nhk

MotoGP 2013; Marquez Separuh Musim, Selalu Menang Di Sirkuit Sulit

 

 

ManiakMotor – Dari tiga kemenangan Marc Marquez di sembilan seri lalu, ketiganya di sirkuit rumit. Dua sirkuit lainnya belum pernah dikenalnya, dua-duanya di Amerika, Austin dan Laguna Seca. Memang dua seri belakangan Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa kurang sehat untuk jadi ukuran.

Itu inti cerita Marquez di motogp.com, coba disingkat-singkat saja. Toh, komen  lain telah dicicil di portal seperti Moto2 dan MotoGP. Baginya Moto2 ada kesamaan dengan MotoGP. Bahkan profil bannya mirip.  “Bedanya memanajem ban di MotoGP lebih rapi. Juga cara bawa saat tangki bahan bakar penuh dan mulai kosong,” jelas Marquez yang  yang sedang memimpin poin klasemen dan masih dijelaskan juga.

Di MotoGP walau tenaga gambot, motor bisa dihentikan dengan cepat oleh cakram karbon. Juga pengereman berlangsung keras, karena akselerasi dan top speed MotoGP cepat. “Cara menyalip di MotoGP punya percaya diri  dengan strategi matang. Bobot motor MotoGP berbeda dengan Moto2,” jelas Marquez yang belakangan mulai ngepot-ngepot ala Moto2. Soal bawanya pernah diulas, ada nih:  MotoGP 2013; Kata Rossi Marquez Pakai Gigi Tinggi Menikung, Nih Maksudnya 

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Austin yang jadi kemenangan pertamanya sering disebut. Maklum saja bro, semua kontestan buta dengan sirkuit baru di Amerika tersebut, namum doski kampiunnya. Diterjemahkan panjang-lebar, kemampuannya di atas rata-rata untuk masuk ke sirkuit yang sama-sama buta. Persis  dilakukannya di Laguna Seca (LS) yang sebelumnya tak pernah ia kenal, lantaran GP125 dan Moto2 tak pernah dilepas di sana.  LS tidak hanya sirkuit biasa, di sana ada namanya tikungan corkscrew.

Setelah juara di Austin ia pikir hanyalah rutinitas seperti juara di GP125 atau Moto2. Ternyata itu bukan sembarang  kemenangan. Kira-kiranya di sana ada mantan dan pemegang juara dunia. Juga itu kemenangan perdana baru dua kali ikut MotoGP di sirkuit baru pula.  “Semua sirkuit saya suka. Saya sudah menjalankan instruksi dan sebagainya yang berhubungan dengan balap secara benar, kecuali Mugello,” jelas Marquez. Ya iyalah, jatuh kan di Italia. 

Maksud lebih luas lagi, ia bisa menyesuaikan dengan tepat, cerdas dan cerdik penyetelan motor. Juga lancarnya komunikasinya  pada mekanik meset-up pacuan. Pengenalan terhadap sirkuit juga luwes. Termasuk di dalamnya bertarung dengan motor MotoGP tanpa melakukan kesalahan, sehingga disebut juara.

Walau Dek Marquez di atas angin, ia tetap hormat pada abang-abangnya. Ya pastilah yang jagoan. Misalnnya Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. “Mereka hebat. Saya belajar banyak dengan menguntit mereka. Bagaimana mereka berstrategi untuk berlomba. Lalu beberapa saya tiru dan digunakan, hehe,” kata Marquez yang nggak bilang hehe… Termasuk peristiwa heboh tikungan terakhir di Jerez dengan Lorenzo dan Corkscrew di Laguna Seca dengan Rossi. 

Ditanya soal juara dunia 2013, Marquez pun belum memikirkannya. Kecuali ada keberuntungan!  Ya, takutnya bila dipikir-pikir malah jadi beban.  Sebab masih ada setengah musim ke depan. “Melihat dua seri lalu yang terjadi pada Jorge (Lorenzo) dan Dani (Pedrosa) apa pun bisa terjadi di balapan,” katanya yang tetap punya harapan. 

Nah itulah enaknya nonton balap. Tidak ada yang bisa memprediksi. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2013; Kata Rossi Marquez Pakai Gigi Tinggi Menikung, Nih Maksudnya

MotoGP 2013 Strategi Paruh Musim; Antara SSG Rossi-Lorenzo Dan Stoner..!

MotoGP 2013: Songsong GP Indianapolis, Pedrosa Kesampingkan Rossi

MotoGP 2013: Rossi Punya Trik, Marquez Siap Nyontek

MotoGP 2013: Gardner pun Yakin Stoner Bakal Tempur Lagi

 




BAGIKAN