nhk

MotoGP 2013 Latihan Austin (Test), Honda Unggul SSG, Rossi Terlalu Tua?

 

ManiakMotor – Betul sekali yang dikatan Dani Pedrosa dan Marc Marcuez setelah menjajal trek Austin. Setidaknya sama dengan pandangan Kevin Schwanzt yang turut mendisain lintasan Austin. Yang bangun Austn memang Herman Tilke, insinyur Jerman yang ‘memborong’ semua pembangunan sirkuit modern sekarang ini. Tapi, untuk karakter lintasan, Schwanzt ikut berperan. Juara dunia GP500CC 1993 dengan pacuan Suzuki itu memang asli Texas, AS, dan ia pulalah yang punya lobi-lobi awal untuk membawa sirkus MotoGP ke Texas. Sayang, belakangan haknya untuk pegang promosi event ini jadi sengketa. Ia terbuang dan merasa dikadali pemilik trek. Mungkin pemilik treknya buaya. Hehehe

Austin, kata Schwanzt, bisa dibilang perpaduan dari model-model lintsan yang ada di Sirkuit Silverstone Inggris, Hockenheim Jerman, Magny-Cours Prancis, Istanbul Park Turki, dan sedikit dari Interlagos Brasil. Beda dan sekaligus jadi khas Austin adalah urutan tikungannya yang saling menyambung, pendek-pendek, macam ular sawah yang tengah berjalan. Untuk melibas model tekongan macam itu, penggunaan dan perpindahan gigi yang super cepat dan mulus menjadi mutlak. Itu agar akselerasi bisa terus terjaga, apalagi hanya sedikit jeda untuk perpindahan gigi. “Tak kalah penting kondisi fisik si pembalap karena gerak tubuh harus cepat membantu dan mengimbangi manuver motor,” tambahnya.

Tantangannya menjadi lebih besar karena trek ini berkarakter counter clockwise alias berlawanan arah jarum jam. Dari 20 tikungan, 11 belok kiri yang efek G-Force-nya sangat terasa. Ciri khas lainnya adalah jalur straight di depan tribun utama. Panjangnya 1,2 km Bro yang memungkinkan semua pol-polan sesukanya tanpa perlu khawatir bablas di tikungan depannya. Pasalnya, memasuki R1 itu pembalap sama sekali tak perlu hard braking seusai kecepatan maksimal. Momen seperti itu acap bikin celaka, tapi dijamin tak bakal terjadi di Austin. Laju motor dengan sendirinya tertahan oleh tanjakan panjang jelang tikungan balik arah ke kiri.

Apa yang dituturkan Schwanzt jauh hari sebelum kedatangan Marquez dan abang-abangnya itu diakui Pedrosa maupun Marquez sendiri yang tampil tercepat di hari pertama Selasa (12/3). Karena itu tim Repsol Honda pun kabarnya akan fokus pada metode penggunaan rasio gigi pada hari kedua Rabu (13/3) sembari setingan elektronik dan terus menghapal lintasan. “Tak kalah penting adalah menjaga kebugaran fisik. Trek ini sangat sulit dan menguras stamina. Pada banyak tikungan, kita harus gunakan kekuatan tubuh untuk membantu motor berbelok dan dapatkan arah yang benar,” komentar Marquez.

Nah, jika dikaitkan dengan Yamaha, jabaran Schwanzt plus pengakuan Pedrosa dan Marquez jadi sangat menarik. Kekalahan telak hari ini apakah berhubungan dengan girboks Yamaha yang belum pakai SSG (Seamless Sifth Gearbox) yang sejak musim lalu diidam-idamkan Lorenzo?  Honda sudah pakai perangkat canggih itu dan kabarnya sangat berpengaruh pada akselerasi motor dan mulusnya perpindahan gigi. Nah, jika kondisi fisik yang jadi acuan, apakah itu berhubungan dengan usia Marquez yang masih 20 tahun sehingga bisa tinggalkan Rossi yang 34 tahun dengan selisih hampir dua detik?

Itu pertanyaan belum terjawab hari ini Bro. Begitu ada jawaban, pastinya langsung gaspol di portal ini. Andro

Berita Terkait

Hasil Austin Test MotoGP 2013, 12 – 14 Maret 2013

 MotoGP 2013 Latihan Austin (Test), Pedrosa Cerita Setting Rasio

Hasil Austin Test MotoGP 2013, 12 – 14 Maret 2013

MotoGP 2013 Latihan Austin (Test); Rossi Kagumi Fasilitas Sirkuit, Kalah 2 Detik Dari Marquez

MotoGP 2013 Latihan Texas (Test), Hari Pertama Marquez Kalahkan Kakak-Kakaknya

MotoGP 2013: Masuk Austin, Kok Rossi Rada Ragu..?

BAGIKAN