nhk

MotoGP 2013: Stoner Peringatkan Marquez, Jangan Pecicilan Bro!

ManiakMotor – Dari tempatnya ‘nyepi’ di Benua Kanguru, Casey Stoner masih menyimak MotoGP meski tak tergoda untuk kembali. Juara dunia 2007 dan 2011 yang musim lalu pensiun lewat tim Repsol Honda ternyata tak tahan untuk tak mengomentari semarak MotoGP saat ini, khususnya soal pendatang baru Marc Marquez yang menggantikan dirinya.

Ia tak memungkiri sensasi demi sensasi yang dimunculkan MM93 dalam debutnya di kelas primer. Termasuk jumlah kecelakaan yang dialaminya yang sudah lebih banyak dari jumlah balapan. Mulai dari sesi tes pra musim sampai barusan ronde 5 di Mugello.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Di Mugello saja, klontang 4 kali lho, dengan jumlah dan nilai kerusakan komponen RC213V tak terhitung. Memang sih tak dihitung-hitung oleh Honda. “Hanya dalam beberapa race, ia sudah perlihatkan berbagai momen berbahaya,” celetuk Stoner.

Asal tahu saja, bukan hanya Stoner yang menilai Marquez begitu. Semua juga tahu karena demikianlah tabiat Marquez sejak di Moto2. Justru itulah yang membuatnya cepat popular, terlebih karena diimbangi skill mumpuni sehingga menghibur penonton seperti kita-kita ini.  Soal jatuh mah, ya namanya juga balapan! Tapi, kalau jatuh melulu juga tak baik. Balapan bukan lomba jatuhan…

Tapi, pandangan Stoner jauh ke depan. Ia merasa perlu memperingatkan Marquez yang tampang dan gaya mainnya mirip-mirip dirinya itu. Ia akui kecepatan Marquez yang luarbiasa, tapi sebaiknya ia jalani dengan sikap yang lebih taktis dan sistematis. Jangan terlampau bernafsu untuk seketika menjadi juara.

“Ia harus diberi waktu untuk membuktikan konsistensinya lebih dulu saat balapan. Itu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang juara dunia. Saya akui Marquez hebat, tapi tak usah terlalu buru-buru. Saya tak mengalami prestasi bagus di tahun pertama MotoGP, tapi lihat apa yang kemudian saya dapatkan,” nasehat Stoner yang kini main balap mobil di negerinya. Kebiasaannya tak berubah, senantiasa didampingi anak dan bini di medan laga.

Jangan pecicilan, Bro! Kira-kira begitu maksud Stoner jika diterjemahkan dalam bahasa bikermania Indonesia. Sebab, meski kecepatannya tak diragukan, itu tak akan ada artinya bila finish di gravel. Seperti di Mugello, jika taktis main aman di tiga laps terakhir, 20 poin sebagai runner-up sudah di tangan. Andro

Berita Terkait

MotoGP 2013 Rossi Dua Kali Gagal Finish, Untuk Sementara Kambing Hitam Bautista

MotoGP 2013 Mugello: Tiba di Barcelona, Marquez Langsung ke Rumah Sakit

MotoGP 2013 Mugello: Naik Podium Crutchlow Malah Bilang Benci

MotoGP Mugello Italia 2013; Bautista Jawab, Bukan Hanya Rossi Yang Butuh Poin..!

BAGIKAN