nhk

MotoGP 2013 Prancis: Anehnya Ducati, Stoner, dan Rossi di Le Mans, Berlanjutkah?

ManiakMotor – Pencapaian Ducati di Le Mans memang unik, mau bilang aneh juga boleh. Memble di trek lain, justru jumawa di Le Mans. Itu di zamannya Valentino Rossi.

Saat dua musim jeblok di Ducati, Rossi justru menoreh prestasi terbaiknya di Sirkuit Le Mans. Dua-duanya podium lho! Musim 2011 ke-3, pada 2012 runner-up setelah tarik-tarikan seru dengan Casey Stoner (mantan punggawa Ducati yang beralih ke Honda). Padahal, di luar Le Mans, Rossi selalu buruk bersama Desmosedici. Uniknya lagi, dua podium itu dalam dua kodisi berbeda. Pada 2011 di lintasan kering, 2012 saat hujan.

Stoner pun sama anehnya semasa gabung Ducati  (2007-2010). Kebalikan dengan Rossi.  Jumawa di trek lain, tapi memble di Le Mans. Tak sekalipun ia meraih gelar juara di sana. Pada masa jayanya musim 2007 dengan titel juara dunia,  Stoner hanya sanggup podium di urutan 3. Selebihnya ia finish urutan 5, 16, dan status DNF.

Keunikan zaman Stoner dan Rossi itu sepertinya akan berlanjut akhir pekan ini lewat duet Andrea Dovizioso dan Nicky Hayden.  Persiapan tersendiri digelar pekan lalu di Sirkuit Mugello, Italia, khusus untuk masuk Le Mans. Trek Le Mans yang ‘kecil’ dan beberapa butuh banyak pengereman keras dianggap ideal untuk diarungi Desmosedici GP13. Karena itu pula setingan utama mengarah di area tersebut. Stabilitas motor di braking zone mutlak dinomorsatukan untuk dapat hail mumpuni.

Nah, anehnya, Ducati malah berharap kering di Le Mans. Bukan hujan seperti saat Rossi jadi runner up. “Kami punya sesuatu yang belum pernah kami coba sebelumnya. Kami ingin melihat hasilnya di Le Mans. Itu akan menjadi keuntungan jika kondisi lintasan kering,” kata Manajer Tim Ducati Vittoriano Guareschi.

Keanehan berikutnya datang dari Dovizioso. Ia bilang Le Mans cocok dengan karakter Ducati dan cukup percaya diri untuk tampil di sana. “Tapi, untuk saat ini kami tak terlalu memikirkan hasil yang tinggi karena tengah dalam pengembangan,” katanya.

Aneh nggak tuh? Di satu sisi bilang cocok dan percaya diri. Tapi, di sisi lain bilang tak mikir hasil tinggi. Aneh kan, kalaupun gelar juara terlampau tinggi, bisa podium macam Stoner dan Rossi saja pun sudah tinggi lho. Macam mana kau ini, Dovi?

Ah, atau yang nulis ini yang aneh yak? Tak penting kaleee. Lebih penting menunggu keanehan berikutnya Ducati di Le Mans. Siapa tahu mendadak jadi juara! Andro

Berita Terkait 

MotoGP 2013 Jelang Le Mans Prancis: Masih Dongkol Sisa Jerez, Lorenzo Piknik ke Dufan

MotoGP 2013 Jelang Le Mans Prancis: 9 Races, 9 Spanyol, Promotor Mulai Ngeper

MotoGP Prancis 2013 Jelang Le Mans: Waduh, Ternyata Rossi Nggak Nyaman Dengan M1

MotoGP 2013 Le Mans Prancis: Bos Yamaha Kirim Pesan Buat Marquez, Apa Itu..?

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353