nhk

MotoGP 2013; Marquez vs Pol Espargaro, Sama Cepat Adaptasi MotoGP, Buktikan 2014

 

ManiakMotor – Dua tulisan berbeda dari portal terkenal di dunia. Ya, dunia maya. Portal ini merangkum dan menimbang Marc Marquez vsn Pol Espargaro. Marquez telah membuktikan sebagai ‘pemula’ langsung juara dunia MotoGP pada 2013. Sedang si Pol baru naik motor MotoGP saat test pertama untuk  2014 di Valencia baru lalu. Keduanya punya histori yang tegang di Moto2 2012, Pol boleh melayani Marquez ketika itu.

Nicky Hayden layak diminta komentarnya. Ia mencermati Marquez, katanya sebagai anak baru di MotoGP dalam keadaan apapun tanpa tertekan. Ia bisa memerlakukan RC213V sama lincahnya dengan Moto2. “Itu sangat luar biasa. Ada teknik-teknik tertentu yang sulit dilakukan di MotoGP, tapi Marquez bisa dibikin lincah sama dengan Moto2,” jelas Hayden saat pindah ke Honda lagi tiba-tiba memuji Marquez.

Persis dikatakan Nicolas Goyon. Dia punya raong, sebelumnya menjabat  data engineer Yamaha Tech3. Sekarang kepala  kru yang menangani Pol. Katanya, si Pol cepat beradaptasi pada MotoGP. “Saya telah tangani banyak pembalap yang pertama kali ke MotoGP. Tetapi Pol  istimewa. Contoh, ia  tidak peduli perbedaan ban di Moto2 pakai Dunlop dan MotoGP Bridgestone. Ini ban berbeda soal perlakukannya, loh,” jelas Goyon yang artinya, Pol tak perlu lama-lama membedakan cara membawa ban itu.

Juga dilakukan Marquez ketika pertama ke MotoGP dan sampai ia juara. Tak peduli tuh RC213V pakai ban apa saja yang penting gas dulu. Eh, diawali kata belajar, begitu awalnya. Soal posisi, Marquez beda-beda tipis dengan Pol pertama kali pegang RC213V yang juga di Valencia. Marquez  ke-7 saat itu dengan 1 menit 33,403 detik. Sedang Pol ke-6 dengan catatan 1 menit 31.533 detik. Tapi ini hati-hati membedakannya, lantaran tahun lalu cuaca Valencia sangat kacau. 

Kembali ke Goyon yang entah menyamakan debut  Marquez dan Pol atau tidak, yang jelas omongannya menjurus ke situ. Bahkan dia bilang, Pol tak kaget pada pengereman M1 yang cakramnya karbon. Padahal Moto2 cakram baja. Keduanya punya karakter jauh beda. Karbon lebih pendek jarak berhentinya. Pol bisa masuk lebih dalam di tikungan, mirip-mirip dilakukan Marquez. Inti ceritanya, itu teknik yang khas di Moto2, tapi keduanya bisa menerapkan pada MotoGP yang punya dimensi dan tenaga yang jauh lebih gambot.

Sedang Hayden mengamati Marquez yang di sesi-sesi latihan banyak melakukan salah, tapi beda saat lomba. Nah kalau itu belum terbukti pada Pol, kan belum berlomba dengan MotoGP. “Di latihan Marquez banyak keliru. Namun saat balap tanpa kesalahan bagi ukuran seorang rookie. Bahkan bisa memanajemen ban dengan tepat,” timpal Hayden.

Langsung ditimpali Goyon yang tidak berguyon. Ia amati Pol cekatan melakukan perubahan gerakkan posisi motor saat keluar tikungan. Motor sudah ditegakkan walau jalur menikung belum selesai, hanya tubuh Pol yang mengimbanginya. Itu juga kelebihan Marc yang membuatnya seperti gelantungan melawan luncuran motor agar tetap di dalam, namun motor sudah pada posisi siap dibetot lagi dengan tapak ban yang banyak.   

Wah harus dibuktikan tahun depan cerita ini, bro. Masih terlalu dini menjagokan Pol. Toh, dasar itu yang membuat Yamaha terpincut pada dirinya. Orang di belakang Yamaha ini bukan orang sembarangan untuk memilih bakat. Sayang, Pol naik motor M1 bukan pabrikan. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2013; Valentino Rossi Sama Bagusnya Mendribbling Bola Dan M1

MotoGP 2014: Rahasia Rossi Depak Burgess, Reshuffle Kabinet?

MotoGP 2013: Tak Mau Lebay, Marquez Tolak Istilah Era Baru MotoGP 2014

MotoGP 2013: Pesta di Cervera, Atribut Marquez di Seputar Kota

MotoGP 2013: Koleksi Rekor Marquez, Kejar Valentino Rossi

 

 

 

 

BAGIKAN