nhk

MotoGP 2013: Soal Rossi Pensiun, ‘Ayah’ Serahkan Pada Waktu

ManiakMotor – Apa sesungguhnya terjadi pada Valentino Rossi? Belum nyetel dengan M1, faktor umur, atau nyali yang tak sebesar dulu sehingga sejauh ini tampil di luar harapan?

Enam seri beruntun sudah bisa menilai sukses tidaknya The Doctor balik ke Yamaha. Terlalu mengada-ada kalau bilang itu hanya soal nasib sehingga ia baru sekali naik podium. Betul, ia ke Yamaha bukan untuk mengejar gelkar dunia musim 2013 tapi hanya untuk beberapa podium dan satu-dua kemenangan. Tapi, jika itu pun sulit diraih, apakah yang akan dilakukan Rossi?

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Seluruh pertanyaan di atas hanya Rossi yang bisa jawab tepat. Pihak lain seperti sampeyan-sampeyan hanya bisa menduga-duga. Bahwa Rossi masih menyetel M1, umur, trauma akibat kematian sang sahabat Marco Simoncelli yang ia lindas sendiri di GP Malaysia 2011, dan sebagainya. Sulitnya, Rossi hanya sesekali bikin celtukan sembari becanda pula. Misalnya baru lalu hanya bilang, ia sudah tua seperti model sirkuit Mugello atau bisa lewati Jorge Lorenzo, asal Lorenzo memelankan motornya. Belum pernah blak-blakan dan serius menjawab semua masalah.

Meminjam mulut orang lain mengatakan yang dirasakan Rossi, yang paling tepat Jeremy Burgess. Dia ini bukan sekadar kepala mekanik tapi ibarat ‘ayah’ bagi Rossi sejak di MotoGP. Ke mana pun Rossi pergi, Burgess harus ikut dalam paket. Dan, sebagai ayah, Burgess yang eks mekanik Mick Doohan itu merasa prihatin dengan kondisi The Doctor saat ini.

“Perlu keajaiban untuknya meraih gelar lagi. Banyak pembalap muda yang hebat di bawahnya. Vale telah meraih banyak kesuksesan dan masih bisa kompetitif di beberapa sirkuit. Tapi, hanya waktu yang bisa membuktikan itu bisa dicapai atau tidak. Kita harus menerima berlalunya waktu,” kata Burgess,  warga Australia yang menjadi tempat curhat The Doctor.

Bah, dalam bangat tuh, terutama potongan kalimat ‘menerima berlalunya waktu’. Apakah kini bukan lagi waktunya Rossi, sang legendaris hidup MotoGP? Sampeyan boleh ambil kesimpulan masing-masing.

Yang jelas, ‘ayah’ Burgess bersaksi kalau Rossi pernah curhat dan sadar kalau tak lagi merasa selevel dengan keterampilan Jorge Lorenzo dan Casey Stoner. “Itu ia katakan ketika kami sama-sama di Ducati. Namun, meskipun tak selevel mereka, tentu saja ia tak mau jika balapan hanya di posisi enam atau tujuh,” jelas Burgess.

Burgess pada 2008 pernah menyatakan dan memperkirakan potensi umur Rossi kompetitif lima tahun dari beliau ngomong. Tapi saat itu dia bilang, potensi itu terbuka karena Rossi belum pernah cidera berat. Berarti Rossi sebelum cidiera di Mugello 2009 dan sekarang sudah 2013, pas lima tahun Burgess memberikan pernyataan.

Kini bermunculan spekulasi kalau beberapa seri balap ke depan akan jadi penentuan langkah Rossi berikutnya. Jika performanya membaik dan masih tersimpan potensi fight di baris depan, ia akan teruskan kontraknya di Yamaha hingga musim 2014. Jika tidak, sangat terbuka kemungkinan ia putus kontrak di tengah jalan dan pensiun.

Soal kemungkinan-kemungkinan itu sudah dijawab Burgess dengan bijak. Semua orang harus ‘menerima berlalunya waktu’. Dan, waktu jua yang akan menuntun Rossi untuk memutuskan kapan ambil langkah pensiun. Akhir tahun ini, tahun depan, atau kapan pun, seperti ditegaskan sang ‘ayah’ itu hanya soal waktu. Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013: Valentino Rossi Mengundurkan Diri, Crutchlow Naik Pangkat?

MotoGP Catalunya Spanyol 2013: Pedrosa Ngamuk Soal Ban, Lorenzo Tanpa Keluhan, Rossi Tanda Tanya

MotoGP 2013 Catalunya Spanyol: Tercepat, Rossi Cuma Bilang Ini Masih Jumat

MotoGP 2013 Catalunya (FP2); Kali Ini Valentino Rossi Bangkit, Pecahkan Rekor Sirkuit

 

 

BAGIKAN