nhk

MotoGP 2013: Sentuhan Teknis, Roda Belakang Bikin Lorenzo Sakti di Qatar

ManiakMotor – Baru saja Jeremy Burgess cuap-cuap akan mencari tahu kenapa Jorge Lorenzo bisa sangat mulus dan cepat di GP Qatar. Eh, pihak Lorenzo langsung menjawab.

Dua peristiwa itu pasti sebuah kebetulan Coy! Jelas bukan karena pihak Lorenzo baca soal Burgess di portal ini hehehe. Kalau soal portal ini mereka malah tanya-tanya kok: apaan tuh?

Adalah Wilco Zeelenberg yang angkat bicara. Menurut bos kubu Lorenzo di Yamaha Factory Racing ini, kunci sukses pembalapnya di Qatar terletak pada kinerja roda belakang. Artinya menyangkut setelan suspensi dan pilihan bannya. Belajar dari kasus Honda musim lalu, para teknisi Lorenzo memberi perhatian khusus untuk set-up roda belakang, terutama untuk balapannya.

Kini terjawab sudah untuk apa Lorenzo ngotot lakukan simulasi balap di sepanjang sesi tes pramusim dengan isi tangki bahan bakar penuh. Padahal, di musim-musim sebelumnya ia tak pernah jalankan simulasi itu. Ternyata oh ternyata hanya untuk memberikan sentuhan teknis di roda belakang.

“Itu sangat membantu. Dan, kami pun membuat satu keputusan tepat pada sesi warm-up. Setelah itu Lorenzo sangat merasa nyaman dan mudah mengendalikan pacuannya. Kami sudah temukan cara agar ban belakang lebih awet dan stabil selama balapan. Keuntungannya adalah kami punya motor yang bisa konsisten sepanjang lomba,” papar Zeelenberg dengan membuka sikit-sikit soal rahasia sukses di Qatar.

Tentu saja ia tak akan bicara gamblang soal setingan. Tetapi bisa diraba hanya sebagai gambaran sampeyan mencerna cerita ini. Settingan pada roda itu terdiri dari ban, lengan ayun, dan suspensi. Contoh kecil, walau pembalap satu tim, tekanan ban yang diminta pada penyedia ban, mereka tidak saling tahu. Apalagi sudah menyangkut maju-mundur roda pada swing-arm yang berpengaruh pada sudut belok motor.

Itu belum cerita re-valve atau katup-katup suspensi Ohlins dipakai M1 yang sampai sehelai rambut tersedia untuk mengatur rebound, juga jenis kentalan oli sampai ukuran pegas suspensi kelas dunia. Ohlins pun mengirimkan insinyurnya mengutak-atik sesuai masukkan tim. Tapi setel roda di MotoGP berbeda dengan setel tukang pelek di pinggir jalan. Mereka melakukannya atas dasar analisa telemetri. Bahkan sampai jarak travel (main) suspensi terbaca dari monitor langsung di saat motor beraktivitas.

Lorenzo bisa masuk dan keluar tikungan dengan leluasa karena sudah bermain sendiri di depan. Racing linenya bersih semua, karena tanpa gangguan. Jelas saja konsisten setiap lap. Jadi dengar saja ucapan Zeelenberg. Siapa pun yang menang, berhak bicara. Lha, wong buktinya podium pertama kok. Apalagi sudah dikipas-kipas Cal Crutchlow. Kata pembalap Inggris ini, sudut kemiringan Lorenzo di tikungan sangat beda dan sulit dipahami sebagaimana bisa ia lakukan.

Makum, Crutchlow melakukannya dengan M1 kualitas nomor dua, karena dari tim satelit. “Sangat lembut dan ekonomis ia bawa M1. Ia bisa melawan gravitasi dengan sudut kemiringan besar di tikungan cepat,” komentar rider Monster Yamaha Tech3 itu terheran-heran dan mungkin ucapan Zeelenberg ini jawabannya.

Sekaligus menjawab tanda tanya yang dilempar Burgess. Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013: ‘Guru Spiritual’ Rossi Bicara, Ingin Fight Versus Lorenzo

MotoGP 2013: Marquez Masih Dibayangi Duel Dengan Rossi

MotoGP 2013: Yamaha M1 Tak Cocok Buat The Doctor, Rossi?

MotoGP 2013; Pelindung Rem Rossi Sempat Berubah, Hantam Pedrosa

MotoGP 2013: Sihir Rossi Kemana-mana, Sampai Pesawat Yang Lagi Terbang Lho!

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353