nhk

MotoGP 2013 Jerman (Jelang); Akselerasi M1 Rossi Vs RC213V Di Sachsenring

 

ManiakMotor – Harus diingat lagi, Jorge Lorenzo saat masuk Catalunya pernah khawatir dengan penggunaan gigi rendah pada Yamaha M1. Sedang Dani Pedrosa ragu pakai gigi tinggi mulu dengan Honda RC213V-nya. Dari sini bisa diduga kelemahan dan kelebihan kedua motor beda merek yang jagoan MotoGP tersebut.

Tiga seri yang lalu lebih banyak menggunakan gigi yang tinggi alias sirkuit cepat. Di Sachsenring, Jerman,  tempat seri 8 MotoGP, 14 Juli ini, pembagian gigi rendah dan tinggi akan terpakai sama.  Sanchsenring dekat-dekat dengan karakter stop and go, sirkuitnya pendek hanya 3.671 meter dengan 13 tikungannya, di antaranya 10 ke kiri.

Selain itu, sirkuit ini kurang lebar. Cerita kurang lebar, rpm motor tidak akan tinggi yang lama, karena pembalap akan cepat sampai bibir lintasan.  Kebanyakan tikungannya pun, tikungan yang memaksa gigi harus turun banyak, bukan seperti tikungan Assen walau banyak tapi hanya menggoyang motor dan tetap meluncur cepat. 

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Kembali ke cerita Lorenzo dan Pedrosa. Saat jumpa sirkuit pakai gigi rendah, ya SSG akan bekerja seperti fungsinya reduksi nyambung terus macam iklan kartu telepon. Seperti itu juga menangnya Honda di Austin, Jerez  dan Le Mans yang banyak menggunakan umpan gigi yang diawali dari gigi rendah. Berarti juga butuh akselersi kuat sejak dini.

“Sachsenring di masa lalu akrab dengan saya. Saya akan berjuang untuk memenangkan lomba di sini. Walau tetap jaga-jaga pada ban,” kata Pedrosa yang juga diuntungkan piawai bermain di sirkuit belok kiri mulu yang telah terbukti 3 juara berturut di Jerman.

M1 dengan tiga sirkuit yang dimenanginya baru lalu, jujur saja jauh berbeda dengan karakter Sachsenring. Seperti khawatirnya Lorenzo saat di Catalunya, di Sachsenring kekhawatiran itu akan lebih banyak, sebab alasan tadi brosist.

Teknologi girboks M1 yang sampai kini belum disuntik SSG atau semacamnya membuat setiap pindah gigi akan ‘memutus’ tenaga di putaran bawahnya ketimbang RCV. Apalagi dengan cideranya Lorenzo.    

Tapi masih banyak tapinya, dengan on fire-nya The Doctor. Kan dia lagi pede dengan juara di Assen lewat temuan set-up suspensi, bikin pengeremannya sembuh. Kayaknya  nggak masalah di tikungan jenis apa pun. “Bila performa motor seperti saya juara di Assen, kesempatan ke depan selalu ada,” jelas Rossi yang komentarnya sudah berulang-ulang ditulis di portal ini.  

Ini hanya analisa, penentu sebenarnya adalah bendera finish. Dengan  itu, seharunya lomba jadi lebih rapat di Sachsensring, sirkuit terpendek dipakai MotoGP tahun ini. Miolo



BACA JUGA

MotoGP 2013 Sachsenring Jerman (Jelang): Dovi Gunakan Desmosedici Versi Baru

MotoGP 2013 Sachsenring (Jelang): Biar Tua, Rossi Masih Bisa Bikin Rekor Lho!

MotoGP 2013 Sachsenring (Jelang): Pedrosa Fokus Ban, Marquez Penasaran

MotoGP 2013 Sachsenring Jerman (Jelang); Aksi Pedrosa Di Tikungan Kiri

MotoGP 2013 Sachsenring (Jelang): Enam Pembalap Berebut Posisi di Podium


 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353