Harusnya motor masih rebah, mala ia sudah tegakkan, agar kontak ban dengan aspal lebih  besar dan siap terima power. Tinggal tubuhnya yang menikung.

 {Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

JL tak keburu menutup. Ia masih pakai ritual gayanya diawali melebar dulu. Ia tiba-tiba telah berada di sisi di luar dan kalah moncong motor. Hukum adatnya, JL tinggal tunggu MM out dan ia bisa ambil lagi. Juga bisa kejar ulang, karena saking sempit radius tikung Marquez, kan rpm akan mengecil dan terlambat dibuka, bisa pun tidak bakal besar.  Tapi lihat, motor MM tetap melaju normal.   

Trik sama tapi diplikat dipakai JL di titik  sama dalam usahanya mengambil alih ulang MM. Gagal, karena itu senjata MM sendiri.  Kecepatan Lorenzo juga tidak cukup untuk menang moncong. Ada hubungan dengan kebiasaan. Lorenzo bukan tipe penusuk tikungan seperti itu. Ia punya gaya, out sebanyaknya saat masuk tikungan tetap di jalur dalam untuk mempertahankan laju. Di saat sama set-up karakter motornya bukan untuk itu. Masih ingat kan di Catalunya pada 2008 bertarung dengan Valentino Rossi, sama, JL dicuri VR46 pada tikungan mirip-mirip.

Bukannya Lorenzo kalah skill. Ia telah bertarung di atas kemampuan motornya kemarin. Saat sama MM punya bakat menawan, ia segera bisa bawa teknologi RC213V-nya.  JL petarung yang rada-rada textbook, patuh pada petunjuk buku  yang  serius yang dikenal setiap sesi ia meningkat. Tapi, Brno bukan murni karakter M1. Mengukurnya pada Dani Pedrosa yang menyalipnya pada lap 19. Kan mereka sama-sama baru sembuh dari cidera. Soal fakta juara dunia pun, JL sudah dua kali kampiun. Nah itu silakan sampeyan yang mencerna sendiri, cerita ini bukan teknologi motor.

Lihat lagi di Silverstone adalah sirkuit cepat. Di atas kertas seharusnya tipikal M1 dan karakternya JL.  Kan tikungan-tikungan cepat adalah tikungan serius. Bukan tikungan sembari ketawa-ketiwi, hehe.  Tetapi Marc adalah petarung sejati, belum mengalah bila belum dicoba. Jadinya petarung vs petarung. Ito 

BACA JUGA

MotoGP 2013 Brno Ceko (Race): Benar Kata Lorenzo, Marquez Dan Pedrosa Makin Mulus SSG-nya

MotoGP 2013: Bautista Nikmati Duel Dengan Rossi

MotoGP 2013 Calon Shell Advance Asia Talent Cup 2014, Sudah Bisa Mendaftar, Ayo..!

MotoGP 2013 Brno Ceko (Race): Marquez Tersenyum Lebar, DP Terlambat Serang JL

 

BAGIKAN