nhk

MotoGP 2013 Menuju Jerez; Ayo Marquez Jangan Terus Merendah, Motor Tergantung Setting

 

ManiakMotor – Sirkuit Jerez yang ‘mungil’ terbuka buat siapa saja untuk juara, paling tidak sebelum  race-day dikibari bendera finish. Alasannya seperti sering dikemukakan Marc Marquez, semua pembalap MotoGP hapal lekuk  Jerez yang 13 tikungan itu. Hanya mungkin tikungannya sampai saat latihan pramusim masih  kurang cocok dengan gaya Marquez  yang kental ciri Moto2. Ditambah lagi  sasis dan mesin RC213V di Jerez.   

Untuk itu Marquez selalu merendah untuk menghadapi sirkuit yang dikenalnya sejak kanak-kanak. Ya tapi kalau merendah melulu di dunia entertain juga nggak bagus ‘Dek’. Itu sama saja ogah memenasi suasana yang justru bikin rame keadaan. Coba kek bilang; ‘ayo gue tantang abang-abang itu, gue berani, mau apa lu. Siapa takut’ hehe, itu sih maniakmotor.com. “Di Jerez saya harus bekerja keras, semua pembalap lebih hapal dari saya soal sirkuit ini,” kembali Maquez tidak mau tinggi hati seperti abdi dalem. Tapi itu omongan, bukan di lintasan.

Bisa jadi paduan RC213V racikan HRC memang sudah dicoba Marquez dengan berbagai upaya saat latihan di Jerez. Tapi saat itu tidak membuahkan hasil yang ia inginkan. Bayangkan saja, dalam ujicoba tiga hari pada akhir Maret 2013 itu, di sesi-sesi awal dia ke-7 dan ketinggalan 1 detik lebih. Di sesi terakhir dengan  mati-matian dia hanya ke-5, bahkan di belakang Stefan Bradl yang pakai RC213V kualitas ke-2. Waktunya masih selisih 0.6 detik dari yang tercepat saat itu dipegang Cal Crutchlow dari Yamaha Tec 3 dan kedua Valentino Rossi. Rossi ketinggalan 0.224 detik dari Cal.

RC213V saat dirombak total pada Juni 2012 sebenarnya tujuannya untuk memperbaiki keadaan di sirkuit seperti Jerez yang selalu jadi santapan Yamaha M1. Tetapi saat itu, Casey Stoner hanya mau mesinnya yang dipasangi SSG. Pembalap Australia yang pensiun dini dari MotoGP itu menolak menggunakan sasis aluminium twin-tube yang baru. Nah, Stoner juara di Jerez 2012 sebelum perombakan total RC213V.  Maksud kamu? Ya, referensinya sasis yang dipakai Stoner itu dong. Wah jangan mengajari ikan berenang, bro. Itu pabrikan dunia lho, bukan tim bebek.

Ya iya, tujuannya kan supaya Marquez bisa mendekat pada tiga Yamaha yang setelan sasis dan suspensinya ‘nempel’ di Jerez. Jerez memang kecil seperti dikeluhkan Marquez, tetapi ini sirkuit  mengalir dan bisa dialirkan sendiri oleh pembalapnya, saking hapalnya. “Saya pertama kali membalap di MotoGP di depan fans Spanyol. Ini yang saya nantikan. Jika bisa mencapai podium,” kata Marquez yang tetep terselip kalimat merendah dan ragu.    

Tetapi ‘Quz’ semuanya balik pada insting pembalap dan mekanik pada hari-hari genting untuk set-up. Kerja sama ini akan menghasilkan pacuan yang cocok dengan sirkuit yang dipijak saat itu. Tidak perlu jauh-jauh mengingatnya, cukup seri Austin yang detik-detik terakhir Jorge Lorenzo bisa dapat sesuatu pada  Yamaha M1 dan bisa bersahabat dengan trek ‘ular’, cobra pula. Tadinya Lorenzo selisih nyaris 1 detik dari semua sesi free practice diubahnya jadi nyaman dan dekat pada lomba. Padahal sebelumnya mulai dicap M1 tidak cocok dengan Austin. Semua bisa untuk sekelas MotoGP, agar rame dekat-dekatan balapnya. Ito

BERITA TERKAIT

Hasil Tes Jerez MotoGP 2013, 23 – 25 Maret 2013

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Marquez, Tarung Melawan Mitos

 

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Valentino Rossi Siap Tempur, Angkat Trofi Lagi

MotoGP 2013 Jelang Jerez: Pedrosa Akui Kemampuan Marquez, Kecewa Pada Diri Sendiri

MotoGP 2013 Menuju Jerez; Yamaha Tinggal Buktikan Hasil Test Di Jerez

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353