nhk

MotoGP 2013: Nyaman Dengan ‘Bonus’ 3 Kg, Pedrosa Kembali ke Jalur Juara

 

ManiakMotor – “Sekali ia merasa nyaman dengan motornya, Dani akan sulit dihentikan.” Itu pernyataan Livio Suppo, Team Principal Repsol Honda Team, saat Dani Pedrosa tengah terpuruk dan diragukan banyak pihak.

Suppo mengatakannya tak lama seusai GP Amrik di Austin, Texas, kala Pedrosa dua kali berturut dikalahkan rookie Marc Marquez. Banyak kritikan dan prediksi kalau perjuangan meraih titel 2013 justru terancam oleh Marquez. Pedrosa dianggap sudah habis, antara lain oleh pembalap fenomenal AS Kevin Schwanzt yang bikin marah sang mentor Pedrosa, Alberto Puig.

Entah karena amarahnya sudah keluar atau benar seperti Suppo bilang, nyatanya Pedrosa bangkit di GP Spanyol. Meski dikalahkan Jorge Lorenzo di sesi FP dan QTT, ia main apik saat balapan dan juara. Berikutnya di GP Prancis lebih paten lagi. Meski start dari urutan 6, runner-up 2012 itu langsung nonjok ke baris depan, sejak pertengahan memimpin lomba dan finish dengan keunggulan telak. Dan, itu berlangsung di lintasan basah.

Dua hal langsung dibuktikan Pedrosa. Bahwa ia juga andal di lintasan basah sehingga kemenangan di GP Malaysia 2012 yang berlangsung di bawah hujan deras bukanlah sebuah kebetulan atau semata keberuntungasn seperti dinilai beberapa pihak.

“Keyakinan saya makin besar menghadapi wet race. Kami juga bisa bagus di lintasan basah.  Kondisi seperti Le Mans bukanlah hal yang saya sukai, tapi bisa dilewati dengan hasil teratas,” tegas Pedrosa seolah siap menyongsong race berikutnya yang juga potensial hujan macam GP Jerman dan Inggris kelak.

Pembuktian kedua, seperti ia akui dalam wawancara usai lomba dan dalam rilis yang dikeluarkan tim, Pedrosa sudah mendapatkan kenyamanan dengan RC213V-nya. Kondisi yang ia rasakan sudah sama dengan musim lalu saat memenangi 6 dari 8 race akhir 2012. “Motor bagus benar. Cukup lama kami mendapatkan setingan yang sesuai dan saya harus berterima kasih pada tim,” katanya.

Terus, di mana gerangan letak kenyamanan Pedrosa? Tak lain tak bukan adalah distribusi bobot pada pacuannya. Sejak sesi tes pra musim hingga GP Austin, ia dan timnya masih acap ribet mengutak-atik area itu akibat penambahan bobot 3 kg pada motornya. Biar cuma 3 kg efeknya bisa ke mana-mana, Brosist! Itu dilakukan untuk keseimbangan sekaligus menutupi ringannya bobot tubuh mungil  Pedrosa yang hanya 51 kg. Bandingkan dengan berat badan Marquez yang 59 kg, dengan bobot dan spek motor yang sama.

Hanya itu yang jadi masalahnya, karena spek RC213V secara kesuluruhan sudah mantap pertengahan musim lalu. Tak dijelaskan secara detil, bagaimana HRC mengatur dan mengalirkan distribusi itu serta kontribusinya pada kinerja ban dan suspensi. Yang jelas, kini Pedrosa bangkit dan kembali ke jalur juara. Mengambil alih pimpinan klasemen sementara dengan poin 83 plus performa meyakinkan dalam dua race beruntun, so pastilah yang namanya Kevin Schwanzt itu kini harus mengkoreksi ucapannya.

Dua belas hari lagi sirkus MotoGP akan bergeser ke GP Italia di Sirkuit Mugello, kandangnya Valentino Rossi. Jika Pedrosa kembali kampiun di sana, rasanya memang harus menggarisbawahi statement Suppo, tak ada yang bisa menghentikan Pedrosa.

Benar tidaknya ucapan Suppo tergantung kepada Marquez, Lorenzo, dan Rossi. Mampu nggak mereka buktikan kalau Suppo cuma omdo alias omong doang? Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013 Le Mans Prancis (Race): Babak Baru Crutchlow, Sempat Takut Lihat Marquez

MotoGP 2013 Le Mans Prancis (Race): Tak Perlu Diajari, Yamaha Janji Akan Bangkit

MotoGP Prancis 2013: Keoknya Rossi Dan Lorenzo Di Le Mans, Haruskah Panggil Furusawa

MotoGP 2013 Le Mans (Race): Honda Digdaya, Skor 3-1, Tanda Tanya Yamaha

MotoGP Prancis 2013 (Race); Honda Pedrosa Dan Marquez, Terbukti Di Lintasan Basah Le Mans..

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353