nhk

MotoGP 2013; Paruh Musim Valentino Rossi, Tetap Aktor Balapan

 

ManiakMotor – Permainan Valentino Rossi separuh musim tahun ini masih aktor MotoGP.  Empat podiumnya – walau hanya sekali ke-1 – tetap punya ciri. Terakhir di Laguna Seca saat drama di corkscrew  bersama Marc Marquez, Rossi yang ‘mengalah’, kendati sudah berusaha menutup jalur.  

Kalahnya pun karena sebelum corkscrew adalah tanjakan panjang. Dijelaskan sebelumnya – SSG Honda Kuat Tanjakan – tanpa SSG Yamaha sulit di trek mendaki, maka terkejar RCV Marquez dan pas turunan ditekuk. Rossi tidak sampai kesal seperti Casey Stoner 2008 marah padanya. Sudah  dewasa dan sportif.   

Memang sih Lin Jarvis, direktur Yamaha Factry Racing (YFR) telah cerita evaluasi pada pembalap YFR yang secara umum saja. Bahasa rilis maksudnya. Katanya, “Atmosfir MotoGP berbeda bila Valentino yang juara. Reaksi dunia olahraga ini menyambutnya manakala ia podium. Ia nyaman ke depan  dengan M1,” tegas Jarvis yang sudah dimuat di portal ini beberapa hari lalu. 

  {Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Tengok ke belakang yang dilakukan Rossi. Ia juara dua di Qatar diawali dari posisi ke-7 separuh balapan, ada enam pembalap yang dilewati dengan cara menyalip yang disukai penggemar MotoGP selama ini. Slonong boy, walau Rossi saat ini bukan seorang boy, umur di atas 30-an. Menggunting musuh masih asyik. Termasuk duel yang rapi dengan Marquez  membuatnya kedua. Hanya runer-up, tetapi seperti MotoGP miliknya di seri pembuka itu.

Di Qatar yang dingin malam-malam, M1 Rossi cocok. Padahal set-up M1-nya sebagian pakai karakter Jorge Lorenzo. Ini jadi ‘berantakan’ di sirkuit ‘buta’ macam Austin di Amerika. Usai dari Austin hanya bolak-balik perbaiki ergonomik. Belum ada terobosan teknis dan sempat tolak sasis baru  saat test di Jerez. Dicurigai sistem pengereman yang salah dan bahkan di Austin sempat kehilangan fungsinya.

Inti cerita salip-salipan di awal 2013 hanya enak dilihat di Qatar. Ada empat seri penggemar Rossi hanya berharap dan berharap. Semua tahu deh, baru test di Aragon sampai ketemu distribusi bobot. Hasilnya sirkuit Assen yang diawali melibas Stefan Bradl, Marquez dan Dani Pedrosa. Usai salip Pedrosa ini seluruh isi tribun sepanjang Assen menyambutnya sembari berdiri. Yel, yel dan ole, ole… VR46.

Itulah menangnya Rossi dalam 2,5 tahun tanpa naik podium pertama.  “Dua tahun sebelum juara di Assen ini adalah perjalanan yang menyebalkan. Juara di Assen bisa saja mengambalikan kepercayaan diri saya, kita lihat saja nanti,” kata Rossi usai ia menang di Assen.

Apa boleh baut, mur longgar di Sachsenring dan  Laguna Seca. Penggemar inginnya ia macam  Assen. Apalagi Lorenzo dan Pedrosa lagi ‘pincang’. Tapi harap diingat, kedua sirkuit belakangan  sebenarnya hanya aspek teknik yang pernah diutarakan bos Honda dan Yamaha. Di satu sisi, Honda unggul di sebagian trek dan di sisi lain Yamaha sulit dilawan. Dua sirkuit belakangan asli milik Honda.    

Apalagi di Laguna Seca. M1 Rossi mati kutu pada reduksinya saat menanjak tadi. Nah, dekat-dekat ini Rossi kembali menguji seamless shift gearbox (SSG). Teknologi yang menjadi kelemahan di Sachsenring dan Laguna. Belum tahu juga, SSG dipakai di sisa seri tahun ini atau belum. Bila iya, peluang Rossi jadi aktor penghibur di sirkuit-sirkuit pendek tetap besar. Sebab ke depan, imbang pembagian sirkuit cepat dan pelan. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2013: Crutchlow Pilih Berjudi di Ducati, Kabar Pasti

MotoGP 2013; Marquez Separuh Musim, Selalu Menang Di Sirkuit Sulit

MotoGP 2013 Strategi Paruh Musim; Antara SSG Rossi-Lorenzo Dan Stoner..!

MotoGP 2013: Songsong GP Indianapolis, Pedrosa Kesampingkan Rossi

MotoGP 2013: Rossi Punya Trik, Marquez Siap Nyontek


BAGIKAN