nhk

MotoGP 2013: Pedrosa Murka, Dikritik dan Dibandingkan Dengan Rossi

ManiakMotor – Ditekuk dua kali berturut oleh anak baru bernama Marc Marquez tentu membuat Dani Pedrosa kesal. Ia tak boleh marah karena begitulah balapan. Maka, kemarahan rider nomor satu Repsol Honda itu pun meledak kala ada pihak ketiga yang mengomporinya.

Yang bikin gara-gara adalah Kevin Schwantz, pembalap Texas, Amrik, yang jadi juara dunia GP 500 CC pada 1993 dengan pacuan Suzuki. Schwantz cuap-cuap di media seusai  GP Amerika lalu. Katanya, Pedroa sudah 8 musim bersama Honda tapi tak mampu membuat prestasi apa pun. Sama dengan sang manajer pribadi yang juga mentornya, Alberto Puig, yang mantan pembalap GP 500 itu.

“Saya sangat ragu jika ia bisa meraih titel juara dunia musim ini. Silakan buktikan kalau anggapan saya salah, tapi rasanya ia tak akan lakukan itu,” ujar Schwantz yang sebenarnya berperan membawa MotoGP ke Texas tapi  belakangan disingkirkan oleh penyelenggara lokal.

Parahnya, Schwantz mengklaim hanyalah Valentino Rossi yang membuat MotoGP tetap menawan. Tanpa The Doctor, katanya, MotoGP tak lebih dari sekadar balapan biasa.Oh, ya, kalau itu benar, Rossi memang rohnya MotoGP.

Ucapan Schwantz yang ramai-ramai diberitakan media Spanyol kontan membuat Pedrosa murka. Runner-up 2012 yang biasanya kalem dan jauh dari kontroversi itu membantah omongan Schwantz.

“Rossi memang pembalap besar. Tapi, ia bisa begitu karena ada perlawanan dari pembalap lain, termasuk saya. Kalau Rossi balapan tanpa perlawanan, emang nilainya akan sama seperti sekarang? Ia hebat karena terbukti mampu mengalahkan para pembalap hebat,” ketus Pedrosa sembari membeberkan 22 kemenangan dan 50 podium MotoGP-nya adalah pencapaian yang tak bisa dianggap remeh.

“Komentarnya sangat tak fair, apalagi membawa-bawa nama Puig yang sudah terbukti menjadikan banyak bocah Spanyol menjadi pembalap hebat. Lucunya, ia menganggap saya pribadi yang menyenangkan. Padahal,  saya tak pernah bicara panjang selain sebut ’hello’ kepadanya,” tambah Pedrosa, kini semakin ketus.

Sebenarnya bukan hanya Schwantz yang meragukan Pedrosa untuk berebut gelar musim ini. Lha, portal ini saja sudah beberapa kali ingatkan itu sampai bilang musim ini sebagai kesempatan terakhir baginya. Apalagi, jika di beberapa seri awal ia tak bisa juga mengimbangi Marquez, maka habislah dia. Tapi, berhubung Pedrosa tak jadi pembaca setia portal ini, ia jelas tak bisa marah hehehehe.

“Sebaiknya Schwantz pelajari statistic MotoGP lebih baik lagi. Cermati apa yang sudah saya capai dengan sejumlah rekor yang tak bisa dicapai pembalap lain. Dan, ia harus tahu, semua itu saya raih kala bertarung dengan Valentino Rossi dan antek-anteknya,” tutup rider 27 tahun itu, sepertinya makin ketus.

Nah, kalau Pedrosa bisa marah begini, semoga saja dampaknya berbuah positif di Sirkuit Jerez, tempat laga ketiga MotoGP musim ini digelar pada 3-5 Mei nanti. Ia harus buktikan kalau dirinya belum habis. Ayo Bro, beri bukti meski katanya Jerez itu lebih cocok dengan pacuan Yamaha! Setidaknya, jangan sampai ditekuk lagi oleh Marquez. Kalau keok lagi, ya sudahlah maafkan saja si Kevin Schwantz itu. Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013: Hmmmm….Andai Valentino Rossi Juara di Circuito de Jerez!

MotoGP 2013; Marquez ‘Ogah’ Juara Dunia, Terkuat Pedrosa Dan Lorenzo, Tak Sebut Rossi

MotoGP 2013; Marquez MotoGP Lebih Mudah Dari Moto2..? Rossi Tunggu Di Jerez

MotoGP 2013 Austin (Race): Marquez Tak Punya Rencana, Pedrosa Tak PunyaTaktik

 

BAGIKAN