nhk

MotoGP 2014: Crutchlow Mengancam, Dovi Bereaksi

ManiakMotor – Hadirnya Cal Crutchlow di Ducati menghadirkan spekulasi bakal terjadinya ‘perang’ internal di kubu tim pabrikan Italia itu. Antara Cal dengan Andrea Dovizioso. Kan sudah rumus, untuk mengukur motor, harus dites dulu dari rekan setim.

Jauh hari Cal menegaskan kepergiannya ke Ducati bukanlah soal uang semata, tapi kans berprestasi. Alasannya pembalap pabrikan yang selalu berpeluang memenangi balapan. Jangankan juara dunia, untuk memenangi satu seri saja nyaris mustahil buat tim satelit. “Ada sih sindiran, saya ke Ducati karena gajinya besar. Saya akan buktikan kalau anggapan itu salah,” tegas Cal sembari bercerita bahwa, Ducati pernah juara dunia lewat Casey Stoner, hal tak mustahil diikuti pembalap lain.

Langkah awal untuk pembuktian itu adalah membawa Desmosedici lebih kencang dari pengguna Ducati lainnya musim depan. Tolok ukur pertamanya adalah Andrea Dovizioso selaku rekan satu tim. Dovi pun sadar akan hal itu, sebagaimana ia lakukan saat masuk Ducati di musim 2013 dan mengacu pada kecepatan motor Nicky Hayden.

 “Saya tahu betul tabiat Cal. Ia ditarik Ducati karena punya potensi untuk mengembangkan tim ini. Sudah pasti kami akan bertarung alot satu sama lain seperti kami lakukan di Tech3. Itu bagus buat tim. Buat saya tak sama sekali tak masalah. Menjadi masalah jika pacuan saya dan Cal tak bisa mengimbangi yang lain,” ujar Dovi.

Seberapa besar ancaman Cal sudah bisa terbaca pada sesi latihan Valencia lalu. Itu kali pertama Cal membesut Ducati dan betul-betul balajar diri nol untuk pengenalan segala sesuatunya. Namun, setelah tiga hari belajar, hasilnya terbilang luarbiasa. Fastest lap-nya hanya kalah 0,2 detik dari Dovi. Jika pada kesempatan pertama saja sudah bisa menempel sedekat itu, jelas sekali kalau pada kesempatan berikutnya sangat terbuka pertarungan di antara keduanya.

“Mengejar Honda dan Yamaha di baris depan pasti masih sulit musim depan. Sangat bodoh jika berharap begitu. Yang ingin saya kejar adalah memimpin di kelompok tengah,” tandas Cal yang artinya harus mengalahkan para pembalap tim satelit Yamaha dan Honda.

Itu sebuah target realistis dan peningkatan prestasi jika bisa dibuktikan. Soalnya, dalam tiga musim terakhir, Ducati benar-benar memble. Statusnya tim pabrikan, tapi faktanya gagal mengatasi tim satelit musuh. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2014: Sama-Sama Gelantungan, Marquez vs Pol Espargaro?

MotoGP 2014; Rossi Ganti Burgess, Dua Mekanik Lorenzo Mengundurkan Diri

MotoGP 2014: Crutchlow Bisa-lah Melawan, ‘Spek-nya’ Pas Untuk Ducati

Moto2 2014: Nomor Start 1 Kosong, Rafid Topan Lagi Cari ‘Amunisi’

 

 

 

BAGIKAN