nhk

MotoGP 2014; Awal Rangka Teralis Ducati Yang Meringis

 

 

ManiakMotor – Ducati baru berhasil di tangan Casey Stoner. Stoner menurut Valentino Rossi punya teknik yang ‘aneh’. Anehnya Stoner itu sama anehnya dengan rangka Ducati yang teralis, lantas di zaman Stoner diganti jadi monokok serat karbon dan sebagainya jenis rangka. Bagi Rossi sendiri dua tahun di Ducati, apa pun itu rangka sulit diajak cepat di tikungan, kalau lurus sih semua motor bisa.  

Rangka teralis ini menurut para analisa teknik di dunia, termasuk portal ini kurang cocok di MotoGP. Alasan mereka unsur-unsur rangka terpisah satu sama lain.  Maksudnya terpisah itu, rangka di belakang komstir atau main frame terdiri dari beberapa bagian. Diragukan konsistensi kompaknya setiap bagian sasis saat perpindahan bobot yang setiap jenis tikungan beda kecepatan, beda aksi rem, beda jenis kemiringan dan beda semuanya deh.

Sama juga dengan rangka Ducati 2013 yang almu kotak. Faktanya sampai sekarang, Ducati masih berkutat dengan penyakit understeering yang kronis, walau tak lagi menggunakan tubular atau karbon monokok. “Saya juga seperti mengendarai mahluk aneh dengan motor baru ini,” jelas Cal Crutchlow, pembalap debutan Ducati saat testing atau pertama kali mencoba Desmosedici di sirkuit Valencia, baru lalu.  

Nah, bila sejak awal Ducati muncul dengan kekuatan penuh pada 2003 menggunakan rangka deltabox aluminium, hasilnya pasti beda. Itu rangka telah terbukti berulang-ulang juara dunia. Honda dan Yamaha sampai detik ini menggunakan rangka kotak, ya kan. Bahkan Suzuki dengan rangka seperti itu pernah juara dunia lewat Kevin Schwantz dan Keny Roberts Jr, walau basisnya masih GP500.

Pakai deltabox, Ducati punya referensi ilmu yang setumpuk, ketimbang membangun sasis sendiri, ya harus berpikir sendiri untuk risetnya. Dengan gonta-ganti rangka ini, waktu terbuang cuma-cuma. Karena itu, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna sebagai pemimpin baru di Ducati akan membenahi manajem tim. Ia akan fokus maunya para insiyur lapangan dengan para insinyur di pabrik. “Hal ini yang harus disatukan, sehingga masalah teknis akan lebih nyambung,” kata Gigi dalam program Ducati ke depan.

Asal tahu saja, pabrikan Ducati pernah ogah mengganti rangka teralis karena menjadi trademark jualan mereka untuk motor harian. Tapi itu tadi, mereka menyerah karena teralis sulit dijamin karakternya. Di tikungan sebelumnya enak, tapi di tikungan selanjutnya berubah rasanya. Ya rasa pahit coy, seperti rasa rangka yang digunakan Ducati sekarang.

Yang menjadi pertanyaan adalah motor-motor harian yang menggunakan sasis teralis. Bukankah balap motor sebagai laboratorium untuk harian seperti Ducati ngotot dengan tubular alias teralis yang lantas meringis. Ah, itu urusan pabrik yang jual motor. Lagian buat harian ini. Lho apa hubungan sama tulisan di atas. Jadi bingung juga maunya Ducati nih. Ya, sama-sama bingunglah. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2014: Aturan Poin Penalti Berubah, Berlaku Dua Tahun

MotoGP: Film Dokumenter Marquez, Upaya Dorna Untuk Mengganti Tokoh Rossi

MotoGP 2014: Rekaman Duel Marquez vs Espargaro Cilik, Dibangun Untuk Rivalitas Baru

Bos Dorna Bilang Marquez Menang Kebetulan, MotoGP 2014 Ada Dua Lawannya

 

 

 

 

BAGIKAN