nhk

MotoGP 2013 Jelang Valencia: Lorenzo Masih Bernafsu, Marquez Keburu Sadar

 

ManiakMotor – Satu-satunya pembalap yang tak bisa ‘diutak-atik’ Marquez adalah Jorge Lorenzo. Sebaliknya, Lorenzo pun berpikir keras untuk memberi  ‘terafi’ melayani ‘adik’ senegaranya tersebut. Faktanya memang begitu sesuai ucapan keduanya saat saling memuji sebagai atlet dan bukti pertarungan mereka sepanjang tahun ini.

Bisa diandaikan pernah terjadi antara Casey Stoner dan Valentino Rossi. Rossi masih jaya-jayanya 1997 terlambat memberi terafi pada Stoner, membuat Stoner juara dunia dengan Ducati pada tahun itu. Belakangan atau 1998, Rossi tak membiarkan Stoner lepas duluan yang membuat permainan Stoner dengan Ducati-nya tak berkembang.

Sekarang bicara Lorenzo dan Marquez. Dari lomba di Motegi kemarin, sebenarnya Lorenzo masih bernafsu memancing permainan Marquez, untuk memberi terafi lanjutan. Maunya Lorenzo, Marquez melayani permaiannya atau Marquez sendiri menjalankan jurus-jurusnya yang agrasif. Duel itu yang sebenarnya ditunggu Lorenzo di Motegi, namun tudak terjadi. 

 Sebabnya, Marquez sudah lebih sadar dan tahu situasi. Ia pun sudah pasti diwanti-wanti tim, ‘amankan poin’. Kendati Marquez sebelum lomba sudah ‘membakar’ suasana. “Marc adalah Marc, akan bermain seperti biasa,” jelas Marquez, tapi saat lomba ia ‘santai saja’ mengamkan posisi ke-2.

Dalam keadaan sehat dan tanpa perintah tim, Marquez memang dapat sandungan dari Lorenzo sepanjang tahun ini. Permainannya pun mulai terbaca Lorenzo belakangan ini. Intinya ia kesulitan melewati Lorenzo. Untung saja, Marquez keburu  memimpin poin akibat dari cideranya Lorenzo yang beruntung dari Assen dan Sachsenring. Itu bisa dilihat dari jumlah kemengan Lorenzo lebih banyak dari Marquez.

Kata-kata ‘menghormati’ ini baru lalu terucap lagi dari Marquez. Katanya, bisa jadi Lorenzo dalam bentuk permainan terbaik sepanjang karir MotoGP-nya tahun ini.   “Khusus Valencia saya akan bersiap khusus. Tapi, apapun hasilnya, saya bangga di musim pertama telah bertarung dengan Jorge yang mungkin barada di masa terbaik karirnya,”  tandas Marquez. 

Sama juga dengan kalimat Lorenzo terhadap Marquez. Bahwa, “Marquez itu serba bisa di semua jenis sirkuit,” kata Lorenzo. Butkti, Lorenzo berpikir keras menaklukkan anak baru di MotoGP 2013 setiap berlaga. Pikiran keras ini berlanjut ke Valencia. Bukan hanya berpikir juara pertama, tapi bagaimana dengan juara dunia? Sebab percuma ke-1, bila Marquez finish dapat 13 poin. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2013 Jelang Final Valencia: Lorenzo Sangat Pede, Terus Teror Marquez

MotoGP 2013 Jelang Valencia: Kisah Rossi vs Hayden, Pengantar Partai Final Lorenzo vs Marquez

MotoGP 2013 Jelang Valencia (Final): Marquez Berharap Keberuntungan, Kesempatan Terakhir

MotoGP 2013: Jelang Valencia; Petinggi Ducati Mundur, Bangun Tim Bersama Rossi

MotoGP 2013 Jelang Valencia (Final): Lorenzo Provokasi, Marquez Siapkan Mental

 

BAGIKAN